3 Tips untuk Gen Z Mengatasi Pengangguran yang Semakin Meningkat


Ditulis oleh Faradibah
Mahasiswa STEI SEBI Depok

[WARTANUSANTARA.ID] Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlahlapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalamperekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hampir 10 juta penduduk Indonesia generasi Z berusia 15-24 tahun menganggur atau tanpa kegiatan (not in employment, education, and training/NEET).

Ada 3  tips yang dapat membantu  mengatasi Gen Z situasi ini:

1. Kolaborasi: Pihak-pihak terkait, termasuk institusi pendidikan, pelatihan vokasional, tenaga kerja, dan pemerintah, harus berkolaborasi dan bersinergi. Dengan kerjasama yang baik, kita dapat mengurangi kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan pasar kerja.

2. Perbarui Kurikulum: Generasi Z perlu proaktif dalam meningkatkan keterampilan. Institusi pendidikan harus terus memperbarui kurikulum agar sesuai dengan perkembangan industri. Soft skill seperti komunikasi, teamwork, dan problem solving juga harus diperkuat.

3. Keterampilan Digital: Gen Z harus menguasai keterampilan digital seperti coding, analisis data, desain grafis, dan manajemen media sosial. Berbagai platform online menawarkan kursus-kursus untuk meningkatkan keterampilan ini.

Sumber :

Media Online 

Buku :
Sukirno, Sadono. 2004. Makroekonomi Teori Pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.


0/Post a Comment/Comments