(Foto : Pinterest)
NABI ADAM VS MANUSIA PURBA
Oleh M. Ridha Intifadha
[WARTANUSANTARA.ID] Saya pernah mentadabburi begini
Dlm alQuran, Allah SWT memakai kata Ja’ilun yg artinya “Aku yg menjadikan”. Bukan Khaliqun yg artinya “Aku yg Menciptakan” atau “Pencipta”.
“Menjadikan” ini mungkin bisa dimaknai ‘memilih dari yg sebelumnya sdh ada’
Akar kata yg sama dari kata Ja’ilun tersebut dapat kita temukan di surat Al-Fil.
Dalam ayat ini, Allah menggunakan kata kerja melalui Yaj’al.
✅ upaya penghancuran Kabah menjadi kesia-siaan
✅ tentara bergajah menjadi bagaikan daun yg dimakan ulat
Beberapa ayat lainnya yang menunjukkan kata ja’ala-yaj’alu-ja’ilun bermakna “menjadikan sesuatu yg ada mjd sesuatu yg lain” atau bisa juga maknanya ditunjuk.
Bisa jadi Allah menjadikan (Ja’ilun) Nabi Adam sbg khalifah di Bumi usai “dipilih/ditunjuk dari makhluk yg ada saat itu”
Sekali lagi, Khaliqun itu Pencipta dari tiada menjadi ada. Sedangkan Ja’ilun itu bisa dimaknai “menjadikan dari yg sebelumnya ada”.
Karena itu, saya menyukai penjelasan Quraish Shihab yg menjelaskan soal “Lebih Dulu Nabi Adam atau Manusia Purba?”
Dalam video tsb, beliau menerangkan bahwa
“AlQuran menceritakan kejadian manusia. Tapi AlQuran juga menceritakan sebelum kejadian manusia bernama Adam, sudah ada makhluk-makhluk lain.
AlQuran tidak menerangkan apa makhluk lain itu. Boleh jadi makhluk lain itu manusia purba
Kemudian AlQuran berbicara tentang manusia pertama ini. AlQuran hanya menceritakan bahwa dia diciptakan dari tanah,
Kemudian ada proses, dan proses akhirnya dihembuskan ruh, maka jadilah dia manusia.
Mungkin itulah manusia modern
Tapi AlQuran tdk menjelaskan apa yg terjadi setelah tanah dan sebelum ditiupkan ruh.
Kalau saya beri gambaran. Kita punya alfabet A sampai Z. Saya sebut mulanya A, akhirnya Z. Adakah antara A dan Z? Banyak
AlQuran hanya menceritakan A (dari tanah) dan Z (dihembuskan ruh)
Jadi boleh jadi, ada proses di sini. AlQuran tidak menjelaskan hal ini.
Karena itu, ada orang berkata begini: memang benar itu teori Darwin atau Neo Darwinism
Kita katakan: Islam tdk membahas itu. Itu bidang ilmu.
Kalau ilmu bisa membuktikannya, maka dia tdk bertentangan dg AlQuran. Krn AlQuran hny berkata dari tanah, akhirnya ditiupkan ruh jadi Adam.
Itu bidang ilmu. Jd tolaklah atau terimalah dia atas nama ilmu.
Jangan libatkan Islam-AlQuran di sini. AlQuran hny berkata A dan Z.”
Jadi bisakah seorang Muslim percaya teori Darwin dan juga percaya Nabi Adam sebagai manusia pertama?
Quraish Shihab menjawab: “oh banyak ulama islam yg percaya itu dan membenarkan itu.
Ibnu Khaldun salah seorang yg menyebut tentang hal itu (evolusi manusia). Bahwa ada proses kejadian manusia ini sampai mencapai apa yg diistilahkannya sebagai ‘min alamil qiradah’ (dari kera)
Tetapi sebagian yg menuliskannya mengira ‘min alamil qudrah’ (dari kemampuan).”
Ibnu Khaldun menuliskan bagaimana konsep evolusi dan penciptaan ini dalam karya fenomenalnya Muqaddimah.
Kutipan selengkapnya terkait hal itu bisa dibaca berikut
Sebagai penutup tadabbur ini.
Saya teringat pernah bertanya ke guru saat pesantren dulu.
Kenapa Allah masih membutuhkan proses dlm penciptaan langit dan bumi, padahal cukup dg berkata “Kun Fayakun” atau “Jadilah, maka jadilah”
Guru kami menjawab
Kun (Jadilah) kalimat perintah Tuhan. Tapi ingat ada kata “Fa” yg menunjukkan proses di sana.
Bahkan kata “Yakun” bisa jadi menunjukkan proses yg masih terus berlangsung hingga saat ini krn bentuk fi’il mudhari (continous tense)
Dan begitulah.
Saya pribadi berpandangan: Bagi seorang muslim, alQuran ini bisa jadi kompas utk senantiasa menyeimbangkan antara berzikir dan berpikir. Antara IPTEK dan IMTAK.
Akhirul kalam
Wallahu A’lam
NABI ADAM VS MANUSIA PURBA
— M. Ridha Intifadha (@RidhaIntifadha) April 4, 2024
Saya pernah mentadabburi begini
Dlm alQuran, Allah SWT memakai kata Ja’ilun yg artinya “Aku yg menjadikan”. Bukan Khaliqun yg artinya “Aku yg Menciptakan” atau “Pencipta”.
“Menjadikan” ini mungkin bisa dimaknai ‘memilih dari yg sebelumnya sdh ada’ https://t.co/b60BQpJiX4 pic.twitter.com/F9xOBsE2VV
