WARTANUSANTARA.ID|INTERNASIONAL-- Hingga kini negara Perancis dilanda kerusuhan hampir di seluruh kota. Penyebab kerusuhan di Perancis adalah penembakan fatal seorang remaja berusia 17 tahun oleh seorang polisi karena pelanggaran lalu lintas di Nanterre, pinggiran Paris, pada 27 Juni 2023. Remaja tersebut bernama Nahel dan merupakan keturunan Aljazair.
Kerusuhan di Perancis bukan karena imigran dari Timteng. Hal ini diungkapkan oleh akunTwitter @herricahyadi yang menanggapi cuitan @NdrewsTjan.
"Ini narasi sesat & rasis. Kerusuhan di Perancis itu tidak ada urusan dg Timteng atau imigran Timteng. Nahel itu warga Perancis keturunan Aljazair." ujar Herri.
Kerusuhan di Perancis disebabkan adanya diskriminasi terhadap keturunan yang ada di suburban atau kota pekerja Perancis sejak lama. Bukan karena tiba-tiba terjadi kerusuhan ketika gelombang imigran tiba.
"Topik diskriminasi dan rasialis ini sudah lama di Perancis. Bukan ujug-ujug terjadi setelah gelombang imigran ke Eropa.
Perlu diingat, negara jajahan Perancis itu banyak dan warga keturunan yg ada di Perancis adlh asap dr api yg telah Perancis ciptakan sendiri," tutup Herri.
Ini narasi sesat & rasis. Kerusuhan di Perancis itu tidak ada urusan dg Timteng atau imigran Timteng. Nahel itu warga Perancis keturunan Aljazair.
— Herriy Cahyadi (@herricahyadi) July 1, 2023
Lebih luas lagi, topik ini terkait diskriminasi thdp warga keturunan yg ada di suburban atau kota pekerja Perancis spt Nanterre.
🤦🏻♂️ https://t.co/BnXBCGnazV
