69 Warga Gaza Palestina Gugur dan 362 Luka-Luka Dalam 24 Jam, Termasuk Anak-Anak Yang Tewas Akibat Kelaparan


[WARTANUSANTARA.ID] 
Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa agresi militer Israel di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir kembali menelan korban jiwa yang signifikan. Sebanyak 69 orang gugur—termasuk korban yang sebelumnya dinyatakan selamat—dan 362 lainnya mengalami luka-luka, mayoritas di antaranya adalah warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Dalam laporan statistik harian yang dirilis pada Senin (11/8), rumah sakit di Gaza menerima 69 jenazah, dua di antaranya sebelumnya dinyatakan pulih, serta 362 korban luka. Dari jumlah tersebut, 29 korban meninggal dan 127 korban luka tiba sebagai bagian dari bantuan darurat. Total korban yang tercatat di rumah sakit sejak awal agresi telah mencapai 18.078 orang gugur dan lebih dari 13.021 luka-luka.

Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa banyak korban masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan udara maupun artileri. Tim medis dan pertahanan sipil tidak dapat menjangkau mereka karena blokade dan serangan yang terus berlangsung.

Tragedi kemanusiaan ini diperparah oleh krisis kelaparan. Dalam 24 jam terakhir, rumah sakit mencatat lima kematian akibat malnutrisi parah, termasuk seorang anak. Hingga kini, total korban tewas akibat kelaparan di Gaza mencapai 222 jiwa, di antaranya 101 anak-anak.

Sejak dimulainya perang genosida Israel pada 7 Oktober 2023, jumlah korban jiwa di Gaza telah mencapai 61.499 orang, sementara korban luka tercatat sebanyak 153.575 orang dengan berbagai tingkat keparahan. Setelah pelanggaran gencatan senjata oleh Israel pada 18 Maret 2025, tambahan 9.989 warga gugur dan 41.534 lainnya terluka.

Kementerian Kesehatan Palestina menegaskan bahwa aksi militer Israel ini bukan hanya melanggar hukum humaniter internasional, tetapi juga menunjukkan pola kejahatan perang yang disengaja. Pembunuhan massal terhadap warga sipil, penghancuran infrastruktur vital, dan penggunaan kelaparan sebagai senjata perang dinilai sebagai bentuk genosida yang nyata di hadapan dunia.

0/Post a Comment/Comments