Oleh Muhammad Faiz Alhafidz *
1. melahirkan jiwa yang sabar. Sudah sangat banyak kisah cobaan yang menimpa para pejuang islam. Mereka di tahan, di intimadasi, di siksa, bahkan dibunuh. Namun karna kebersamaanya berinteraksi dengan alquran membuat mereka menjadi orang orang yang tabah. Nadimah khatul, muslimah dari afganistan contohnya. Beliau di penjara oleh para komunis selama enam tahun. Dan ia mengatakan “ kami sangat sering mendapatkan siksaan. Namun membaca dan mengkaji alqur’an membantu kami untuk bersabardan bertahan menghadapinya.
Secara
Etimologi Al Qur'an merupakan mashdar (kata benda) dari kata kerja Qoro’a (قرأ)
yang bermakna Talaa (تلا)
keduanya berarti: membaca, atau bermakna Jama’a (mengumpulkan, mengoleksi).
Anda dapat menuturkan, Qoro-’a Qor’an Wa Qur’aanan (قرأ
قرءا وقرآنا).
Berdasarkan makna pertama (Yakni: Talaa) maka ia adalah mashdar (kata benda)
yang semakna dengan Ism Maf’uul, artinya Matluw (yang dibaca). Sedangkan
berdasarkan makna kedua (Yakni: Jama’a) maka ia adalah mashdar dari Ism Faa’il,
artinya Jaami’ (Pengumpul, Pengoleksi) karena ia mengumpulkan/mengoleksi
berita-berita dan hukum-hukum.
Secara terminologi Al-Quran adalah firman atau wahyu
yang berasal dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara melalui
malaikat jibril sebagai pedoman serta petunjuk seluruh umat manusia semua masa,
bangsa dan lokasi.
{الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ
اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً
يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (29) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ
مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (30)}
“Sesungguhnya
orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan
menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan
diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak
akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan
menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi
Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30)
Al-quran itu sangat mulia dan
siapa pun yang mendekatinya akan menjadi mulia. dan alqur’an itu memberikan
kebahagian yang haqiqi. Lalu, pertanyaan nya bagaimana kita bisa mendapatkan kebahagiaan bersama Al-Quran itu?
syarat yang paling mendasar untuk mendapatkan kebahagiaan
bersama Quran itu dengan berinteraksi dengan alqur-an. bagaimana
kita mampu menjadikan
alqur-an menjadi pedoman hidup sehari-hari.
Menurut penulis, Ada empat
keuntungan yang kita dapati bila berinteraksi dengan alqur-an:
1. melahirkan jiwa yang sabar. Sudah sangat banyak kisah cobaan yang menimpa para pejuang islam. Mereka di tahan, di intimadasi, di siksa, bahkan dibunuh. Namun karna kebersamaanya berinteraksi dengan alquran membuat mereka menjadi orang orang yang tabah. Nadimah khatul, muslimah dari afganistan contohnya. Beliau di penjara oleh para komunis selama enam tahun. Dan ia mengatakan “ kami sangat sering mendapatkan siksaan. Namun membaca dan mengkaji alqur’an membantu kami untuk bersabardan bertahan menghadapinya.
2. melembutkan hati. Disuatu waktu pada saat kami
kajian, ada pemuda yang ingin ke kamar mandi masjid. Tiba-tiba ia mendengar
suara yang membuat hati nya tenang. Ketika ia mencari sumber nya, ternyata suara
yang membuat hati nya tenang berasal dari ustadz yang sedang membacakan petikan
ayat. Lalu, ia duduk di paling pojok belakang sambil mendengarkan kajian kami.
Lalu ia menangis dan mengatakan kepada ustadz kami “ ustadz, apakah saya boleh
mengikuti kajian ini ? tapi saya telah melakukan dosa-dosa besar “ . Dengan
tenang ustadz kami menjawab “tidak ada yang melarang anda bergabung dengan
kami, meskipun anda telah melakukan dosa, karna kajian ini untuk orang orang
yang ingin memperbaiki diri, bukan untuk orang yang suci“ setelah kejadian itu,
sang pemuda berubah sangat drastis.
3. Mengokohkan
jiwa. Sungguh setiap permasalahan di dalam kehidupan kita sudah ada jawabanya
di alquran. Maka berbahagialah orang yang menjadikan alquran sebagai pedoman
hidunya.
4. Memberikan
nasihaat atau obat. Sebagian besar isi alquran adalah kisah kisah yang didalam
nya penuh dengan nasihat. Surat alkahfi contohnya,hampir seluruh nya kisah.
Dimulai dari kisah pemuda yang lari ke gua demi menyelamatkan iman nya dari
pemimpin yang dzolim. Dan dilanjutkan dengan kisah dua orang petani, salah satu
diantara mereka sangat sombong dengan mengatakan “ besok kita akan panen “
tanpa melibatkan allah. Dan dia sangat kikir dengan hasil panen yang ia
peroleh. Lalu kisah nabi musa yang sedang berguru dengan nabi khidir dan di
dalam nya penuh dengan pelajaran. Dan di tutup dengan kisah dzulqornain, yang
menjadi janji di hari akhir kelak. Dan seluruh kisah itu semua berisi nasehat
bagi orang orang yang berakal.
Dari penjelasan di atas kita ketahui
bahwa keuntungan berinteraksi dengan alquran itu memiliki manfaat yang dahsyat
sehingga kita sebagai umat muslim sudah seharusnya selalu brinteraksi dengan
alquran agar menjadi mulia. Seperti sabda rasulullah SAW:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ
وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik dari kalian adalah orang yang mempelajari
Al-quran dan mengajarkannya.”
Mahasiswa Stei Sebi*
