6 Langkah Atasi Resiko Bisnis di Masa New Normal

 6 Langkah Atasi Resiko Bisnis di Masa New Normal

Oleh: Tsabita Aulia




Dalam masa pandemic Covid-19 ini salah satu kegiatan penting yang dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis ekonomi adalah melakukan bisnis melalui online atau offline. Namun beberapa pebisnis terkadang melupakan hal penting sebelum memulainya yaitu analisis resiko apa saja yang akan terjadi saat berbisnis. Berdasarkan ISO 3000 yang bersumber pada Guide 73:2009 “resiko adalah ketidakpastian yang berdampak pada sasaran”. Dengan istilah lain Resiko adalah suatu peristiwa yang disebabkan oleh alam atau ulah manusia yang kemungkinan terjadinya belum dapat dipastikan dan besar dampaknya pada sasaran juga belum jelas.


Manajemant Resiko dalam berbisnis sangatlah penting karena sebagai aktivitas organisasi atau perusahaan yang terarah dan terkoordinasi, sangat berkaitan dengan resiko bisnis yang dijalani dari mulai prinsip, kerangka keja, maupun prosesnya. Prinsip menjadi acuan utama yang menjadi panduan dalam pelaksanaan manajemant resiko, kerangka kerja yaitu landasan dan pengaturan organisasi untuk penerapan manajemant resiko, sedangkan proses manajemant resiko adalah rangkaian kegiatan manajemant resiko yang menangani resiko satu persatu (Individual Risk) dan berkelompok sesuai dengan jenis sasaran yang terpengaruh.


Langkah manajemant resiko pada perusahaan atau saat berbisnis secara sederhana, ada beberapa langkah:


 1) Memahami sasaran dan konteks risiko merupakan ancaman dan peluang sebagai manifestasi dari ketidakpastian dalam pencapaian sasaran. Ketidakpastian ini timbul karena lingkungan new normal yang dihadapi dalam upaya pencapaian sasaran baik lingkungan di luar maupun di dalam organisasi, senantiasa mengalami perubahan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami sasaran yang efektif dan konteks lingkungan yang dihadapi dalam upaya pencapaiannya.


2) Identifikasi risiko ini adalah proses untuk mengidentifikasi ketidakpastian yang merupakan peristiwa-peristiwa, yang mungkin terjadi sepanjang proses pencapaian sasaran. Konsekuensi ini dapat bersifat positif ataupun negatif. Proses identifikasi ini haruslah cukup komprehensif mencakup semua konteks dan proses bisnis terkait pencapaian sasaran.


3) Analisis risiko pada tahapan ini mulai diperkirakan tingkat kemungkinan terjadinya dan berapa besar dampaknya semua risiko yang telah teridentifikasi. Selain itu, diperiksa pula apakah pada risiko-risiko yang ditemukan telah terdapat pengendalian dan apakah efektif. Sesuai dengan prinsip Pareto, yaitu 20% dari jumlah tetapi mempunyai dampak 80% dari keseluruhan. Hanya risiko yang masuk kategori Pareto inilah yang akan kita teruskan unțuk dilakukan evaluasi lebih lanjut.


4) Evaluasi risiko proses evaluasi ini adalah proses memilah mana risiko yang akan dilakukan perlakuan risiko dan mana yang tidak akan dilakukan perlakuan risiko. Setelah itu, dilakukan urutan prioritas perlakuan risiko dari risiko-risiko yang masuk dalam kategori Pareto ini.


5) Perlakuan risiko Sesuai dengan urutan hasil evaluasi risiko maka akan dilakukan perlakuan risiko, masing-masing sesuai kebutuhannya. Ada lima opsi perlakuan risiko, pertama menghindari risiko. Kedua, menerima risiko. Ketiga, berbagi risiko. Keempat, melakukan mitigasi risiko negatif, dan yang kelima melakukan eksploitasi risiko positif, baik kemungkinan maupun dampaknya. Perlakuan risiko dimulai dengan pemilihan opsi risiko, penetapan sasaran perlakuan risiko, perencanaan perlakuan risiko, analisis manfaat dan biaya, kemudian pelaksanaan rencana perlakuan risiko, serta monitoring dan review. yang harus diperhatikan dalam melakukan perlakuan risiko adalah adanya multikemungkinan dan multidampak pada setiap peristiwa risiko.


6) Pelaporan risiko merupakan pelaporan keseluruhan proses dari nomer 1 hingga nomer 5, tahap demi tahap untuk memastikan bahwa proses manajemen risiko berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dengan begitu penanganan resiko dalam berbisnis dapat diatasi.


Risiko Organisasi menghadapi banyak sekali paparan risiko, baik yang berasal dari dalam organisasi maupun luar organisasi. Manajemen risiko akan mencoba menangani dengan mengelompokkan berbagai jenis risiko, baik yang berasal dari internal maupun eksternal.


Itulah beberapa tips atasi resiko didalam bisnis, Melalui artikel ini semoga dapat menambah pengetahuan dalam berbisnis khususnya mengenai bagaimana cara menganilisis resiko yang akan dihadapi dimasa akan datang.

 

 

Semarang, 18 Agustus 2020

Ditulis oleh: Tsabita Aulia, Mahasiswa Bisnis Syariah

Sumber Referensi: Leo J.Susilo dan Victor Riwu Kaho, Manajemant Risiko Berbasis ISO 31000:2018

0/Post a Comment/Comments