[WARTANUSANTARA.ID] Pendaftaran sebagai peserta Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI ternyata berpengaruh terhadap elektabilitas para bakal calon presiden (bacapres). Hasil survei terbaru menunjukkan bahwa dua bacapres mengalami kenaikan, sementara satu bacapres mengalami penurunan.
Berdasarkan hasil survei PatraData Research Consulting yang digelar medio 25 hingga 30 Oktober 2023, bacapres Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto dan bacapres Koalisi Perubahan Anies Baswedan mencatatkan kenaikan elektabilitas dibanding sebelum pendaftaran. Prabowo mendaftar ke KPU RI sebagai bacapres, dan menggandeng putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka sebagai bacawapres. Sedangkan Anies yang mendaftar ke KPU RI menggandeng Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai bacawapresnya.
"Prabowo Subianto mengalami kenaikan angka elektabilitas dari awal Oktober 37,1 persen menjadi 42,4 persen di akhir Oktober, atau mengalami kenaikan sebesar 5,3 persen," ujar Manajer Riset PatraData Research Consulting, Rezki Adminanda¹. "Hal yang sama juga terlihat pada tren elektabilitas Anies Baswedan yang mengalami kenaikan dari 16,8 persen di awal Oktober menjadi 19 persen di akhir bulan Oktober ini atau naik 2,2 persen," sambungnya.
Sementara itu, bacapres dari Koalisi PDI Perjuangan Ganjar Pranowo justru mencatatkan penurunan elektabilitas pascamendaftar ke KPU RI, bersama pasangan yang disepakati partai-partai anggota koalisi, Mahfud MD. "Hal yang berbeda pada Ganjar Pranowo yang mengalami tren penurunan elektabilitas dari 28,9 persen di awal Oktober menjadi 26,6 persen di akhir Oktober," demikian Rezki.
Hasil survei PatraData Research Consulting sejalan dengan hasil survei Indikator Politik Indonesia yang juga menunjukkan bahwa Prabowo mengalami kenaikan elektabilitas dari 23 persen Maret 2023 menjadi 25,1 persen April 2023. Sedangkan Ganjar turun dari 30,8 persen menjadi 27,5 persen dan Anies turun dari 23,3 persen menjadi 18,8 persen³.
Survei PatraData Research Consulting kali ini menggunakan metode kontak telepon kepada responden yang dipilih secara acak dari basis data yang telah dimiliki. Survei itu memiliki toleransi kesalahan (margin of error atau MoE) kurang lebih 2,9 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei Indikator Politik Indonesia menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 1.200 responden. Survei itu memiliki MoE kurang lebih 2,83 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
NB
