Gencatan Senjata Berdarah: Israel Kembali Tewaskan 6 Warga Palestina di Gaza


[WARTANUSANTARA.ID] GAZA
– Harapan akan ketenangan di Jalur Gaza kembali tercoreng. Meskipun perjanjian gencatan senjata telah disepakati dan berlaku efektif, tentara Israel dilaporkan kembali melancarkan serangan yang menewaskan sedikitnya enam warga Palestina pada hari Rabu. Insiden ini menambah daftar panjang pelanggaran yang mengancam rapuhnya kesepakatan damai yang dimediasi internasional.

Serangan di Rafah dan Beit Lahia

Dalam pernyataan resminya, militer Israel mengklaim telah menyerang sekelompok orang di wilayah Rafah timur. Mereka berdalih bahwa orang-orang tersebut "kemungkinan besar muncul" dari infrastruktur bawah tanah di area yang masih diduduki pasukan Israel.

Akibat serangan ini, empat orang dilaporkan tewas di tempat, sementara dua lainnya ditahan oleh pasukan Israel.

Menurut laporan media Israel, situasi di Rafah memang masih tegang. Diperkirakan ada hampir 200 pejuang Hamas yang terjebak di terowongan bawah tanah di wilayah tersebut—area yang masuk dalam "garis kuning" atau zona yang masih diduduki Israel di bawah kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober. Hingga kini, Tel Aviv belum merespons permintaan mediator untuk memberikan jalur aman bagi mereka keluar ke wilayah yang tidak dikontrol Israel.

Di tempat terpisah, kekerasan juga terjadi di **Gaza utara**. Sumber medis melaporkan bahwa dua warga Palestina tewas ketika sebuah drone Israel menembaki sekelompok warga sipil di dekat Bundaran Beit Lahia.

Saksi mata mengatakan kepada *Anadolu Agency* bahwa drone tersebut melepaskan tembakan ke arah kerumunan warga di area di mana tentara Israel seharusnya sudah menarik diri sesuai perjanjian gencatan senjata.

Ancaman Terhadap Kesepakatan Damai

Serangan-serangan ini menandai pelanggaran terbaru terhadap gencatan senjata yang dicapai antara Hamas dan Israel. Kesepakatan tersebut, yang dimediasi oleh Mesir, Qatar, dan Turki dengan dukungan Amerika Serikat, diharapkan menjadi jeda dari konflik panjang yang telah menghancurkan Gaza.

Namun, data di lapangan menunjukkan realitas yang suram. Menurut statistik Palestina, setidaknya 342 orang telah tewas akibat tembakan tentara Israel sejak gencatan senjata dimulai.

Agresi Israel yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menewaskan hampir 70.000 orang di Gaza, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 171.000 lainnya, meninggalkan wilayah tersebut dalam puing-puing kehancuran.

0/Post a Comment/Comments