Israel Tewaskan Lebih dari 90 Warga Palestina dalam 2 Hari, Meskipun Ada Seruan Internasional untuk Gencatan Senjata

[WARTANUSANTARA.ID] Serangan Israel di Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 90 warga Palestina dalam dua hari terakhir, meskipun ada seruan internasional untuk gencatan senjata, ungkap otoritas setempat pada hari Minggu, Anadolu melaporkan.



Pasukan Israel melancarkan 131 serangan udara dan artileri di wilayah padat penduduk yang dihuni warga sipil dan pengungsi di Gaza, menewaskan 94 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, dengan 61 korban di antaranya berada di Kota Gaza, demikian pernyataan Kantor Media Pemerintah Gaza di Telegram.

“Kejahatan yang sedang berlangsung ini termasuk dalam kerangka genosida berkelanjutan terhadap rakyat Palestina kami dan menegaskan bahwa pendudukan mengabaikan semua seruan internasional untuk de-eskalasi, bersikeras melanjutkan pembunuhan sistematis terhadap warga sipil dan penghancuran sarana kehidupan di Jalur Gaza,” demikian pernyataan tersebut.

Israel mendesak pemerintah AS dan komunitas internasional untuk mengambil “tindakan serius, efektif, dan segera” guna menghentikan agresi dan memastikan gencatan senjata.

Pada hari Sabtu, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa ia siap untuk melaksanakan tahap pertama rencana Presiden AS Donald Trump untuk Gaza, yang menyerukan pembebasan segera semua tawanan Israel.

Laporan militer dan media Israel mengklaim bahwa pimpinan politik telah memerintahkan penghentian pendudukan Kota Gaza dan "pengurangan aktivitas militer di Jalur (Gaza) menjadi operasi pertahanan saja."

Pada 29 September, Trump mengumumkan rencana Gaza yang terdiri dari 20 poin, termasuk pembebasan tawanan Israel dalam waktu 72 jam setelah persetujuan Israel, gencatan senjata, dan pelucutan senjata kelompok Palestina Hamas.

Tel Aviv memperkirakan bahwa 48 tawanan Israel masih berada di Gaza, termasuk 20 orang yang masih hidup. Sementara itu, Israel menahan sekitar 11.100 tawanan Palestina, banyak di antaranya menghadapi penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis, menurut kelompok hak asasi manusia Palestina dan Israel.

Sejak Oktober 2023, pemboman Israel telah menewaskan lebih dari 67.000 warga Palestina di Gaza, dan sebagian besar infrastrukturnya telah hancur menjadi puing-puing.

Sumber : Memo

0/Post a Comment/Comments