Ingin Jadi Penghapal Al-Qur'an? Miliki 2 Sikap Ini


Ditulis oleh Kayyisah Fathin Febrianti
Mahasiswa STEI SEBI Depok

[WARTANUSANTARA.ID] Al-Quran ialah mukjizat terbesar yang Allah SWT turunkan kepada Rasulullah SAW, dan mukjizat tersebut dapat dirasakan umat beliau hingga sekarang. Sehingga keutamaan kepada setiap umat yang mau mengahafal dan mengamalkanya sangatlah luar biasa. Seperti sabda Nabi Muhammad SAW :

عن معاذ بن أنس رضي الله عنه انَّ رسول الله عليه وسلم قال :<< مَن قَرَأَ القُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَافيه,أَلبَسَ اللهُ والِدَيهِ تَاجًا يوم القيامةِ,ضَوءهُ أحسنُ مِن ضَوءِ الشَّمسِ في بُيُوتِ الدنيا,فَما ظَنُّكُم بِالذي عَمِلَ بِهذا؟ >>رواه أبو داود.

Diceritakan dari sahabat Mu’adz bin Anas RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang membaca al-quran dan mengamalkan isinya,maka akan dipakaikan kepada kedua orang tuanya mahkota pada hari kiamat. Mahkota tersebut lebih terang dan lebih baik daripada cahaya matahari di rumah-rumah dunia, maka bagaimana lagi keadaan orang yang melakukan perkara tersebut?”

Dari hadist tersebut dapat diartikan, bahwa seorang yang ahlul Quran merupakan keluarga dan orang terdekat Allah SWT,yaitu seseorang yang menghafal dan mengamalkan apa yang diperintah dan dilarang. Selain mendapat keutamaan menjadi keluarga Allah, orang tua yang mau mengarahkan dan mendidik anaknya untuk menjadi ahlul quran juga akan mendapat balasan dari Allah SWT yaitu berupa dipakaikannya mahkota pada hari kiamat yang sinarnya lebih baik daripada cahaya matahari.

Karena hadist tersebut banyak anak-anak yang berlomba-lomba menghafal alquran,karena ingin memberikan hadiah kepada kedua orang tua yang telah melahirkan,menjaga,dan menyanyanginya.
Allah memberikan banyak keutamaan dan kemudahan dalam menghafal alquran. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Qamar yang berbunyi :

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

Artinya : Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

Pada surat ini Allah berfirman dan mengulanginya sampai 4 kali. Di dalamnya Allah menekankan dengan huruf tawkid yang menguatkan yaitu لَقَدْ yang artinya sungguh. Meskipun Allah menjelaskan bahwa akan memudahkan orang yang mau menjadikan al quran sebagai pelajaran, akan tetapi Allah akan tetap menguji hambanya yang akan menjadi keluarga-Nya.

Kiai Abdurozaq Najib Kajen menyampaikan nasehat ketika acara mau’idhoh hasanah (nasehat baik) di Pondok Pesantren Tahfidz Yanbuul Quran 1 Pati, seorang penghafal quran ialah hamilul Quran atau orang yang mengandung Al-Quran.

Seorang hamilul Quran diibaratkan seperti ibu yang sedang mengandung janin, kaena orang yang mengandung harus menjaga sikap dan tingkah laku agar bayi yang dikandung selamat.Sama seperti seorang hamilul quran, ia harus menjaga tingkah laku dan sikap agar hafalan yang dihafalkan siang dan malam tidak hilang begitu saja.

 عن عَبد الله بن مسعود رضي الله عنه, قال : << يَنْبَغِي لِحَامِلِ الْقُرآن أنُّعْرَفَ بِلَيْلِهِ إذا النَّاسُ نَائِمُون,وَبِنَهَارِهِ إذا النَّاسُ مُفْطِرونَ,وَبِحُزْنِهِ إذا النّاسُ يَفْرَحُونَ,وَبِبُكاءِهِ إذَا النَّاس يَضْحَكُونَ,وَبِصُمْتِهِ إذَا النَّاسُ يَخُوضون,وَبِخُشُوعِهِ إذا النّاس يَخْتَلُونَ>>

Dari Abdullah bin Mas’ud ra berkata : Orang yang disebut penghafal Al-Quran itu harus bisa memahami antara lain :

1.Pada waktu malam disaat semua orang tidur para pengahafal Al-Quran bangun untuk mendirikan sholat Qiyamulail serta menjaga quran dengan murajaah hafalanya.

2. Pada waktu siang,disaat semua orang tidak bepuasa,seorang penghafal Al-Quran mereka berpuasa sebagai bentuk usaha dalam menjaga lisan.

3. Ketika semua manusia bersuka cita,seorang pengahafal quran memikirkan kehidupan akhiratnya.

4. Disaat semua orang tertawa,dia merasa bersedih karena dia memikirkan sikapnya yang jauh dari tuntunan Al-Quran 

5. Dia diam disaat manusia bericara tentang indah dan gemerlapnya dunia

6.Dia senantiasa khusyuk dan tawadhu, disaat manusia sedang menyombongkan diri

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa seorang yang ingin menjadi penghafal Al-Quran harus memiliki kesabaran dan keistiqomahan dalam menghafal Al-Quran. Al-Quran datang untuk  yang mempunyai niat yang kuat, akhlak yang baik dan keistiqomahan dalam menghafal serta mengulang bacaan Al-Quran. 

Semoga untuk kita para pejuang quran,selalu semangat dan tabah dengan segala ujian yang diberikan oleh Allah serta tak henti-hentinya bosan dalam mengulang bacaan Al-Quran.

Sumber : Sholeh Akrom Nglalar Al-Quran 2 (pacelathon santri bahasa jawi pati) ,Karangan Sahal Mahfudh,Perpustakaan Mutamakkin Press Tahun 2020   

0/Post a Comment/Comments