Monday, September 2, 2019

OPM KEMBALILAH KE PANGKUAN NKRI DENGAN DAMAI


PRESIDEN SOEKARNO NKRI dan PRESIDEN JF KENNEDY AS Berjuang bersama membebaskan IRIAN BARAT dari penindasan imperialis KERAJAAN PROTESTAN BELANDA.
Seluruh kekuatan bangsa dari berbagai suku dan agama di Indonesia, dicurahkan oleh PRESIDEN SOEKARNO untuk membebaskan IRIAN BARAT. May Jen SOEHARTO mempimpin operasional militernya dlm penyerangan pembebasan IRIAN BARAT.

Mengapa harus ganti nama IRIAN. Juga nama INDONESIA itu pengganti nama Hindia Belanda. Setiap perjuangan pembebasan dan menegakkan kemerdekaan, nama yang dibuat oleh penjajah ditolak dan diganti dgn nama baru. Papua nama yang dibuat oleh penjajah. Papua Nuguinea itupun bikinan penjajah Kerajaan Protestan Anglikan Inggris.
Maka, guna benar-benar terbebas segalanya dari penjajahan, Putra Irian sendiri, menciptakan nama baru IRIAN. Tidakkah itu bukan bikinan Jakarta. Makna IRIAN adalah SINAR PENGUSIR KABUT. Sama maknanya dgn Habis Gelap Terbitlah Terang. Tergantikanlah nama Papua berarti orang kulit hitam budak yang dapat diperjual belikan. Dan lenyap pula kesan Kanibalis yang merendahkan.
Di bawah Presiden SOEKARNO dan Mayor Jendral SOEHARTO dikerahkan kekayaan dan seluruh kekuatan bangsa dari berbagai suku dan agama bersatu, berjuang membebaskan IRIAN dari penjajahan Kerajaan Protestan Belanda.
Tahukah OPM, dalam penyerbuan itu siapa yang gugur. YOS SOEDARSO. Apa agamanya ? KATOLIK.
Tahukah OPM, siapa Presiden AS yang membantu pembebasan IRIAN BARAT dari penjajah, JF KENNEDY, Apa agamanya. KATOLIK.
Apa dampaknya PRESIDEN JF KENNEDY membantu PRESIDEN SOEKARNO membebaskan IRIAN BARAT ? Nasibnya sama dengan PRESIDEN ABRAHAM LINCOLN membebaskan Negro Kulit Hitam dari Perbudakan. Gugur ditembak.
Nilai KEMERDEKAAN IRIAN BARAT sangat mahal. Melibatkan seluruh kekuatan bangsa Indonesia dan bantuan Luar Negeri.
NKRI sangat menghormati PERBEDAAN AGAMA. Bila datang HARI NATAL, NYEPI, CAP GO MEK atau peristiwa ibadah apa yang dibenarkan oleh Pemerintah dijadikan LIBUR NASIONAL. Yang demikian ini hanya terjadi di NKRI.
Peristiwa SURABAYA tidak pantas dijadikan dasar Provokasi OPM membebaskan dari NKRI. Menuntut Referandum. Karena banyak benturan antara Pemuda, Mahasiswa Antar Suku. Tetapi hanya bernilai oknum saja. Tidak benar dijadikan dasar Anti Suku. Itu hanya benturan perorangan di usia muda. Bisa terjadi Antar Suku yang lainnya.
Ketertinggalan Pembangunan Daerah. Semua Daerah belum terbangun dgn merata. Melalui OTORISASI DAERAH menuntut ke Pemerintah Pusat semua begitu mekanismenya. BUKAN dgn SEPARATISME. Pasti GAGAL.
NKRI itu Kemerdekaannya karena BERKAT RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA. Seluruh gerakan KUDETA walau dibantu negara asing, PKI berkali kali kudeta 12-2-46, 3-7-46, 18-9- 48, 30 - 9 -65 gagal semuanya.
Demikian pula RMS di Maluku, NII, GAM serta pemberontakan militer PRRI, PERMESTA dllnya gagal total semuanya. Jangan coba Kudeta, pemberontakan, separatisme. Dikodratkan pasti gagal.
OPM jangan buang energi dan dana. Jauhilah berpikir RASIALISME. KEMBALILAH KE PANGKUAN NKRI. Berjuang dan membangun IRIAN dlm NKRI sbgmn daerah-daerah lainnya.
TANGGALKAN nama PAPUA peninggalan imperialis. Jangan, dengan konsep memisah atas dasar pemahanan Milenisia, Polinesia dllnya dgn mengelompokkan memisahkan atas warna Kulit Hitam buatan imperialis.
Ingat. Pandangan konsep Imperialis kita seluruh bangsa Indonesia, disebutnya bernenek moyang Pitecanthropus Erectus - Monyet Tegak.
Kita oleh imperialis dinilai sbg half devil and half child Setengah Setan Setengah Kanak-Kanak. Ayo bersatu kembali dlm Pangkuan NKRI BHINNEKA TUNGGAL EKA.
Gunakan kembali nama IRIAN nama asli, bukan nama Papua dari Bhs Latin yang digunakan oleh imperialis untuk merendahkan derajat bangsa yang dijajah.
Ayo kita laksanakan cita cita dan perjuangan yang tertuliskan dalam Pembukaan UUD 1945, kemerdekaan hak segala bangsa dan oleh sebab itu Penjajahan harus dihapuskan di atas dunia.
Jangan menuduh NKRI penjajah dari sudut pandang Agama dari pertimbangan OPM, dengan tanpa merasakan dan melihat praktik kehidupan bersama di NKRI. Datang dan tanyakanlah segenap pimpinan organisasi Agama yang benar di NKRI.
Referendum sudah selesai di zaman PRESIDEN SOEKARNO dan PRESIDEN JF KENNEDY dari Amerika Serikat dilaksanakan di bawah pengawasan PBB UNO.

Sumber : FB

Artikel Terkait