Ditulis oleh
Fajar Fitra A’idil Saputra
Mahasiswa STEI SEBI Depok
[WARTANUSANTARA.ID] Ada beberapa hamba yang doanya optimis selalu dikabulkan yaitu:
1. Seorang hamba yang dizalimi. Allah SWT sudah berjanji bahwa Dia pasti akan selalu menolong orang-orang yang dizalimi walaupun setelah beberapa waktu yang lamanya.
2. Seorang hamba yang dizalimi, tanpa dosa dan kesalahan, hanya karena mempertahankan kebenaran, atau tidak mau tunduk kepada kemauan penguasa yang zalim, tidak ada lagi yang bisa dimintakan pertolongan kecuali kepada Allah sesuai dengan fitrahnya manusia yang mengakui adanya Allah.
Allah SWT telah mengharamkan kezaliman atas dirinya sendiri. Allah membenci kezaliman karena tidak sesuai dengan jati ddirinya Dalam sejarah Ada banyak bangsa yang dizalimi, akhirnya bisa keluar dari kezaliman itu seperti salah satunya dalam kisah “Ashhabul Ukhdud” di Yaman yang melawan tirani Raja Himyar dari Dinasti Tubba’ yang bergelar Dzu Nuwas al Himyari. Dia membakar orang nasrani Najran di parit yang penuh dengan api. Hanya karena ikut ajaran Nabi Isa . Bangsa Israel bisa keluar dari cengkeraman raja Fir’aun, dan Fir’aun beserta bala tentaranya mati tenggelam. Dan masih banyak lagi contoh-contoh yang lain. Semuanya menjadi pelajaran bahwa kezaliman adalah sesuatu yang dibenci oleh Allah. Allah Yang Rahman dan Rahim menginginkan agar kehidupan ini berhias kerahiman, kedamaian, dan ketenteraman. Islam yang benar adalah Islam yang rahmatan lil ‘alamin.Sementara itu, doa orang tua yang tersakiti oleh anaknya cepat ditanggapi oleh Allah. Orang tua yang sampai mendoakan buruk kepada anaknya pastilah karena perilaku anaknya sudah keterlaluan. Oleh sebab itu kita sebagai hamba selalu berhati-hatilah terhadap doa orang tua. Doa yang keluar dari mulutnya sangatlah begitu tajam. Begitu juga Orang tua pun jangan gampang mendoakan buruk kepada anaknya, karena jika terjadi apa-apa terhadap anaknya, dia akan menyesal seumur hidupnya.
Berikut ini Di antara doa-doa yang akan dikabulkan Allah adalah:
1) Doanya orang yang puasa
2) Penguasa yang adil
3) Musafir
4) Doa teman dalam kesendirian
5). Ketika turun hujan
6) Ketika berkecamuknya perang
7) Setelah tergelincirnya matahari sebelum shalat zuhur
8) Ketika masih kaya, sehat, berkuasa, lalu terkena kesusahan
9) Ketika sujud
10) Sepertiga malam terakhir
11) Ketika iqamah shalat
12) Hari Arafah
13) Setelah shalat fardhu
14) Soa orang-orang saleh
15) Doa dengan Nama Allah Yang Agung
16) Hari jumat, terutama sebelum terbenam matahari
17) Di Muzdalifah
18) Shafa dan Marwah
19) Tempat-tempat menjalankan ibadah haji. Multazam, antara sumur zamzam dan Hajar Aswad, antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, ketika minum air zamzam, jumrah Ula dan Wustha di Mina
20) Ketika khatam Qur’an
21) Bulan Ramadhan, terlebih pada Lailatul Qadar
Seorang muslim hendaknya bisa memanfaatkan momentum yang pas untuk berdoa dengan melibatkan tatacara berdoa, menghadap kiblat, berwudhu, menengadahkan kedua tangan, memuji Allah, bershalawat dan salam, jika perlu sambil berdiri, seperti Nabi sebelum Perang Badar, khusyuk, penuh kehadiran hati, memaksa Allah untuk mengabulkan doanya. Insya Allah doanya terkabul.
.jpg)