(Foto : Antara Foto/Galih Pradipta)
[WARTANUSANTARA.ID] Hasil survei terbaru yang dirilis Litbang Kompas pada Minggu (10/12/2023) menunjukkan perubahan signifikan dalam elektabilitas tiga pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar berhasil menyalip pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, yang sebelumnya berada di posisi kedua. Elektabilitas Anies-Cak Imin naik menjadi 16,7 persen, sedangkan elektabilitas Ganjar-Mahfud turun menjadi 15,3 persen.
Sementara itu, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka masih bertahan di posisi pertama dengan elektabilitas tertinggi, yaitu 39,3 persen. Pasangan ini juga unggul di sejumlah provinsi di Pulau Jawa, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Survei Litbang Kompas ini dilakukan pada 1-7 Desember 2023 dengan metode wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak. Survei ini memiliki margin of error atau batas kesalahan kurang lebih 2,9 persen.
Menurut Direktur Litbang Kompas, Imam Prasodjo, perubahan elektabilitas ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain isu-isu politik, sosial, dan ekonomi yang berkembang di masyarakat, serta kinerja dan popularitas para bakal capres-cawapres.
"Salah satu isu yang berpengaruh adalah putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) yang menghentikan Anwar Usman dari kursi Ketua MK. Isu ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan publik, terutama terkait dengan usia capres-cawapres," kata Imam dalam konferensi pers, Minggu.
Imam menambahkan, survei ini juga menunjukkan bahwa masih ada sekitar 28,7 persen responden yang belum menentukan pilihan atau tidak menjawab. Hal ini menunjukkan bahwa elektabilitas tiga pasangan bakal capres-cawapres masih bisa berubah seiring dengan perkembangan situasi politik.
NB
