Waspada Terhadap Modus Penipuan File APK PPS Pemilu 2024


Ditulis oleh Rizki Dian Sahara
Mahasiswa STEI SEBI Depok

[WARTANUSANTARA.ID] Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap skema penipuan yang menyamar sebagai kiriman file aplikasi (APK) PPS Pemilu 2024 melalui platform pesan singkat WhatsApp (WA). Modus ini menyerupai penipuan yang menggunakan file APK undangan yang populer beberapa waktu yang lalu. "Pelaku akan mengirimkan file APK palsu yang sejatinya berisi aplikasi berbahaya. Jika diunduh dan diinstal, aplikasi tersebut dapat mengakses data pribadi dan merugikan keuangan korban," demikian peringatan yang disampaikan OJK dalam unggahan di akun Instagram resmi mereka @ojkindonesia, pada Jumat (12/1).  Wasit di industri jasa keuangan ingin mengingatkan agar masyarakat tidak membuka file atau tautan yang diterima dari individu yang tidak dikenal. "Harap berhati-hati, Sobat! Jangan sekali-kali membuka file atau tautan yang dikirimkan oleh seseorang yang tidak dikenal. Lindungi informasi pribadi Anda dan amankan keuangan Anda," tegas OJK. Dalam konteks yang sama, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) juga menyatakan bahwa file APK PPS Pemilu 2024 merupakan strategi penipuan. "Secara fakta, file apk yang sedang beredar tersebut merupakan cara penipuan," tulis Kemenkominfo melalui situs resminya. Jika masyarakat menginstal file tersebut, aplikasi akan meminta izin untuk mengakses pesan singkat (SMS). Pada kenyataannya, penjahat sudah memiliki informasi login mobile banking melalui kebocoran data. Dengan aplikasi tersebut, pelaku dapat membaca kode sandi satu kali pakai (OTP) yang dikirimkan melalui SMS untuk mengakses mobile banking dan menguras rekening tabungan korban. Sebelumnya, terdapat kejadian luas penipuan daring melalui WhatsApp menggunakan Android Package Kit (APK) dengan berbagai judul seperti undangan pernikahan, foto paket, dan tagihan. APK sendiri merupakan format file yang digunakan untuk mengumpulkan elemen yang diperlukan untuk menginstal aplikasi pada perangkat Android. Jenis aplikasi ini termasuk dalam kategori berbahaya karena memiliki kemampuan untuk meminta izin melakukan aktivitas tertentu, seperti membaca dan menerima SMS. Dengan cara ini, para penipu dapat mengakses kode PIN, meminta SMS token secara tidak sah, dan bahkan melakukan transfer uang dari rekening korban.

Pakar keamanan siber, Bruce Hanadi, menyatakan bahwa tingkat keamanan digital di kalangan masyarakat Indonesia masih lemah karena masih enggan untuk secara rutin mengganti kata sandi.  Oleh karena itu, OJK memberikan peringatan kepada masyarakat untuk tidak membuka file atau tautan yang dikirimkan dari pihak yang tidak dikenal di berbagai platform. “Penting untuk tetap waspada, Sobat! Jangan sekali-kali membuka file atau tautan yang dikirimkan oleh individu yang tidak dikenal," demikian disampaikan. "Jaga kerahasiaan data pribadi Anda dan amankan keuangan Anda," tambahnya. Sebelumnya, OJK telah memberikan tiga langkah untuk melindungi data perbankan dari upaya penipuan yang menggunakan modus pengiriman tautan, file, atau undangan untuk mengunduh aplikasi. Langkah pertama adalah hindari mengeklik tautan atau membuka file dari orang yang tidak dikenal. Langkah kedua adalah tidak langsung menginstal file yang diterima. Langkah ketiga adalah tidak memberikan izin akses kepada aplikasi yang tidak dikenal. 

