Menghitung
Kinerja Keuangan Kuartal 1/2020 PT Unilever Indonesia Tbk (Melalui
Profitabilitas Perusahaan)
Oleh Luthfiyyah
Profitabilitas
adalah rasio atau perbandingan untuk mengetahui kemampuan perusahaan untuk
mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait penjualan, aset,
dan ekuitas berdasarkan dasar pengukuran tertentu. Dengan menggunakan rasio ini
akan dapat diketahui kelangsungan hidup perusahaan (going concern).
PT
Unilever Indonesia Tbk telah menyampaikan Laporan Keuangan Interim Unaudited
kepada Bursa Efek Indonesia pada 29 April 2020. Berdasarkan Laporan Keuangan
Kuartal 1 dapat diperoleh informasi terkait profitabilitas perusahaan yang
dapat dihitung dengan menggunakan beberapa jenis rasio profitabilitas yang
sering dipakai untuk meninjau kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.
1.
Gross Profit Margin
Menunjukan
kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba kotor yang dapat dicapai dari
setiap penjualan. Gross profit margin merupakan perbandingan laba kotor dan
penjualan pada periode yang sama. Semakin besar hasil perhitungan menandakan
semakin baik kondisi keuangan perusahaan.
Berikut cara
menghitungnya:
(Laba kotor
perusahaan/ Pendapatan perusahaan) x 100%
= (5,847893/11,152919) x 100%
= 52%
2.
Operating Profit Margin
Profit
margin operasi menggambarkan laba bersih sebelum bunga dan pajak yang didapat
dari penjualan perusahaan. Rasio ini dapat dilihat pada laporan laba rugi pada
bagian analisis common size. Rasio ini juga diinterpretasikan
sebagai ukuran efisiensi bagaimana perusahaan menekan biaya-biaya pada suatu
periode. Cara menghitungnya adalah dengan rumus berikut:
(Laba
operasi/Penjualan bersih)
=
(2,389456/11,152919)
= 21%
3.
Net Profit Margin
Net
profit margin atau margin laba bersih merupakan rasio profitabilitas untuk
menilai persentase laba bersih yang didapat setelah dikurangi pajak terhadap
pendapatan yang diperoleh dari penjualan. Margin laba bersih ini disebut
juga profit margin ratio. Rasio ini mengukur laba bersih setelah
pajak terhadap penjualan. Semakin tinggi net profit margin semakin
baik operasi suatu perusahaan. Net profit margin dihitung
dengan rumus berikut :
(Laba Bersih
Setelah Pajak/Penjualan bersih)
=
(1,862,681/11,152,919)
= 17%
4.
Return on Assets
Rasio
Pengembalian Aset merupakan rasio profitabilitas untuk menilai persentase
keuntungan (laba) yang diperoleh perusahaan terkait sumber daya atau total aset
sehingga efisiensi suatu perusahaan dalam mengelola asetnya bisa terlihat dari
persentase rasio ini. Rumus Rasio Pengembalian Aset sebagai berikut :
(Laba
Bersih/Total Aset)
=
(1,862,681/21,543,649)
= 9%
Rasio profitabilitas menunjukan kemampuan perusahaan menghasilkan
keuntungan (laba), dengan menggunakan rasio profitabilitas ini akan dapat
diketahui kelangsungan hidup perusahaan (going concern). PT Unilever Indonesia
Tbk mengumumkan keuangan pada triwulan I / 2020 ini sudah mulai mencerminkan
kinerja Covid-19 yang mulai mewabah pada bulan Maret. Perusahaan
menyetujui akan terus membahas tentang perkembangan virus ini dan telah
mengambil langkah antisipasi.
“Kejadian luar biasa virus corona (“COVID-19”) sejak bulan Maret
2020 telah meningkatkan ketidakpastian atas lingkungan di mana Perseroan
beroperasi dan telah mempengaruhi posisi keuangan dan hasil operasi Perseroan.
Perseroan terus memantau dampak perkembangan kejadian luar biasa tersebut
terhadap aktivitas usaha Perseroan dan telah mengambil langkah-langkah
antisipasi yang dapat meminimalisasikan dampak dari kejadian luar biasa.,
”dikutip dari catatan atas laporan keuangan (Peristiwa Setelah Periode
Pelaporan).
Oleh
: Luthfiyyah (Mahasiswi STEI SEBI, Akuntansi Syariah 2017)
Referensi Tulisan :
·
LAPORAN
KEUANGAN INTERIM 31 MARET 2020 DAN 31 DESEMBER 2019 PT UNILEVER INDONESIA Tbk
UNAUDITED
·
Surat Pengantar
Lapkeu UNVR Q120 BEI (Tangerang, 29 April 2020)
·
Jurnal Enterpreneur
: PANDUAN AKUNTANSI 4 Cara
Menilai Kinerja Perusahaan dengan Rasio Keuangan
·
Jurnal
Enterpreneur : PANDUAN AKUNTANSI Pengertian,
Fungsi, Jenis dan Contoh Rasio Profitabilitas
