Rinjani : Bukan Tentang Tujuan, Tapi Siapa Kawan Jalan

Ditulis oleh Abdul Basith
Mahasiswa IAI SEBI


Sebuah perjalanan bukan hanya tentang seberapa jauh kita pergi, tetapi dengan siapa kita pergi. Karena orang-orang yang menemani perjalananlah yang nantinya membuat setiap langkah berubah menjadi sebuah cerita. 

Berawal dari Depok, kami berlima memutuskan untuk pergi ke Nusa Tenggara Barat. Setelah perjalanan panjang, akhirnya kami sampai di Lombok. 

Namun, tujuan utama kami bukan sekadar menikmati Lombok, melainkan satu tempat yang sejak awal menjadi alasan kami datang: Gunung Rinjani. Kami memulai pendakian dengan semangat yang masih penuh. Lima orang berjalan bersama, membawa perlengkapan masing-masing dan harapan untuk bisa menikmati perjalanan sampai akhir.  Awalnya semua terasa menyenangkan. Kami berjalan sambil bercanda, bercerita, dan sesekali berhenti untuk menikmati pemandangan. Tetapi semakin jauh langkah kami, jalur mulai terasa berat. Tanjakan, rasa lelah, dan beban di pundak mulai menguji kami.  Disitulah kebersamaan begitu terasa.

Ketika salah satu mulai tertinggal, kami menunggu. Ketika ada yang lelah, kami berhenti bersama. Tidak ada yang berjalan sendiri. Kami saling menguatkan agar tetap melangkah.  Karena di Rinjani kami sadar, yang paling penting bukan siapa yang paling cepat sampai, tetapi bagaimana kami bisa sampai bersama. 

Setiap langkah terasa semakin berarti ketika pemandangan Rinjani mulai terbuka. Rasa lelah yang sebelumnya terasa berat perlahan terbayarkan oleh keindahan alam di sekitar kami. Gunung, langit, dan luasnya pemandangan membuat kami sejenak lupa dengan rasa lelah yang ada. 

Di malam hari, kami beristirahat bersama. Dalam dinginnya Rinjani, kami berbagi cerita dan tertawa tentang hal-hal sederhana. Tidak ada kesibukan seperti di kota. Hanya kami, alam, dan cerita yang tercipta selama perjalanan.  Pendakian ini bukan hanya tentang mencapai tempat yang kami tuju. Rinjani mengajarkan kami tentang kesabaran, kekuatan, dan arti seorang kawan.  Kami mungkin datang berlima dengan tujuan yang sama, tetapi pulang membawa cerita yang berbeda-beda.

Cerita tentang lelah.

Cerita tentang tawa.

Cerita tentang saling menunggu.  

Dan cerita tentang bagaimana lima orang kawan bisa membuat perjalanan sejauh apa pun terasa lebih ringan.

Pada akhirnya, mungkin kami tidak akan mengingat setiap langkah yang pernah kami lalui. Tetapi kami akan selalu mengingat bahwa pernah ada satu perjalanan, di sebuah gunung bernama Rinjani, ketika kami berjalan bersama dan menciptakan cerita yang tidak akan mudah dilupakan.  Karena perjalanan yang indah bukan selalu tentang tempat yang kita datangi, tetapi tentang orang-orang yang berjalan bersama kita.  

0/Post a Comment/Comments