Ditulis oleh Hilmi Abu Bakar
Mahasiswa STEI SEBI Depok
[WARTANUSANTARA.ID] Komunikasi adalah kemampuan paling penting yang wajib dimiliki semua orang. Komunikasi yang baik akan menarik banyak hal positif, yakni relasi yang luas, kepekaan lingkungan terhadap diri kita, sampai dengan terjalinnya hubungan yang sehat.
Kebanyakan dari anak muda zaman sekarang dihampiri rasa ragu bahkan cemas saat berkomunikasi atau bahkan menjadi sorotan dalam suatu forum, yang membuahkan hasil kepercayaan diri yang terus menerus tergerus. Sehingga kehadiran kita sekedar menjadi badut yang hanya ikut tertawa bila suasana lucu. Hal ini dapat berakibat fatal, membuat kita dapat dengan mudahnya terbawa oleh lingkungan, bilamana lingkungan tersebut positif terbawa positif, namun bila lingkungan tersebut negatif kita pun akan terbawa negatif.
Rasa ragu dan cemas dapat muncul dari mindset negative dan pemikiran kita yang tidak rasional. Hal ini muncul dapat disebabkan oleh pengalaman seseorang yang dulunya pernah memberanikan diri untuk membuka suara namun mendapatkan respon yang tidak semestinya atau memang karena tidak terbiasa. Keraguan berlebih dan rasa cemas dapat di atasi dengan mindset positif, yang secara tidak langsung menumbuhkan aura positif dalam diri kita.
Untuk memulai pembicaraan, kita dapat mengawali dengan melempar senyuman kepada lawan bicara kita. Tidak perlu bagi kita untuk berpikir keras menembak kapan kita akan mengutarakan pendapat dan tertawa, kita hanya perlu mengikuti alur pembicaraan dan mengutarakan pendapat kita dengan lugas sehingga lingkungan kita paham akan apa yang sedang kita fikirkan, karena pada dasarnya tidak ada satu pun manusia yang bisa membaca pikiran orang lain, maka utarakan apa yang sedang kita fikirkan, sehingga orang paham dan tidak menimbulkan miskom.
Kita sebagai makhluk sosial harus bisa menerima pendapat serta masukan dari orang lain. Bukan berarti menerima masukan orang bulat-bulat, bisa jadi apa yang dia ucapkan malah berdampak buruk untuk kita, tapi memikirkan kembali masukan yang disampaikan orang kepada kita. Teuntu meneerima masukan orang lain tidak menjatuhkan harga diri kita, anya saja karena kita tempat nya salah dan dosa, ada baiknya bagi kita untuk menerima masukan dari luar untuk menutup kurang-kurangnya insan ini
Kepercayaan diri pun dapat sangat berpengaruh dalam situasi ini. Rasa percaya diri merupakan salah satu peluang bagi kita untuk melangkah menuju kata bisa. Ibarat kata kita sedang mennumpukkan kerikil-kerikil kecil setiap hari nya, yang mana keraguanlah yang dapat meruntuhkan segalanya. Dapat disimpulkan, janganlah ragu dalam melangkah, benar salah bukan menjadi masalah besar lagi bagi kita. Toh hidup hanya sekali, dari kesalahan yang sudah terjadi jangan dibiarkan terulang kembali.
