Ditulis oleh Nadia Syafiqoh
Mahasiswa STEI SEBI Depok
[WARTANUSANTARA.ID] Artificial intelligence atau AI merupakan teknologi kecerdasan buatan yang memiliki potensi besar dalam mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Teknologi AI telah muncul di Indonesia sejak 1980-an dengan memiliki kemampuan meniru kecerdasan manusia seperti, kemampuan untuk belajar, memecahkan masalah, mengambil keputusan, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Kehebatan AI yang akan terus berkembang tersebut telah diakui dunia dan diterapkan pada berbagai sektor seperti pemerintah, kesehatan, finansial, editing, dan lain-lain dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan efektivitas hidup.
Dibalik kontribusinya dalam meningkatkan kualitas hidup, namun nyatanya AI juga menjadi kelemahan yang dapat mengancam kehidupan manusia.
Risiko tergantinya profesi manusia
AI dengan mudah mempelajari suatu hal, menganalisis, dan memecahkan masalah sehingga menghasilkan jawaban yang lebih cepat dan akurat dibandingkan manusia yang memerlukan waktu untuk berpikir dan menganalisa yang berisiko pada kekeliruan. Selain itu, penggunaan AI yang tidak memerlukan biaya besar, berbanding terbalik dengan manusia yang membutuhkan gaji untuk memenuhi kehidupan. Keberadaan AI dikatakan dapat menggantikan profesi manusia dikarenakan Kemampuan AI yang akan berdampak pada pengurangan tenaga kerja manusia disebabkan oleh perusahaan yang menginginkan produktivitas yang besar dengan pengeluaran biaya yang minim.
Mengancam privasi dan keamanan pengguna
Sistem algoritma AI yang canggih dan kompleks membuatnya mampu menganalisis data secara detail, mengidetifikasi pola, dan memberikan hasil yang akurat sehingga berpotensi dapat mengungkap informasi yang sensitif, seperti informasi keuangan, kesehatan, dan identitas pribadi tanpa sepengetahuan individu yang bersangkutan.
Keberadaan teknologi Artificial intelligence bukan berarti tuk dianggap sebagai musuh bagi manusia, tetapi Artificial intelligence dapat menjadi asisten yang hidup berdampingan seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat. Oleh karena itu, perlu adanya sinkronisasi antar manusia dan teknologi AI dengan menjadikan AI sebagai peluang dan mengatasi ancaman sebagai berikut
Adaptasi dan mengembangkan keterampilan
Dibalik keunggulannya, artificial intelligence masih memiliki keterbatasan yang tetap memerlukan campur tangan manusia. Untuk itu, selayaknya manusia mampu beradaptasi dan terampil dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi baru dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Keterampilan yang masih memerlukan bantuan manusia disaat teknologi AI belum mampu memproses nya seperti, berinteraksi antar manusia, keterampilan dalam memecahkan masalah yang kompleks, analisis yang mendalam, kepemimpinan, pemantauan, dan masih banyak lagi. Dalam hal tersebut, diperlukan dorongan dari stakeholder dalam persiapan menghadapi perubahan seperti pelatihan dengan memberikan informasi yang up to date, jaminan keamanan ekonomi, pembangunan infrastruktur untuk mendukung transformasi pekerjaan yang disebabkan oleh perkembangan AI.
Memberikan perlindungan dan keamanan pada data pribadi
Algoritma AI dapat menganalisis data korban dengan mengumpulkan dan mengintegrasikan data dari berbagai sumber seperti media sosial, riwayat penelusuran, dan transaksi online. Dari informasi tersebut, dapat terungkap data sensitif seperti alamat, nomor telepon, dan identitas pribadi laiinya tanpa diketahui oleh korban. Oleh karena itu, perlu adanya jaminan keamanan dan perlindungan pada data pribadi dalam penggunaan AI. Penting untuk memperhatikan keamanan dengan mempertingkan langkah-langkah untuk memastikan penggunaan AI yang bertanggung jawab dan terlindungi dengan mengikuti regulasi privasi yang berlaku seperti pemisahan dan anonimisasi data, pengaturan akses yang ketat, mekanisme enkripsi yang aman, serta kebijakan privasi yang jelas dan transparan. Selain itu, diperlukan juga pemantauan yang efektif untuk memastikan standar privasi yang relevan.
