WARTANUSANTARA.ID|TURKIYE-- Dilansir dari SavunmaSanayiST, Presiden Recep Tayyip ErdoÄŸan melakukan kunjungan ke perusahaan Baykar. Baykar merupakan perusahaan pertahanan yang memproduksi Bayraktar TB2, AKINCI, dan KIZILELMA.
Presiden Erdogan berpose dengan jet tempur tanpa awak Baykar Kizilelma, di belakangnya terlihat seperti drone Bayraktar TB 3.
Bayraktar TB 3 tampaknya telah menyelesaikan sebagian besar kegiatan perakitannya. Drone ini diperkirakan akan memulai uji taksi dan melakukan penerbangan pertamanya pada semester pertama tahun ini.
Drone Bayraktar TB 3 direncanakan akan ditempatkan di kapal induk amfibi pertama Turki, TCG Anadolu. TCG Anadolu akan dapat beroperasi dengan 50 hingga 110 Bayraktar TB3 tergantung pada konfigurasinya.
Bayraktar TB 3 dikembangkan dari Bayraktar TB 2. Drone ini memiliki sayap yang dapat dilipat, muatan SATCOM, berat lepas landas 1450 kilogram, waktu udara 24 jam, 6 stasiun senjata dan kemampuan untuk beroperasi di ketinggian.
Drone ini akan dilengkapi dengan berbagai persenjataan pintar berpemandu laser, seperti rudal anti tank L-UMTAS, bom MAM-C, MAM-L, dan MAM-T, rudal Cirit, rudal BOZOK, mortir udara TOGAN dan KUZGUN. Drone ini juga akan memiliki sistem sensor optik/inframerah/laser (EO/IR/LD) atau radar AESA multi mode untuk pengintaian dan penargetan.
Bayraktar TB 3 diharapkan akan meningkatkan kemampuan proyeksi kekuatan Turki di wilayah Mediterania dan sekitarnya. Drone ini juga akan menjadi alternatif bagi Turki yang tidak bisa mendapatkan pesawat tempur F-35B dari Amerika Serikat karena sanksi terkait pembelian sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia
