Mata-Mata Siluman: Drone Tempur Kızılelma Turki Jadi "Jet Tanpa Awak" Pertama Dunia dengan Sistem Bidik Canggih Lokal!

(Kizilelma dilengkapi dengan rudal Gokdogan/Photo ; SavunMasanayist)

[WARTANUSANTARA.ID] Ankara, Turki - Dalam terobosan teknologi pertahanan yang mengejutkan, pesawat tempur tanpa awak  Bayraktar Kızılelma milik Turki baru-baru ini mencatatkan sejarah. Kızılelma berhasil mengintegrasikan sistem penargetan elektro-optik (EOTS) buatan lokal yang disebut "Toygun" ke dalam badannya, menjadikannya drone tempur tak berawak pertama di dunia yang menggunakan sistem tersembunyi seperti ini!

Apa Itu EOTS "Toygun" dan Mengapa Ini Penting?

EOTS (Electro-Optical Targeting System) pada dasarnya adalah "mata" dan "otak" drone untuk misi penyerangan. Sistem ini menggunakan teknologi inframerah dan optik untuk:

1. Mendeteksi dan melacak target di darat maupun udara.
2. Menentukan jarak dan membidik sasaran dengan laser.
3. Memandu amunisi domestik yang dikembangkan Turki menuju target.

Yang membuat Toygun revolusioner adalah desainnya yang rendah visibilitas (low-observable) atau siluman.

Perbedaan Kunci: Pada pesawat tempur generasi lama, sistem bidik seperti ini seringkali berupa pod eksternal yang dipasang di luar badan pesawat (seperti di F-16). Pod eksternal ini dapat mengurangi kemampuan siluman dan menambah hambatan aerodinamis.

Dengan mengintegrasikan Toygun di dalam badan Kızılelma, drone tempur ini mampu:
1.  Mempertahankan Profil Siluman (Stealth): Desain tersembunyi meminimalkan jejak radar (Radar Cross-Section), memungkinkan Kızılelma menyusup jauh ke wilayah musuh tanpa terdeteksi.
2.  Meningkatkan Kinerja Aerodinamis: Tidak adanya pod eksternal berarti hambatan udara yang lebih rendah.


Tonggak Sejarah dalam Uji Coba Penerbangan

Pengembang Kızılelma, perusahaan pertahanan Baykar, mengumumkan keberhasilan ini setelah serangkaian uji coba penerbangan yang dilakukan di Pusat Pelatihan dan Uji Penerbangan Akıncı.

Dalam pengujian tersebut, sistem Toygun buatan raksasa pertahanan Turki, Aselsan, berhasil menjaga pertukaran data tanpa hambatan dengan komputer misi Kızılelma. Semua kriteria teknis untuk produksi massal telah terpenuhi, menandai kemajuan besar dalam kemampuan penerbangan pertahanan Turki yang sepenuhnya mandiri.

Implikasi Global dan Masa Depan

Integrasi yang berhasil ini menempatkan Turki hanya di antara segelintir negara di dunia yang memiliki kemampuan teknologi penting ini, yang sebelumnya hanya dimiliki oleh jet tempur generasi kelima tercanggih.

Kızılelma, yang juga diuji dengan radar AESA MURAD buatan lokal, diharapkan menjadi tulang punggung kekuatan udara tanpa awak Turki. Kemampuannya untuk melaksanakan tugas penargetan tingkat lanjut sambil mempertahankan keunggulan silumannya memberikan keuntungan strategis yang signifikan dalam operasi tempur modern.

Baykar dan Aselsan terus membuktikan bahwa kemandirian dalam teknologi pertahanan adalah prioritas utama, dengan menjadikan Kızılelma sebagai platform uji coba untuk sistem canggih lain, termasuk yang akan digunakan pada jet tempur berawak generasi kelima Turki,KAAN.

Sumber diolah dari Daily Sabah

0/Post a Comment/Comments