Presiden tiba di Bandara Ngurah Rai sekitar pukul 12.00 WITA dan langsung menuju Banjar Gerenceng, Jl. Gajahmada IV, salah satu titik terparah yang masih dipenuhi lumpur dan puing. Ia menyusuri gang-gang sempit sambil berdialog dengan warga yang terdampak, didampingi oleh jajaran TNI, BNPB, dan pemerintah daerah.
Di Pasar Badung, warga menyambut dengan antusias, meneriakkan nama Prabowo dari seberang sungai yang meluap. Presiden juga menyempatkan diri mengunjungi posko pengungsian di Banjar Kesambi, serta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia.
“Saya datang ke sini bukan hanya untuk melihat, tapi memastikan bantuan sampai dan penanganan berjalan cepat. Kita tidak boleh biarkan rakyat menunggu terlalu lama,” ujar Prabowo di hadapan warga dan awak media.
Menurut data BNPB, banjir bandang yang terjadi sejak 10 September 2025 telah menyebabkan 16 orang meninggal dunia, serta ratusan rumah rusak di wilayah Denpasar, Gianyar, Jembrana, dan Badung.
Kunjungan ini menjadi simbol bahwa penanganan bencana adalah prioritas utama, bahkan setelah agenda diplomatik luar negeri yang padat.
Sumber: Kompas.com, Detik.com, dan siaran resmi Sekretariat Presiden RI
Diolah oleh AI
