[WARTANUSANTARA.ID] Sebuah "bencana lingkungan yang serius" menanti Gaza sebagai akibat dari penumpukan mayat-mayat warga Palestina yang dibunuh oleh Israel di utara Jalur Gaza, sebuah organisasi medis memperingatkan kemarin.
Dalam sebuah pernyataan, Direktur Organisasi Bantuan Medis di Gaza, Mohammed Abu Afash, mengatakan bahwa sejumlah besar mayat masih berada di jalan-jalan dan tidak dapat diambil, seraya menambahkan bahwa "anjing dan kucing liar memakan mayat-mayat yang menumpuk, menimbulkan bahaya lingkungan yang signifikan."
Menyoroti kekurangan staf medis dan perlengkapan yang parah, Abu Afash mencatat tidak adanya dokter bedah untuk melakukan operasi kritis pada yang terluka. Kekurangan ini berasal dari penargetan berulang-ulang rumah sakit dan tim medis oleh tentara pendudukan Israel, yang juga telah mencegah dokter mengakses Gaza utara.
Ia menjelaskan bahwa sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dapat mengirimkan sejumlah kecil bahan bakar dan perlengkapan medis ke Rumah Sakit Kamal Adwan, hanya enam orang yang terluka yang dipindahkan dari pusat medis di Beit Lahia ke Kota Gaza.
Sistem perawatan kesehatan di Gaza, khususnya di wilayah utara, menghadapi keruntuhan yang dahsyat. Serangan Israel telah menyebabkan sebagian besar rumah sakit tidak dapat beroperasi, sementara blokade yang sedang berlangsung telah menghentikan masuknya obat-obatan dan perlengkapan kesehatan serta mencegah pasien dan korban luka meninggalkan Jalur Gaza untuk berobat.
Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memperingatkan bahwa Israel menghentikan semua pengiriman bantuan ke Gaza utara pada bulan November dan telah memperketat pengepungannya di wilayah tersebut selama lebih dari 66 hari. Sekitar 400.000 warga sipil diperkirakan terjebak di wilayah tersebut dan menghadapi kondisi kelaparan.
Sumber : Memo
