Permintaan maaf ini muncul setelah kasus tersebut viral di media sosial, memicu reaksi publik yang membandingkan insiden ini dengan kasus Sahroni—kepala sekolah yang sebelumnya juga ramai dibicarakan karena pencopotan mendadak akibat konflik dengan pejabat lokal.
“Kalau ini menjadi suatu kesalahan, saya selaku Walikota Prabumulih mengucapkan permohonan maaf kepada Pak Roni dan seluruh masyarakat,” ujar Arlan dalam video yang beredar luas.
Spekulasi publik menyebut pencopotan Roni dipicu oleh teguran terhadap anak pejabat yang membawa mobil ke sekolah. Namun, Arlan membantah tudingan tersebut, menyebutnya sebagai kabar bohong. “Anak saya tidak membawa mobil ke sekolah, anak saya diantar,” tegasnya.
Situasi semakin menarik ketika ajudan Presiden Prabowo, Rizky Irmansyah, turun tangan dan menyatakan bahwa Roni akan kembali menjabat sebagai kepala sekolah, bersama satpam yang sebelumnya juga sempat diberhentikan.
Langkah cepat Arlan meminta maaf dan membatalkan pencopotan memunculkan pertanyaan: apakah ini bentuk antisipasi agar tidak bernasib seperti Sahroni, yang sempat menjadi simbol perlawanan publik terhadap intervensi politik dalam dunia pendidikan?
📰 Sumber:
- Tribun Pekanbaru – Kepsek SMPN 1 Prabumulih Batal Dipecat, Ajudan Prabowo Turun Tangan
- Sripoku – Dalih Walikota Arlan Pasca Viral Pencopotan Kepsek
- Kompas – Walikota Prabumulih Pastikan Tidak Ada Pencopotan Jabatan
- Suara Riau – Walikota Prabumulih Akhirnya Minta Maaf
Diolah oleh AI
