[WARTANUSANTARA.ID] Inovasi pertahanan terbaru Turki, rudal jelajah permukaan-ke-permukaan jarak jauh Kara Atmaca, telah menjalani uji terbang terjauh dan terlama, kata seorang pejabat senior pada hari Senin.
Didukung oleh mesin KTJ3700 yang dikembangkan di dalam negeri, rudal tersebut berhasil mengenai sasaran mengambang setelah ditembakkan dari peluncur bergerak, menurut sebuah video yang dibagikan oleh pengembangnya, Roketsan, pada hari Minggu.
Pabrikan tidak mengungkapkan lokasinya, meskipun pengujian serupa biasanya dilakukan di sebuah fasilitas di Sinop, provinsi paling utara Turki.
"Selama pengujian terbarunya, Kara Atmaca, yang didukung oleh mesin KTJ3700, berhasil mengenai sasarannya dengan akurasi yang sangat tinggi dan menyelesaikan penerbangan terlamanya hingga saat ini," kata Haluk Görgün, kepala Kepresidenan Industri Pertahanan (SSB).
Görgün menyatakan bahwa sistem ini dirancang untuk digunakan terhadap target darat strategis yang membutuhkan presisi tinggi dan akan semakin memperkuat kekuatan militer Turki.
"Dengan fitur-fiturnya yang khas, Kara Atmaca akan selangkah lebih maju dari para pesaing globalnya," tulisnya di platform media sosial X.
Sistem rudal anti-pengacau ini dapat diluncurkan dari kendaraan beroda taktis dan diharapkan dapat menargetkan aset-aset strategis berbasis darat, baterai pertahanan udara, dan sistem rudal berbasis darat tetap dan bergerak.
Mesin rudal turbojet KTJ3700 telah dikembangkan oleh Kale Arge.
Kontrak pengembangan untuk Kara Atmaca ditandatangani pada pertengahan Agustus 2021 untuk memenuhi kebutuhan operasional Komando Angkatan Darat Turki untuk serangan presisi pada jarak jauh.
Dengan berat sekitar 250 kilogram (551,16 pon), rudal ini dilengkapi dengan kepala pencari inframerah pencitraan (IIR) canggih, yang memungkinkannya untuk melakukan manuver agresif dan menyerang target dengan presisi tingkat sentimeter.
Kara Atmaca memiliki jangkauan lebih dari 280 kilometer (173,98 mil), lebih jauh dari rudal antikapal yang menjadi namanya.
Atmaca disebut-sebut sebagai rudal serang presisi permukaan-ke-permukaan dengan presisi tinggi dan jarak jauh yang dapat diintegrasikan dengan kapal patroli, fregat, dan korvet.
Inventaris Komando Angkatan Laut Turki telah lama mencakup rudal antikapal Harpoon buatan AS, yang sekarang digantikan oleh rudal Atmaca.
Kara Atmaca diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2026.
Sumber : Daily Sabah
