[WARTANUSANTARA.ID] Pada hari Sabtu, Turki meresmikan kapal selam kelas Reis pertama dari enam kapal selam yang direncanakan dalam sebuah upacara yang diadakan di provinsi barat daya MuÄŸla saat Presiden Recep Tayyip ErdoÄŸan mengumumkan rencana negara tersebut untuk lebih meningkatkan kemampuan angkatan lautnya melalui proyek kapal selam dalam negeri.
“Kapal selam adalah elemen strategis utama angkatan laut kita. TCG Piri Reis, yang telah diresmikan hari ini, adalah kapal selam pertama dari enam kapal selam kita yang memiliki sistem propulsi udara independen,” kata ErdoÄŸan saat memberikan sambutan pada pembukaan Komando Galangan Kapal Akyaz dan upacara penyerahan platform angkatan laut.
“Kapal selam kelas Reis kita dilengkapi dengan kualifikasi yang jauh lebih maju daripada kapal selam sejenis di seluruh dunia. Kapal selam Piri Reis mampu beroperasi dalam jangka waktu lama tanpa muncul ke permukaan,” tambahnya.
Kapal selam Piri Reis, yang pertama di kelasnya, diluncurkan pada tahun 2019, memiliki panjang 68,35 meter (224,25 kaki) dan berkapasitas 40 personel.
Sebagai bagian dari sambutan pembukaannya, presiden menekankan perlunya mempertahankan "angkatan laut yang kuat dan efektif" untuk menjaga perdamaian dan keamanan Turki, baik di perairan teritorialnya maupun di wilayah yang jauh.
"Kami menyadari bahwa untuk hidup damai di tanah kami, kami harus memiliki angkatan laut yang kuat dan efektif baik di Tanah Air Biru kami maupun di wilayah geografis yang jauh," kata ErdoÄŸan, menggunakan frasa untuk menunjukkan perairan teritorial Turki.
Menyatakan bahwa Ankara telah melakukan pekerjaan revolusioner pada industri pertahanan selama 22 tahun terakhir, selama puluhan tahun Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) berkuasa, ia mengatakan Türkiye berencana untuk meresmikan dua kapal selam selama dua tahun ke depan, Hızır Reis pada tahun 2025 dan Murat Reis pada tahun 2026.
"Kami akan memperkuat angkatan laut kami dengan meresmikan semua kapal selam dalam proyek tersebut pada tahun 2029," tegasnya, saat berbicara di kota pesisir Aegea, MuÄŸla.
Proyek MILDEN
Lebih lanjut, presiden menyampaikan harapan untuk mencapai impian berusia 138 tahun untuk membangun kapal selam milik Türkiye sendiri dengan Proyek MILDEN (Kapal Selam Nasional).
"Dengan cara ini, kami akan bergabung dengan barisan negara terkemuka di dunia yang mampu merancang dan membangun kapal selam mereka sendiri. Upaya kami terkait proyek MILDEN terus berlanjut dengan caranya sendiri," ungkapnya.
"Hal lain yang perlu digarisbawahi terkait kapal selam Piri Reis adalah sejumlah besar perusahaan industri pertahanan Turki telah berpartisipasi sebagai subkontraktor dalam pembangunannya dan sebagai hasilnya, pengalaman luas telah diperoleh untuk MILDEN," jelas ErdoÄŸan.
"Bersama rudal berpemandu kami sendiri, Atmaca dan Gezgin, TCG Piri Reis juga akan dilengkapi dengan torpedo AKYA, yang baru-baru ini menunjukkan keefektifannya," kata ErdoÄŸan.
"Kami bermaksud untuk melengkapi kapal selam nasional kami dengan sistem dan perangkat nasional dan menggunakannya sepenuhnya dengan senjata nasional."
Dalam pidatonya, ErdoÄŸan menyatakan bahwa mereka telah melaksanakan proyek-proyek yang sangat penting dengan keputusan yang diambil oleh Komite Eksekutif Industri Pertahanan sehingga Komando Angkatan Laut dapat mengakses peluang dan kemampuan yang dibutuhkannya, dan bahwa pembangunan platform penting seperti kapal serang nasional, kapal pemburu ranjau tipe baru, fregat kelas Istif, kapal patroli laut terbuka, dan kapal pendarat tipe baru sedang berlangsung.
Pada saat yang sama, ia menggarisbawahi bahwa kepentingan Turki akan dilindungi dengan pesawat nasional dalam negeri dan bahwa kemampuan penting, seperti TCG Anadolu dan kapal induk nasional akan dilindungi jika terjadi ancaman udara.
Ia juga mengumumkan pembangunan Kapal Perusak Pertahanan Udara TF-2000 di Galangan Kapal Istanbul, yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udara negara dari laut.
"Dengan Kapal Perusak Pertahanan Udara TF-2000 yang akan dibangun di Galangan Kapal Istanbul, kami akan menyediakan pertahanan udara berjenjang bagi negara kami dari laut," jelasnya.
"Kami akan memastikan perlindungan aset penting kami seperti TCG Anadolu dan kapal induk nasional terhadap ancaman udara," tambahnya.
"Hak dan kepentingan kami di wilayah pengaruh luar negeri akan dilindungi dengan pesawat domestik dan nasional Hürjet, Kızılema, TB3, Anka-3 yang dipasang di kapal induk nasional kami," kata presiden.
Sumber : Daily Sabah
