Punya Uang Tapi KPR Ditolak? Ini 3 "Dosa Administrasi" yang Sering Tidak Disadari Nasabah


Penulis:
Iman Munandar, S.Sy., S.H.

Wartanusantara.id - Pernahkah Anda mendengar kisah tragis ini? Sudah semangat survei rumah, sudah cocok sama unitnya, bahkan sudah transfer uang tanda jadi (Booking Fee) jutaan rupiah, tapi tiba-tiba mendapat kabar dari marketing:

"Mohon maaf Pak/Bu, pengajuan KPR-nya belum disetujui Bank (Reject)."

Rasanya pasti menyesakkan. Apalagi jika Anda merasa keuangan aman-aman saja. Gaji masuk rutin, tidak punya hutang besar, tapi kenapa ditolak?

Sebagai seorang Konsultan Properti, saya sering menemui kasus di mana nasabah gagal bukan karena "miskin", tapi karena Buta Administrasi. Bank bekerja berdasarkan dokumen dan kepastian hukum, bukan berdasarkan perasaan.

Berikut adalah 3 penyebab utama KPR ditolak yang wajib Anda waspadai:

1. Riwayat "Dosa" di SLIK OJK (Dulu BI Checking)

Banyak orang meremehkan hutang kecil. Pernah telat bayar Paylater beli pulsa 50 ribu? Atau lupa bayar tagihan kartu kredit 2 hari?

Di mata bank, itu tercatat sebagai skor Kolektibilitas (Kol).

  • Kol 1: Lancar. (Aman)
  • Kol 2 : (Dalam Perhatian Khusus): Telat 1-90 hari. (Lampu Kuning)
  • Kol 5 (Macet): Hutang tidak dibayar. (Lampu Merah/Blacklist)

Jika nama Anda masuk Kol 2 saja, bank akan meragukan karakter Anda. "Hutang 50 ribu saja telat, apalagi cicilan rumah 2 juta?" begitu pikir analis bank. Kabar baiknya, nama yang "kotor" bisa dipulihkan/diputihkan asal tahu prosedur hukumnya.

2. Rekening Koran "Gersang" atau "Numpang Lewat"

Ini penyakit umum karyawan. Gaji masuk tanggal 25, tanggal 26 sudah ditarik tunai semua sampai saldo sisa Rp 50.000.

Bank butuh melihat Repayment Capacity (Kemampuan Bayar) dari saldo mengendap (average balance) di rekening koran 3 bulan terakhir. Jika rekening Anda cuma jadi tempat transit uang, bank menganggap Anda boros dan berisiko tinggi gagal bayar.

Bagi wiraswasta/pedagang, kesalahannya lebih fatal lagi: Mencampur uang modal dagang dengan uang dapur. Ini membuat bank bingung menghitung laba bersih Anda.

3. Salah Jawab Saat Verifikasi (Wawancara)

Saat analis bank menelepon atau survei ke tempat kerja/usaha, itu adalah ujian lisan. Salah satu pertanyaan jebakan yang sering muncul: "Ada rencana ambil kredit motor atau mobil dalam waktu dekat?"

Jika Anda jawab jujur "Iya ada rencana", maka plafon kredit rumah Anda otomatis dipotong karena bank menghitung beban cicilan baru tersebut. Jawaban yang salah bisa berakibat fatal pada persetujuan plafon kredit.

Bingung Cara Membereskan Dokumen Tersebut?

Daripada uang Booking Fee Anda hangus sia-sia karena ditolak bank, lebih baik persiapkan "amunisi" Anda sekarang.

Saya telah merangkum panduan lengkap, legal, dan taktis dalam E-Book terbaru berjudul: 📘 STRATEGI LOLOS KPR: Panduan Berbenah Administrasi

Di dalam E-Book ini, kita akan membedah: ✅ Cara Cek & Pemutihan Nama di SLIK OJK (Tutorial Lengkap). ✅ Trik Memoles Rekening Koran 3 Bulan Terakhir agar "Disayang" Bank. ✅ Dokumen Pengganti Slip Gaji untuk Pedagang/Freelancer. ✅ Bonus: Checklist Dokumen Siap Cetak & Surat Pernyataan Belum Punya Rumah.

PROMO GILA: EARLY BIRD (CUMA SEHARGA BAKSO!) 🍜

Normalnya, sesi konsultasi hukum properti dengan saya biayanya bisa ratusan ribu per jam. Harga normal E-Book ini pun saya patok di Rp 99.000.

TAPI, karena saya ingin membantu sebanyak mungkin pejuang rumah (terutama yang gajinya pas-pasan tapi pengen punya hunian), saya buka HARGA EARLY BIRD terbatas.

Dapatkan E-Book "Strategi Lolos KPR" Full Version + Bonus Dokumen hanya:

👉 Rp 29.000 Saja! 👈 (Hemat Rp 99.000 - Diskon 71%)

Bayangkan: Uang 29 ribu biasanya cuma habis buat beli paket data atau sekali makan bakso. Hari ini, uang segitu bisa menyelamatkan Uang Booking Fee Jutaan Rupiah Anda agar tidak hangus ditolak Bank.

⚠️ PERINGATAN: Harga ini hanya berlaku untuk masa Early Bird. Sewaktu-waktu harga akan kembali normal ke Rp 99.000 tanpa pemberitahuan.

Ambil Promonya Sekarang Sebelum Ditutup: 👇👇👇 [KLIK DI SINI UNTUK DOWNLOAD (LINK LYNK.ID)]

0/Post a Comment/Comments