Kominfo Mengkonfirmasi Bahwa File APK PPS Pemilu 2024 adalah Upaya Penipuan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah mengonfirmasi bahwa file APK PPS Pemilu 2024 sebenarnya adalah strategi penipuan. “Secara fakta, file apk yang sedang beredar ini merupakan modus penipuan,” demikian disampaikan oleh Kominfo di situs resmi mereka terkait dengan pemeriksaan fakta mengenai modus penipuan ini. Kominfo menjelaskan lebih lanjut bahwa setelah file APK tersebut diinstal, korban akan diminta untuk memberikan akses ke Layanan Pesan Singkat (SMS). Dengan cara ini, pelaku dapat memperoleh username dan password mobile banking dari kebocoran data. Melalui aplikasi tersebut, pelaku dapat membaca kode sandi satu kali pakai (OTP) yang dikirimkan melalui SMS untuk mengakses mobile banking. Dampaknya, pelaku dapat mengosongkan rekening tabungan korban. “Agar terhindar dari risiko semacam ini, disarankan kepada masyarakat untuk mengunduh aplikasi hanya dari sumber resmi, seperti Google Play Store atau App Store,” begitu imbauan yang diberikan oleh Kominfo. 

Cara menghindari penipuan online lewat file APK

Pertama, Berhati-hatilah saat menerima pesan yang berisi file APK dari nomor yang tidak dikenal, seperti undangan pernikahan digital, tagihan, resi pengiriman, dan lainnya, melalui aplikasi pesan singkat. Hindari mengeklik atau mengunduh file tersebut. Jika pengguna sudah mengeklik atau mengunduh file APK ilegal, segera kembalikan ponsel ke pengaturan pabrik (reset factory). Ganti semua informasi di akun aplikasi yang menyimpan data pribadi, seperti nomor ponsel, alamat email, kata sandi, dan PIN, terutama di aplikasi perbankan dan yang terkait dengan transaksi digital lainnya. Kedua, Selalu verifikasi kembali dan laporkan segala informasi yang mencurigakan. Pastikan untuk melakukan konfirmasi melalui saluran yang terpercaya atau resmi, terutama saat menerima pesan atau file APK dari seseorang yang mengaku sebagai kerabat dekat atau lembaga resmi lainnya. Ketiga, Aktifkan fitur keamanan dan secara teratur ubah kata sandi. Lakukan pembaruan sistem operasi, aplikasi, dan perangkat lunak di ponsel secara berkala untuk meningkatkan keamanan perangkat. Masyarakat juga disarankan untuk secara rutin mengganti kata sandi di semua akun, termasuk di aplikasi perbankan dan yang terkait dengan transaksi digital seperti Tokopedia. Penting untuk menghindari penggunaan kata sandi yang sama di berbagai akun. Ketika melakukan perubahan kata sandi, pastikan untuk tidak menyebarkan kode OTP atau kata sandi kepada orang lain agar terhindar dari risiko kebocoran akun.

Referensi : 

CNN Indonesia, ‘Waspada Modus Penipuan File APK PPS Pemilu Yang Bisa Kuras Rekening’, CNN INDONESIA, 2024 <https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20240112093139-78-1048464/waspada-modus-penipuan-file-apk-pps-pemilu-yang-bisa-kuras-rekening> [accessed 13 January 2024].

Tim JACX, ‘Waspada Penipuan File APK Terkait Pemilu 2024’, ANTARA, 2023 <https://www.antaranews.com/berita/3856911/waspada-penipuan-file-apk-terkait-pemilu-2024> [accessed 13 January 2024].

Natasha Khairunisa Amani, ‘Waspada Penipuan Baru, Kali Ini Modus File APK PPS Pemilu’, LIPUTAN 6, 2024 <https://www.liputan6.com/bisnis/read/5503789/waspada-penipuan-baru-kali-ini-modus-file-apk-pps-pemilu?page=3> [accessed 13 January 2024].

Arief Rahman, ‘Waspada! Modus Penipuan File APK PPS Pemilu Marak Di WA, Diklik Bisa Kuras Rekening’, Jurnalistika, 2024 <https://www.jurnalistika.id/news/waspada-modus-penipuan-file-apk-pps-pemilu-marak-di-wa-diklik-bisa-kuras-rekening/> [accessed 13 January 2024].

0/Post a Comment/Comments