WARTANUSANTARA.ID|JEPANG-- Pengaruh kekuatan militer China di Pasifik dan kemajuan program nuklir dan misil Korea Utara memaksa Jepang untuk merubah doktrin perangnya.
Pemerintah Jepang telah memperbarui tiga doktrin nasionalnya bulan ini: Strategi Keamanan Nasional, Dasar Pertahanan Nasional, dan Program Pertahanan Jangka Panjang.
Dikutip dari savunmasanayist, Jepang "tidak dapat mengatasi pertahanan rudal sendirian, dengan negara-negara seperti China dan Korea Utara sebagian besar memasok benteng rudal mereka".
Baru-baru ini, pengeluaran pertahanan nasional Jepang mencapai rekor tertinggi dalam rancangan anggaran sebesar 114,3 triliun yen (sekitar 855 miliar dolar AS) untuk mencakup April 2023-Maret 2024.
Untuk memperkuat pertahanan nasionalnya, dilaporkan pasukan bela diri Jepang akan berkonsentrasi pada pengujian model kendaraan udara tak berawak (UAV) dengan kemampuan pengintaian dan serangan.
Dikutip dari savunmasanayist, pasukan Jepang berencana untuk menguji drone Bayraktar TB2 buatan Turki dan MQ-9 buatan Amerika selama proses pengujian.
Siapakah yang akan menang, Turkiye apa AS? Kita lihat nanti.
Diolah dari savunmasanayist
Foto : savunmasanayist
