Pebisnis Pemula, Harus Siap Hadapi Resiko


Ditulis oleh Iin Risma Melani
Mahasiswa STEI SEBI Depok

[WARTANUSANTARA.ID] Seorang pebisnis merupakan orang  memiliki kemampuan dan memanfaatkan dan menilai peluang bisnis, mengumpulkan sumber daya yang akan diperlukan untuk bisa menganbil sebuah tindakan yang cepat, tepat dan berguna. Seorang pebisnis (wiraswasta) merupakan orang yang pandai dan berbakat dalam mengenali peluang produk baru, bisa menetukan bagaimana cara produksinya, lalu membuat rencana marketing dan mengatur modal oprasionalnya. Dalam menjalankan usaha aka nada resiko yang harus bisa dihaadapi oleh seorang pebisnis. Resiko itu sendiri memiliki makna adanya sebuah kemungkinan mengalami kerugian dan kegagalan dalam tindakan peristiwa tertentu.

Ada beberapa resiko yang kemungkinan besar dihadapi oleh setiap pebisnis seperti, kerugian. Yang namanya bisnis pasti tidak jauh dari yang namanya kerugian, namun itu bisa diminimalisir dengan membuat rencana dan memahami resiko. Pebisnis tentunya harus mempuyai mental pantang menyerah, kerja keras dan punya mental baja, karena menjadi pebisnis tidak semudah itu. Selain tidak mempunyai mental yang kuat dan kerja keras maka usahanya akan susah akan berkembang dan berakhir dengan kerugian dan kebangkrutan.

Pebisnis harus mempunyai sikap yang jujur, tekun, berpikir cerdas, teliti, rajin, kreatif, dan selalu inovativ. Perlunya memahami resiko sebaiknya dilakukan sebelum menjalankan sebuah bisnis, maka awal dari menjalankan bisnis itu sebaiknya harus memahami resiko-resiko yang akan terjadi di kemudian hari. Sering terjadi pada pebisnis yang memiliki barang namun sangat sulit untuk dipasarkan karena mungkin produknya yang monoton dan tidak menarik atau produknya bagus dan menarik namun strategi marketingnya yang salah. Maka perlu menjadi orang yang inovativ, selalu sediakan inivasi dan beberapa cadangan serta langkah-langkah yang mengoptimalkan ketika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Agar bisnisnya nanti dapat dikelola dapat berjalan dengan optimal dan bisa memberikan keuntungan yang diharapkan dan sudah di inginkan . 

Sebagai pebisnis yang masih pemula pasti di hadapkanyang namanya resiko, dari resiko yang paling rungan sampai resiko yang paling sulit. Setiap bisnis pasti memiliki resikonya masing-masing, sering kali disebut dengan resiko pembawaan dari bisnis itu. Ada beberapa faktor yang membuat resiko sebuah usaha bertambah dan berkurang.

Pengertian resiko usaha 

Resiko usaha merupakan konsekuensi dari keputusan yang telah di ambil, ini bisa terjadi dan pada akhirnya merugikan yang punya usaha. Dalam bisnis resiko itu dapat menjadi kerugian usaha, memperbanyak hutang perusahaan yang mengakibatkan kebangkrutan, banyaknya hutang suatu perusahaan dan masalah di teknis dengan non teknis lainnya.

Resiko itu selalu dikonotasikan negative dan merugikan. Namun sebaliknya, jika suatu resiko dapat diahlikan kepada sebuah peluang maka akan menguntungkan dan itu bisa menjadi sbuah keuntungan bagi bisnis. Resiko seperti ini biasanya disebut dengan High Risk High Return. Dengan memperoleh sebuah keuntungan yang tinggi maka pebisnis juga punya resiko yang tinggi.

Seberapa penting mengetahui resiko suatu bisnis

Bagi pebisnis pemula, terkhusus bagi yang akan memulai bisnis. Lebih baik memahami dan mempelajari terlebih dahulu bagaimana mekanisme bisnis yang baru akan dijalankan. Maka dengan demikian, sangat banyak resiko yang bisa diminimalisir pebisnis pemula sebelum akan memiliki resiko dalam perusahaan menjadi sangat besar dan membuat suatu kerugian yang lebih besar bagi pebisnis pemula.

