Intelijen Turki di Balik Gagalnya Serangan Israel di Doha

[WARTANUSANTARA.ID] Serangan Israel menyasar sebuah gedung perumahan di Doha yang menjadi tempat tinggal sementara para pemimpin Hamas. Mereka tengah membahas proposal gencatan senjata yang diajukan Presiden AS Donald Trump. Hamas menyebut serangan itu sebagai “kejahatan keji” dan “upaya terang-terangan menggagalkan perdamaian”.

Reaksi Keras dan Dugaan Keterlibatan Turki

Kementerian Luar Negeri Turki langsung mengeluarkan kecaman keras. Ankara menyebut serangan tersebut sebagai bukti bahwa Israel tidak menginginkan perdamaian dan justru berupaya memperpanjang konflik. Namun lebih dari sekadar kecaman diplomatik, sumber-sumber regional menyebut bahwa Turki telah memainkan peran intelijen aktif dalam melindungi delegasi Hamas.



Ada dugaan Intelijen Turki memberikan informasi ke Qatar sebelum roket pertama Israel menghantam sehingga keamanan Qatar bisa menyelamatkan sebagian pemimpin Hamas.






Salah satu pemimpin Hamas, Khalel Al Haya dikabarkan baik-baik saja pasca serangan.

 

0/Post a Comment/Comments