2. Kedua, teknologi baru sekarang akan mengubah peta dunia dan menciptakan strata ekonomi baru diantara negara. Ada industri-industri besar tetapi penggunaan robot misalnya, akan mengurangi jumlah tenaga kerja, pada saat yang sama, manusia membutuhkan pekerjaan
3. Ketiga, deglobalisasi akan menyebabkan perubahan aliansi antar negara. Terciptanya tren: negara yg bisa bertahan adalah negara yg populasi, sumber daya dan wilayahnya dpt menciptakan pasar domestik sendiri. Indonesia punya potensi itu: wilayah luas, penduduk banyak, sumberdaya kuat.
4. Keempat, perubahan supply-demand. Sistem keuangan sekarang: memberikan pinjaman kepada pabrik dan pinjaman kepada pembeli misalnya SISTEM KREDIT. Pasca perang dingin, Amerika perlu menghidupkan China. Disana ada populasi tapi tidak punya teknologi. Diberikan teknologi, Amerika dapat tenaga kerja yang murah. Produknya dibawa ke Eropa, sehingga China tumbuh secara ekonomi. Teknologi akan segera merubah ini semua
5. Kelima, perubahan teknologi menyebabkan perubahan struktur sosial. Kelas menengah akan hilang. India misalnya disana ada 1,5 milyar manusia, tapi yang sejahtera hanya sekitar 230-300 juta orang saja. Sisanya miskin. Amerika, disana ada 50 jutaan orang miskin. Trump, kemarin jadi presiden Amerika karena mewakili perasaan kelompok menengah Amerika yang sedang kesulitan secara Ekonomi
6. Keenam, efek lanjut adalah munculnya persoalan keadilan sosial. Ideologi yang sekarang ada tdk bisa memberikan jawaban atas persoalan ini. Kapitalisme maupun komunisme
7. Ketujuh, itulah sebabnya kita perlu menjadi superpower baru. Negara yang secara militer kuat, ekonomi makmur, teknologi maju, dan rakyatnya sejahtera
Indonesia bisa menjadi contoh bagi dunia, bahwa disini: agama, demokrasi, kemakmuran, dan keadilan sosial bisa dipadukan dengan indah. Untuk memberi pelajaran bagi dunia.
*) Disarikan dari Dialog Ketum Anis Matta bersama Pemred dan Wartawan Se-Sulsel (24/2/2023)
-Arif Mahmudah (Bid. Komunikasi Narasi Gelora Sulsel)-