Jenis resiko usaha bagi pebisnis

Meskipun setiap pebisnis dan pengusaha memiliki rasiko. Tapi ada banyak hal yang bisa mempengaruhi resiko itu. Ada beberapa jenis-jenis resiko yang muncul bagi yang ingin memulai bisnis yaitu Inherent Risk (Resiko Bawaan), Risiko Strategi, Resiko Operasional, Resiko financial, Risiko hukum, Risiko teknologi, Risiko pengembangan aset.

Inherent Risk (Resiko Bawaan) merupakan sebuah resiko yang melekat dari sebuah bisnis. Contohnya jika pebisnis memilih menjalankan sebuah bisnis retail, modal usaha yang akan dikeluarkan tentu sangat besar. Salah satu masalah bawaan yang muncul akan adanya barang yang dijual bisa saja mengalami kerusakan dan melewati batas kadaluwarsa jika tidak terjual. Resiko bawaan setiap bisnis pasti berbeda- beda. Dengan itu pendekatan yang bisa dilakukan dalam mengurangi resiko akan berbeda.

Risiko Strategi dalam bisnis tentu menginginkan kelancaran, maka dibutuhkan strategi bisnis yang terbaik dan menantang. Namun setiap strategi pastinya memiliki resikonya masing-masing, ada resiko yang tinggi, strategi resikonya rendah dan strategi yang cenderung aman. Contohnya, dizaman sekarang sudah banyak online dan hampir menyeluruh digunakan oleh masnyarakat. Maka dengan ini strategi yang harus dilakukan dan strategi yang tepat dengan pemasaran yng offline dan online dengan stretegi marketing yang baik dan benar.

Resiko Operasional  adalah resiko yang mungkun terjadi dalam melakukan kegiatan operasional, resiko ini terbilang resiko yang sangat tinggi  namun resiko operasional tetap bisa dihapapi tidak terlalu merugokan masyarekat.

Resiko financial, resiko keuangan yang biasanya terjadi karena terjadi kesalahan dalam melakukan pencatatan, pembukuan dan anggaran perusahaan yang salah. Akan tetapi bukan hanya itu, potensi resiko keuangan akan dapat muncul akibat cash flow suatu perusahaan, keuangan suatu perusahaan jika baik tentunya dapat membuat bisnis berkembang lebih baikdan akan besar. Dalam mengatus cash flow dan efisien adalah salah satu kunci solusi yang akan dilakukan dengan tepat.

Resiko hukum, resiko ini salah satu yang dapat mengganggu keberlangsungan operasional perusahaan.
Resiko teknologi biasanya terjadi karena adanya teknologi yang sering digunakan, jika terlalu lama pemakian alat maka akan terjadi sevice secara berkala, alat yang kemungkinan rusak tidak bisa diperbaiki dan digunakan. Sehingga perlu melakukan perawatan, dan memperhatikan alat-alat yang dipakai.

Resiko pengembangan aset, dalam mencapai kesuksesan awal pasti banyak keinginan dan planing-planing yang belun terstrategi sehingga bertindak gegabah. Maka perlu kehati hatian dalam mempertimbangkan pengembangan apa saja yang akan dilakukan perusahaan terutama dalam pengembangan aset perlu kehati-hatian dalam mengelolanya. Menghitung  serta memperkirakan  resiko apa saja yang akan terjadi kedepannya sehingga bisa mengambil langkah terbaik.

Resiko di setiap usaha sangat mungkin terjadi, tapi dengan pemahaman sebuah resiko dan cara menghadapinya, maka kemungkinan besar resiko bisa terminimalisir. Resiko itu sendiri bisa dikendalikan dengan memanfaatkan moment-moment tertentu seperti yang punya usaha busana, makanan dan lainnya. Dari sini bisa diperhitungkan jumlah persediaan barang dengan momentum tertentu misalnya, Ramadhan, lebaran dan hari-hari besar lainnya. Dan ini bisa dikendalikan dengan memahami pasar, momentum, kesempatan, dan pengendalian. Ada juga resiko yang tidak bisa dikendalikan seperti adanya bencana alam, bencana non alam seperti ada kebakaran yang mungkin sangat tidak mungkin untuk dihindari dan tidak mungkin bisa diprediksi, karena musibah tidak ada orang yang tau. 

0/Post a Comment/Comments