[wartanusantara.id] Meski keislaman Mu'awiyah bin Abu Sufyan terlambat, namun ia memiliki keistimewaan tersendiri. Mu'awiyah sendiri pernah menjadi juru tulis Rosulullah Saw.
Pada masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shidiq, bani Umayyah (termasuk di dalamnya ada Mu'awiyah bin Abu Sufyan) memiliki peran besar dalam penaklukan di bumi Syam dari kekuasaan Dinasti Byzantium (Romawi Timur).
(Foto : tempatkaligrafi.blogspot.com)
Populernya Mu'awiyah bin Abu Sufyan baru muncul pada zaman Khalifah Umar bin Khatab. Khalifah Umar pernah menugaskan untuk menaklukkan Qaisariyah. Khalifah Umar pun menunjuk Mu'awiyah sebagai Gubernur Syam untuk menggantikan kakaknya yang wafat karena wabah.
Khalifah Umar bin Khatab termasuk salah satu orang yang ahli dalam menilai kapabilitas seseorang. Penugasan yang diberikan oleh Khalifah Umar bukan sembarangan orang. Orang tersebut memiliki kemampuan yang diharapkannya dalam menjalankan tugas Khalifah Umar.
Pada suatu saat Khalifah Umar bin Khatab bersama Abdurrahman bin Auf datang ke Syam. Maka Mu'awiyah menyambutnya dengan sebuah rombongan pengawalan yang besar.
Maka Khalifah Umar mengingkarinya, dan berkata,"Kamukah pemilik rombongan pengawalan yang besar itu?"
"Benar," jawab Mu'awiyah.
Umar berkata, "Sekalipun saya telah mendengar bahwa orang-orang dengan berbagai hajat harus berbaris antri di depan pintumu?"
Mu'awiyah menjawab, "Sebagaimana yang telah anda dengar."
Umar bertanya, "Lalu mengapa kamu melakukan ini? Sungguh, aku berniat memerintahkanmu berjalan dengan tidak beralas kaki ke bumi Hijaz."
Mu'awiyah berkata, " Ya Amirul Mukminin, sesungguhnya kami berada di suatu wilayah, mata-mata musuh di mana-mana, maka sepatutnya kita memperlihatkan kekuatan dari kekuasaan kita yang mengangkat kemuliaan Islam dan orang-orangnya dan membuat musuh-musuhnya gentar. Namun bila anda memerintahkan, maka aku akan laksanakan dan bila Anda melarang, maka aku akan menghentikan."
Umar berkata, " Aku tidak bertanya kepadamu tentang sesuatu kecuali kamu membuatku seolah-olah berada dalam sempitnya sela-sela gigi geraham (tidak berkutik). Bila apa yang kamu katakan itu benar, maka sungguh ia adalah pendapat orang yang bijak, bila ia batil, maka sungguh ia adalah tipu muslihat orang yang ahli."
Mu'awiyah berkata, "Perintahkan sesuatu kepadaku wahai Amirul Mukminin."
"Aku tidak memerintahkan dan tidak melarangmu," jawab Umar.
Seorang lelaki (Abdurrahman bin Auf) berkata kepada Umar, "Wahai Amirul Mukminin, betapa bagusnya jawaban anak muda itu terhadap pertanyaan yang anda ajukan kepadanya." Maka Umar menjawab, "Ketepatan jawaban dan dialognya itulah yang membuat kami menugaskannya memikul apa yang kami tugaskan kepadanya.
Sumber ; Disimpulkan dari buku biografi Mu'awiyah bin Abu Sufyan karya Ali Muhammad Ash-Shallabi.
