Oleh Haniyah Maulida
Mahasiswa IAI SEBI
Wartanusantara.id - Persaingan bisnis digital yang semakin ketat membuat pelaku UMKM harus mencari strategi baru untuk menarik konsumen. Pemanfaatan iklan digital, data pelanggan, dan inovasi produk kini menjadi salah satu cara yang digunakan pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan.
Memiliki produk yang berkualitas memang menjadi fondasi utama bisnis. Namun, produk yang bagus tidak akan banyak berarti apabila calon konsumen tidak pernah menemukannya. Konsumen kini memiliki banyak pilihan hanya dalam satu aplikasi. Mereka dapat membandingkan harga, melihat promosi, membaca ulasan, hingga menentukan pilihan dalam hitungan menit.
“Produk yang relevan tetap menjadi fondasi, tetapi Mitra GrabMerchant juga perlu semakin cerdas dalam membaca data, meningkatkan visibilitas produk kepada konsumen yang tepat, berinovasi melalui kolaborasi, hingga memanfaatkan Artificial Intelligence (AI),” ujar Roy Nugroho, Director of Commercial Grab Indonesia.
Salah satu perubahan besar dalam pemasaran digital adalah semakin pentingnya data. Dengan data, pelaku usaha dapat mengetahui produk yang paling diminati, waktu konsumen melakukan pembelian, hingga efektivitas promosi yang dijalankan. Informasi tersebut kemudian dapat digunakan untuk mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat.
Grab, misalnya, memperkenalkan GrabAds sebagai salah satu alat pemasaran yang memungkinkan merchant meningkatkan visibilitas toko dan produknya kepada konsumen. Selain iklan, teknologi kecerdasan buatan juga mulai digunakan untuk membantu pelaku usaha mendapatkan rekomendasi mengenai performa toko, menu, strategi promosi, hingga pengembangan bisnis.
Salah satu contoh datang dari Adli Abu Abdillah, pemilik usaha Geprek Yuksss!!! di Makassar. Adli mengungkapkan bahwa penerapan berbagai strategi, mulai dari penggunaan GrabAds, promosi, pemanfaatan data, hingga inovasi produk dan bundling, membantu usahanya meningkatkan pendapatan lebih dari 120 persen dalam satu tahun terakhir.
“Setelah mencoba GrabAds, ternyata pelanggan semakin banyak. Kami juga berkreasi dengan menu yang sudah ada dan berkolaborasi membuat produk bundling yang menarik,” ujar Adli.
Pada semester pertama 2026, jumlah transaksi dalam ekosistem Grab di Makassar tercatat tumbuh lebih dari 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, transaksi GrabFood dan GrabMart masing-masing meningkat lebih dari 15 persen.
Angka tersebut menunjukkan adanya aktivitas ekonomi digital yang semakin kuat. Bagi pelaku UMKM, pertumbuhan transaksi digital dapat menjadi peluang untuk memperluas pasar tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pelanggan yang datang secara langsung ke toko.
Perkembangan ini menjadi sinyal bahwa transformasi digital mulai bergeser dari sekadar tren menjadi bagian penting dari strategi bisnis. Bagi UMKM, penggunaan teknologi dapat membantu memperluas jangkauan pasar sekaligus memberikan informasi yang sebelumnya sulit diperoleh secara manual.
Pelaku usaha tetap perlu memperhatikan biaya promosi, margin keuntungan, kualitas produk, dan pengalaman pelanggan. Sebab, iklan yang berhasil mendatangkan pelanggan belum tentu menghasilkan keuntungan apabila biaya promosinya terlalu besar.
Pada akhirnya, kunci bisnis digital bukan hanya mendapatkan lebih banyak pelanggan, tetapi mendapatkan pelanggan dengan cara yang menguntungkan dan berkelanjutan. Di tengah persaingan yang semakin padat, UMKM yang mampu menggabungkan produk berkualitas, data, teknologi, kreativitas, dan pemahaman terhadap konsumen akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang.
Sumber: RRI dan Grab Indonesia (diakses September 2026).
