WARTANUSANTARA.ID|NASIONAL-- Usulan Hari Ekonomi Kreatif Nasional memasuki babak baru, berkat usulan dan dorongan semua pelaku ekonomi kreatif, Kemenparekraf menggelar sosialisasi Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) yang turut dihadiri oleh Komisi X DPR RI dan perwakilan 17 Sub Sektor Ekfaf di Hotel Mercure harmoni, Jakarta Pusat, Jum’at (26/05/2023).
“InsyaAllah jadi Hari Ekonomi Kreatif Nasional kita usulkan bersama nanti bisa (diperingati setiap) 24 Oktober” ujar Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno yang hadir secara daring.
Beliau melanjutkan bahwa hal ini sesuai dengan nafas dan juga semangat yang disampaikan oleh Bapak Presiden RI Joko Widodo dalam WCCE di Bali beberapa waktu lalu bahwa ekonomi kreatif adalah tulang punggung ekonomi dan masa depan kita semua.
Ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor yang sangat penting dan menjadi tulang punggung dalam perekonomian Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2020, kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai sekitar 7,4%, dengan nilai sekitar Rp 1.087 triliun.
Selain itu, sektor ekonomi kreatif juga memberikan kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja, dimana pada tahun yang sama tercatat sekitar 17,6 juta orang bekerja di sektor ekonomi kreatif. Kekuatan ekonomi kreatif Indonesia berasal dari keanekaberagaman budaya dan seni yang sangat kaya, sehingga menjadi salah satu keunggulan dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif.
Dalam sosialisasi ini juga menghadirkan talkshow lintas sektor dengan narasumber Nisa Rengganis seorang pemerhati kebijakan publik, Tika Ramlan pelaku ekraf sub sektor kuliner dan fesyen yang juga seorang entertainer, Bapak Fajar Hutomo Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf, Ibu Hj. Lisda Hendrajoni anggota Komisi X DPR RI.
“Komisi X DPR RI mendukung mengapresiasi dan mendukung penuh usulan Hari Ekonomi Kreatif Nasional karena sebagai pengingat untuk agar (ekonomi kreatif) kita menjadi lebih baik lagi” ujar Ibu Hj Lisa Hendrajoni. Dan sudah sepatutnya hal ini perlu kita penuhi dan lakukan seiring dengan teknologi yang berkembang agar pelaku ekraf kita memiliki daya saing lanjutnya.
Diskusi berlangsung menarik dan sangat positif terutama bagaimana semua pihak pentahelik dapat berkontribusi dalam memajukan ekonomi kreatif Indonesia dengan berbagai usaha yang bersifat kolektif.
Pemerintah Indonesia telah memberikan banyak dukungan untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif, seperti regulasi, memberikan insentif bagi pelaku ekraf, meningkatkan akses ke pasar global, serta memberikan pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan kualitas produk kreatif.
Kegiatan ini dihadiri juga oleh Bapak Muhammad Neil El Himam Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf serta perwakilan dari asosiasi, komunitas dan lembaga dari 17 sub sektor ekonomi kreatif yang hadir baik offline maupun online, dan alhamdulillah semuanya mendukung Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) bisa segera terwujud (Arifin Ihsan).
