[WARTANUSANTARA.ID] Persoalan ini sering menjadi bahan perbincangan khususnya di kalangan kaum sufi yang mengklaim Khidhir masih hidup dan ditemui oleh sejumlah tokoh mereka sebagai ilmu ladunni. Anggapan seperti ini dibantah oleh ayat-ayat Al-Qur'an. Allah SWT berfirman, "Dan kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia sebelum engkau (Muhammad); maka jika engkau wafat, apakah mereka akan kekal?" (Al-Anbiya : 34).
Allah SWT berfirman, "Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, 'Manakala Aku memberikan kitab dan hkmah kepadamu lalu datang kepada kamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada pada kamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.' Allah berfirman, 'Apakah kamu setuju dan menerima perjanjian dengan-Ku atas yang demikian itu?' Mereka menjawab, 'Kami setuju.' Allah berfirman, 'Kalau begitu bersaksilah kamu (para nabi) dan Aku menjadi saksi bersama kamu." (Ali Imran : 81).
Kedua ayat ini menegaskan bahwa tidak ada manusia yang hidup kekal sebelum Nabi Saw. Dan berdasarkan petunjuk ayat kedua, para nabi wajib beriman kepada Rasulullah SAW, andai mereka masih hidup. Dan bahkan wajib mengikuti beliau. Untuk itu, andaikan Khidhir masih hidup, ia pasti datang kepada Rasulullah dan mengikuti beliau. Dalil lainnya, Nabi bersabda sesaat atau sebulan sebelum wafat, seperti disebutkan dalam hadits Jabir, "Tidak ada suatu jiwa pun yang dihembuskan-atau, tidaklah suatu jiwa yang dihembuskan di antara kalian-yang melalui masa seratus tahun dan ia masih hidup pada saat itu. " Hadits ini diriwayatkan Muslim.
Dengan demikian, ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits sahih membantah mereka yang menyatkan bahwa Khidhir masih hidup/ Dia sudah mati dan kami tidak meragukan hal itu. Wallahu a'lam.
Sumber : Hamid Ahmad Ath-Thahir, Kisah-kisah dalam Al-Qur'an, penerbit Ummul Quro, halaman 656-657
.png)