Pasca Pemilu 2024 di Indonesia Harga Beras Melambung tinggi?? Ini Penyebabnya


Ditulis oleh Muhammad Taqy Wardhani
Mahasiswa STEI SEBI Depok

[WARTANUSANTARA.ID] Setelah Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2024, terjadi lonjakan harga beras yang mengejutkan di pasar domestik. Beberapa faktor utama dapat diidentifikasi sebagai penyebab meningkatnya harga beras, membuka ruang untuk pemahaman lebih mendalam terhadap dinamika ekonomi pasca-pemilu.

1. Ketidakpastian Politik: Setelah pemilihan umum, ketidakpastian politik sering kali meningkat. Jika hasil pemilihan memunculkan ketidakpastian politik atau perubahan dalam arah kebijakan ekonomi, pasar cenderung bereaksi dengan ketidakpastian, yang dapat menciptakan volatilitas harga, termasuk harga beras.

2. Inflasi dan Kebijakan Moneter: Kebijakan moneter pasca-pemilu dapat memainkan peran penting dalam menentukan tingkat inflasi. Jika ada perubahan signifikan dalam kebijakan moneter, misalnya, pengetatan likuiditas atau penyesuaian suku bunga, dapat memengaruhi biaya produksi dan distribusi beras, yang pada gilirannya dapat menciptakan tekanan kenaikan harga.

3. Kondisi Cuaca dan Produksi Pertanian:Faktor alamiah seperti cuaca buruk atau perubahan iklim juga dapat berkontribusi pada kenaikan harga beras. Jika produksi pertanian terpengaruh oleh cuaca ekstrem atau bencana alam, pasokan beras dapat menurun, mendorong kenaikan harga.

4. Kondisi Ekonomi Global: Perubahan dalam kondisi ekonomi global, termasuk fluktuasi nilai tukar mata uang dan harga komoditas dunia, dapat memengaruhi harga beras di Indonesia. Ketergantungan pada impor beras dan keterkaitan ekonomi global dapat memberikan dampak signifikan pada harga beras dalam negeri.

5. Kenaikan Biaya Produksi: Peningkatan biaya produksi, seperti kenaikan harga bahan bakar, pupuk, dan tenaga kerja, dapat menyebabkan kenaikan harga beras. Hal ini dapat terjadi pasca-pemilihan umum jika kebijakan ekonomi yang diimplementasikan memiliki dampak langsung atau tidak langsung pada biaya produksi.

Dari faktor- faktor diatas diantara lain penulis Mengutip perkataan, Pengamat ekonomi sekaligus akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB), Jaenal Effendi mengungkapkan setidaknya ada tiga faktor lain terkait kenaikan harga beras awal tahun 2024. 

• Faktor yang pertama terhambatnya produksi beras karena fenomena alam
• Faktor yang kedua (dalam kenaikan harga beras) adalah tingginya ongkos produksi mulai dari tanam sampai panen
• Faktor ketiga kenaikan harga beras dalam negeri dipicu oleh banyaknya negara yang membatasi kegiatan ekspor beras sehingga Indonesia mengalami hambatan pada proses impor beras.

Kesimpulan 

Analisis menyeluruh terhadap kombinasi faktor-faktor ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai dinamika di balik kenaikan harga beras pasca-pemilihan umum. Penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan terlibat untuk merumuskan kebijakan yang tepat guna menjaga stabilitas harga dan melindungi kepentingan konsumen serta pelaku usaha pertanian.

0/Post a Comment/Comments