[WARTANUSANTARA.ID] Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu memuji peran Turki dalam upaya mengamankan kesepakatan gencatan senjata di Gaza, menyebut Presiden Recep Tayyip Erdogan "fantastis" dan menekankan pengaruh Ankara di kawasan tersebut.
"Turki juga fantastis. Presiden Erdogan fantastis. Dia sangat membantu, karena dia sangat dihormati. Dia memiliki negara yang sangat kuat. Dia memiliki militer yang sangat, sangat kuat. Dan dia sangat membantu," kata Trump kepada wartawan dalam perjalanannya ke Timur Tengah menjelang konferensi perdamaian internasional tentang gencatan senjata Gaza.
Dia juga mengatakan bahwa Qatar membantu kesepakatan tersebut, menyebut Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani sebagai "pria yang luar biasa."
"Negaranya berada tepat di tengah segalanya, lebih dari negara mana pun, lebih dari UEA, di mana Anda harus terbang satu setengah jam untuk sampai ke sana, lebih dari Arab Saudi, di mana Anda harus terbang satu setengah jam untuk sampai ke sana," katanya, seraya menambahkan bahwa "Qatar seharusnya mulai mendapatkan pujian."
Presiden juga menyebutkan beberapa negara lain yang, katanya, berperan dalam negosiasi gencatan senjata, termasuk Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Indonesia, dan Yordania.
Pernyataan Trump muncul saat ia berangkat ke Israel, di mana ia diperkirakan akan bertemu dengan keluarga-keluarga tawanan Israel dan berpidato di Knesset, atau parlemen.
Ia kemudian akan menuju Sharm el-Sheikh, Mesir, di mana ia akan bergabung dengan para pemimpin dunia di KTT Perdamaian Sharm el-Sheikh pada hari Senin.
KTT tersebut, yang diketuai bersama oleh Trump dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, bertujuan "untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza, meningkatkan upaya untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah, serta mengawali fase baru keamanan dan stabilitas regional," menurut Kairo.
Presiden Erdogan akan menghadiri KTT tersebut atas undangan Sisi dan Trump, Direktur Komunikasi Turki Burhanettin Duran mengumumkan pada hari Minggu di media sosial.
Sumber : Anadolu Agency