Turki akan mengekspor hingga 60 drone Bayraktar TB3 ke Indonesia


[WARTANUSANTARA.ID] 
Indonesia akan menjadi negara pertama yang menerima jenis drone canggih baru, Bayraktar TB3 dari perusahaan pertahanan Turki, Baykar, menurut laporan Anadolu Agency (AA) pada hari Rabu.

Drone Bayraktar dari produsen pertahanan Turki, Baykar, akan diekspor ke Indonesia sebagai bagian dari perjanjian yang ditandatangani antara Baykar dan perusahaan pertahanan Indonesia, Republikorp.

CEO Baykar, Haluk Bayraktar, dan pendiri Republikorp, Norman Joesoef, menandatangani perjanjian produksi bersama untuk ekspor drone Bayraktar TB3 dan Akıncı pada hari Rabu.

Kesepakatan tersebut merupakan salah satu dari selusin perjanjian yang ditandatangani di sela-sela kunjungan Presiden Recep Tayyip ErdoÄŸan ke Indonesia. Ini menandai kunjungan pertama ErdoÄŸan ke Indonesia sejak tahun 2022, saat ia melakukan perjalanan ke Bali untuk menghadiri KTT G-20.

Menurut sebuah sumber, 60 drone Bayraktar TB3 dan sembilan drone Bayraktar Akıncı akan diekspor ke Indonesia.

TB3 adalah model drone TB2 yang lebih canggih, yang telah terjual ke sejumlah negara di seluruh dunia.

Dengan struktur sayap lipatnya, Bayraktar TB3 mampu lepas landas dan mendarat dari kapal dengan landasan pacu pendek. Drone ini dirancang untuk beroperasi dari kapal induk dengan landasan pacu pendek, seperti TCG Anadolu, kapal induk pertama negara tersebut.

Bayar terus mengembangkan kendaraan udara tempur nirawak (UCAV) Bayraktar TB3, dengan drone tersebut telah menyelesaikan lebih dari 100 pengujian sejauh ini, menurut perusahaan tersebut.

Tahun lalu, drone tersebut berhasil lepas landas dan mendarat dari kapal induk, sementara setahun sebelumnya, pada peringatan 100 tahun berdirinya Republik Turki, drone tersebut menyelesaikan penerbangan perdananya.

Di sisi lain, drone Akıncı juga memiliki daya tangkal yang besar di medan perang karena ketinggiannya yang tinggi, daya tahan yang lama, dan beragam pilihan muatan. Drone ini juga membantu tim bantuan kemanusiaan selama misi pencarian dan penyelamatan, gempa bumi, dan kebakaran.

Indonesia dan Turki telah membangun hubungan yang semakin erat dalam beberapa tahun terakhir dan telah bersama-sama mengembangkan model baru tank medium bernama Harimau melalui kolaborasi FNSS Turki dan produsen senjata milik negara Indonesia, Pindad.

Media Indonesia seperti Antara News, CNN Indonesia, Jakarta Globe, Kontan, Kuatbaca, Detik News, dan Indoraya News meliput secara luas perjanjian yang ditandatangani antara Baykar dan Republikorp dalam berita mereka. Dalam berita yang diterbitkan oleh kantor berita resmi negara Antara News, berjudul "Indonesia dan Turki akan memperluas kerja sama dalam pertahanan dan keamanan," pernyataan dari deklarasi bersama yang dibuat oleh Presiden ErdoÄŸan dan mitranya dari Indonesia, Prabowo Subianto, disertakan.

Berita tersebut menyatakan bahwa kedua negara akan meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan seperti intelijen dan kontraterorisme, dan disebutkan adanya kesepakatan mengenai pendirian pabrik produksi drone antara Baykar dan Republikorp.

Baykar sebelumnya juga telah mulai membangun pabrik di dekat Kyiv, Ukraina, yang akan mempekerjakan sekitar 500 orang dan memproduksi model drone TB2 atau TB3, kata CEO perusahaan tersebut kepada Reuters tahun lalu.

Sumber : Daily Sabah

0/Post a Comment/Comments