Teguh Ansori Ajak Memahami 3 Rumus Bermedia Sosial Dalam Menyikapi Informasi

Ditulis oleh Ahmad Zuhdy Alkhariri, Amalia Khoirul Mafaza

Wartanusantara.id - Peserta berjumlah 70 orang masing-masing mahasiswa Fakultas Dakwah, Mahasiswa Fakultas Syariah, dosen, perwakilan LBM IIM Surakarta, dan Masyarakat umum turut meramaikan acara Gues Talk Lecture series bertajuk “ Dakwah Bijak di Era Digital : Menyelaraskan Syiar, Etika, dan Hukum di Media Sosial pada sabtu di Masjid Al-Kautsar Pakuwon Mall Solobaru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah  ( 04/07/26). Program ini merupakan proyek  Ujian Akhir Semester Mata kuliah Public Relation diampu oleh Muhammad Mashya Nawaffani, S.I.Kom., M.Sos yang memiliki tujuan menumbuhkan mahasiswa IIM Surakarta untuk memiliki rasa kepercayaan diri melalui event Organisasi dalam melaksanakan setiap acara sebagai persiapan menuju kegiatan nyata “Tentunya acara ini bukan hanya sekedar nilai ujian akhir semester saja ya teman-teman, namun ini juga menjadi persiapan kalian menghadapi kegiatan-kegiatan nyata, maka harapan saya teman-teman bisa merefleksi tugas ini yang nantinya sebagai nilai UAS” Ujar Muhammad Mashya Nawaffani, S.I.Kom., M.Sos selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Public Relation. 

Ia juga menambahkan penjelasannya mengenai acara Guest Talk ini “Tantangan besar kita saat ini Adalah cara kita bijak bermedia sosial tanpa mengabaikan etika maupun konsekuen nilai-nilai hukum” Tegasnya. Sementara Teguh Ansori dalam pemaparannya mengenai persoalan hukum pada Gues Talk menggaris bawahi bahwa “Kejahatan terbesar kita di era sekarang Adalah jempol, apalagi kita sering scroll media sosial seperti tiktok, Instagram” Ucapnya. Teguh menyoroti bahwa hukum akibat pengunaan media sosial tidak bijaksana “Saat ini hukum sangat mudah kita temui di media sosial, dan penyebab terbesarnya pelanggaran hukum Adalah media sosial” Imbuhnya. 

Disisi lain Teguh juga menakankan 3 Rumus bermedia sosial yang perlu kita renungkan. Pertama yakni Apakah informasi ini benar?. Teguh mengingatkan informasi jangan sok tahu “Kalian harus benar-benar memahami pertanyaan ini, jangan sok tahu dalam informasi”. Kedua Apakah informasi ini bermanfaat atau tidak?. Ia juga menghimbau jangan sok tau “Kalian jangan sok tahu dalam hal ini, nanti malah jadi salah paham”. Ketiga Apakah informasi ini melanggar hukum atau menyakiti orang lain?. 

Sementara Reza Pahlevi S,Sos., M.A menjelaskan dari sisi dakwahnya saat ini. Reza mengungkapkan Dakwah tidak hanya diatas mimbar saja “Dakwah tidak hanya sebatas di atas mimbar, karena dakwah juga bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, tergantung audeins, komunikator, dan sebagainya” Ujarnya. Kegiatan terasa spesial lantaran kedua pemateri tersebut menjelaskan dua sisi mengenai dakwah yakni sisi hukum dan sisi dakwah dalam media sosial. Kegiatan ini didukung oleh Fakultas Dakwah Komunikasi, Lembaga Badan Hukum ( LBH) IIM Surakarta, Masjid Al-Kautsar. 
Pewarta : Ahmad Zuhdy Alkhariri, Amalia Khoirul Mafaza Mahasiswa IIM Surakarta

0/Post a Comment/Comments