[WARTANUSANTARA.ID] Saya mau berkisah tentang bagaimana nama Anies Baswedan muncul di Partai NasDem untuk jadi calon Presiden.
Supaya singkat, kisah dimulai dari Mei 2022, saat Ketua Umum NasDem Surya Paloh mengundang Gubernur Jakarta Anies Baswedan ke pulau tempat Surya Paloh rehat.
- utas
Anies datang menemui Surya Paloh. Ada dua atau tiga petinggi NasDem lainnya menemani. Salah satunya yang bercerita kepada saya mengenai momen ini.
Surya Paloh (SP): Nies, Abang punya tawaran untukmu. Ini demi bangsa dan negara. Pertama, kau jadi cawapres, Ganjar jadi capres.
SP: Kedua, kau jadi capres. Ketiga, kau jadi gubernur lagi.
Anies Baswedan (AB): Siap, Bang (apapun pilihannya).
SP: Ok. Kita salaman.
SP dan AB salaman.
Sejak itu, Gondangdia menjalin komunikasi dengan AB dan kemudian juga berusaha menjangkau PDIP dan Ganjar Pranowo.
Komunikasi dengan AB sangat lancar. Namun dengan Teuku Umar, selalu terkendala, misalnya kena COVID dan sebagainya.
Sementara Ganjar diam saja. Tak ada respons.
15 Juni 2022, NasDem mengumumkan tiga nama calon presiden. Ganjar no 1, Anies no 2, Andika no 3.
AB merespons pengumuman Rakernas NasDem ini dengan apresiasi yang baik.
GP tetap diam. Teuku Umar dingin-dingin saja.
Gondangdia juga tawarkan Ganjar-Anies ini ke Pak Lurah. Pak Lurah janjikan jawaban beberapa waktu kemudian, kalau tak salah sebulan dua bulan.
Mengapa NasDem ajukan Ganjar-Anies?
Bagi NasDem, inilah pasangan rekonsiliasi bangsa dan negara pasca-keterbelahan di Pemilu 2019. Bukan versi Fahri Hamzah yang ngarang.
Namun Pak Lurah meneng ae. Dua bulan yang ditunggu, tak ada respons.
Malah AB hendak dikriminalisasi.
Dua hari lalu, saya dapat info, ada seorang oknum yang ngongkosin wartawan untuk setiap hari nanya kasus Formula E di KPK. Tujuannya tentu agar AB di-downgrade atau bahkan malah gagal maju ke Pemilihan Presiden.
Sebegitunya operasi sikat AB ini.
Akhir September 2022, upaya kriminalisasi itu makin kencang. AB terancam jadi tersangka.
NasDem akhirnya undang pimpinan PKS dan Demokrat untuk membicarakan perihal ini. Tiga pimpinan partai itu gelar pertemuan. Apa isi pertemuannya?
SP tawarkan deklarasi bersama umumkan Anies sebagai calon presiden untuk menyelamatkan.
Prinsipnya kira-kira begini: Lebih baik digebuki di tempat yang terang, daripada di tempat yang gelap.
Namun PKS & Demokrat tak berani saat itu. Belakangan kita tahu Demokrat berkhianat.
SP sampai bicara begini: Apa kalian rela besok mau nikah, hari ini pengantin kalian diperkosa orang? Kalau Abang tak rela. Marwah bagi Abang.
3 Okt 2022, NasDem umumkan sendiri Anies sebagai calon Presiden pada 3 Oktober 2022.
Apa makna deklarasi 3 Oktober 2022 ini?
Makna 1: Opsi 1 di mana Ganjar jadi capres sudah gugur. Dari Mei-September, PDIP, Jokowi, Ganjar, diam saja dgn tawaran NasDem.
Makna 2: Siapapun yang ingin kriminalisasi Anies, akan berhadapan dengan NasDem dan Surya Paloh.
Deklarasi 3 Oktober 2022 ini sendiri diputuskan hanya dalam waktu 2 hari. Anies baru tahu 1 Oktober. 1 Oktober pagi itu dia sedang berada di Jawa Barat ditelepon oleh Willy Aditya, meminta Anies ke Gondangdia segera.
Itulah momen salaman kedua SP dan AB. AB jadi capres NasDem.
Dalam perjalanan, Demokrat mundur dari komitmen mengusung Anies. Namun, mungkin inilah bukti ke-bejoan Anies. Justru PKB yang sedang "dikhianati" Prabowo yang merapat. Masuklah nama Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden mendampingi Anies.
Anies-Muhaimin sesungguhnya menjadi pasangan rekonsiliasi sejati pasca-Pemilu 2019. Anies yang disokong PKS dan kelompok-kelompok Islam, sementara Muhaimin dari kubu tradisionalis yang selama ini mendukung Pak Lurah.
Tapi Pak Lurah anteng-anteng wae. Jebule duwe agenda duwe.
Dan semua pencalonan Anies ini dimulai dari ikhtiar tulus Partai NasDem dan Surya Paloh untuk membawa agenda rekonsiliasi nasional. Sudah cukup keterbelahan yang meretakkan bangunan kebangsaan kita.
Perubahan itu maknanya bukan ganti rejim, tapi ...
Perubahan membawa agenda politik yang lebih baik, perubahan dengan politik yang tidak memecah belah, perubahan untuk perbaikan dan memajukan.
Oleh Arfi Bambani
Saya mau berkisah tentang bagaimana nama Anies Baswedan muncul di Partai NasDem untuk jadi calon Presiden.
— Arfi (@arfibambani) December 15, 2023
Supaya singkat, kisah dimulai dari Mei 2022, saat Ketua Umum NasDem Surya Paloh mengundang Gubernur Jakarta Anies Baswedan ke pulau tempat Surya Paloh rehat.
- utas
