Ditulis oleh Alsyifa Arditria
Mahasiswa STEI SEBI
[WARTANUSANTARA.ID] Filantropi, atau tindakan memberi kepada mereka yang membutuhkan, adalah aspek fundamental Islam. Bahkan, amal adalah salah satu dari lima rukun Islam, bersama dengan pernyataan iman, doa, puasa, dan ziarah. Konsep memberi dalam Islam bukan hanya sumbangan uang, itu juga mencakup tindakan kebaikan dan kemurahan hati terhadap orang lain. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi pentingnya filantropi Islam dan bagaimana hal itu tertanam dalam agama.
Zakat
Zakat adalah pemberian sebagian harta seseorang secara wajib kepada mereka yang membutuhkan. Ini dianggap sebagai bentuk ibadah dan sarana untuk memurnikan kekayaan seseorang. Dalam Islam, diyakini bahwa semua kekayaan adalah milik Allah SWT. dan itu adalah tanggung jawab orang kaya untuk berbagi berkah mereka dengan mereka yang kurang beruntung. Zakat dihitung sebesar 2,5% dari kekayaan seseorang dan diberikan setiap tahun. Ini dimaksudkan untuk membantu mengurangi kemiskinan dan menciptakan masyarakat yang lebih adil.
Sedekah
Sedekah, atau amal sukarela, juga sangat dianjurkan dalam Islam. Ini dapat mengambil banyak bentuk, seperti memberikan uang, makanan, atau bahkan senyum kepada seseorang yang membutuhkan. Nabi Muhammad Saw. berkata, "Setiap tindakan kebaikan adalah sedekah." Ini berarti bahwa bahkan tindakan kebaikan kecil, seperti membantu orang tua menyeberang jalan atau memberikan pujian, dianggap sebagai tindakan amal dalam Islam. Sedekah tidak terbatas hanya pada sumbangan uang saja, itu juga dapat mencakup waktu dan keterampilan untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Hadiah di Akhirat
Dalam Islam, diyakini bahwa semua tindakan pada akhirnya dinilai oleh Allah SWT. di akhirat. Memberi dalam amal dipandang sebagai cara untuk mendapatkan pahala di akhirat. Nabi Muhammad Saw. berkata, "Amal tidak mengurangi kekayaan." Ini berarti bahwa memberi dalam amal tidak akan mengurangi kekayaan seseorang, melainkan akan dihargai oleh Allah di akhirat. Keyakinan ini berfungsi sebagai motivasi bagi umat Islam untuk terus memberi amal, bahkan ketika menghadapi kesulitan ekonomi.
Membangun Komunitas
Filantropi Islam tidak hanya menguntungkan individu yang memberi dan penerima, tetapi juga membantu membangun komunitas yang kuat dan peduli. Dalam Islam, dianjurkan untuk memberikan amal kepada orang-orang di komunitas lokal Anda terlebih dahulu, sebelum memberi kepada orang-orang di bagian Negara lain. Ini membantu menumbuhkan rasa persatuan dan dukungan dalam komunitas. Selain itu, badan amal Islam sering memiliki fokus yang kuat pada pengembangan masyarakat dan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, terlepas dari agama atau latar belakang mereka.
Bentuk Menyebarkan Kasih Sayang & Belas Kasih
Tindakan memberi dalam Islam dipandang sebagai cara untuk menyebarkan kasih sayang dan rahmat terhadap orang lain. Nabi Muhammad Saw. berkata, "Naungan orang percaya pada Hari Kebangkitan akan menjadi sedekahnya." Ini berarti bahwa pada Hari Penghakiman, amal seseorang akan memberi mereka naungan dan perlindungan dari panas yang menyengat. Ini berfungsi sebagai pengingat bagi umat Islam bahwa tindakan amal mereka tidak hanya akan bermanfaat bagi mereka di akhirat, tetapi juga membawa mereka lebih dekat kepada Tuhan dan rahmat-Nya.
Kesimpulannya, filantropi Islam adalah aspek penting dari agama dan berakar kuat dalam ajaran Islam. Ini berfungsi sebagai sarana ibadah, cara untuk mendapatkan imbalan di akhirat, dan sarana membangun komunitas yang kuat dan penuh kasih. Dengan mempraktikkan amal dalam Islam, individu tidak hanya dapat bermanfaat bagi diri mereka sendiri, tetapi juga membuat dampak positif pada dunia disekitar mereka.
Sumber :
https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/Bisnis/article/viewFile/2697/2038
https://digitallibrary.ump.ac.id/827/1/DInamika%20Filantropi%20Islam-Online.pdf
https://journal.uii.ac.id/JEI/article/download/3157/2866/4088
