JAKARTA, Wartanusantara.id – Awal tahun 2026 kembali diwarnai drama investasi yang menyesakkan dada. Skandal Danai Syariah Indonesia (DSI) terbongkar, menyisakan ribuan lender (pemberi pinjaman) yang gigit jari karena uang mereka terancam raib.
Melansir RMOL.id, modus DSI sebenarnya lagu lama kaset kusut: Mengiming-imingi imbal hasil tinggi (di atas rata-rata pasar) dan membungkusnya dengan kemasan Syariah yang religius. Akibatnya? Banyak orang yang menaruh uang tanpa pikir panjang, mengira investasi ini "dijamin Tuhan", padahal sedang masuk perangkap manajemen yang bobrok.
Kenapa kita terus terjatuh di lubang yang sama? Jawabannya adalah kurangnya Kecerdasan Finansial. Yuk, kita bedah pelajarannya biar kamu gak jadi korban berikutnya!
1. Hukum Besi: High Risk, High Return
Pelajaran pertama: Tidak ada makan siang gratis. Dalam skandal DSI, lender tergiur bunga/bagi hasil yang sangat tinggi. Secara logika finansial, jika ada yang berani kasih cuan jauh di atas bunga deposito atau obligasi negara (SBN), berarti risikonya juga SANGAT TINGGI. Jangan pernah percaya kalau ada yang bilang "Pasti Untung" atau "Anti Rugi". Itu red flag nomor satu.
2. Jangan "Mabuk" Label Syariah
Ini poin paling sensitif tapi penting. Penipu zaman now tahu orang Indonesia itu religius. Mereka pakai istilah-istilah Arab, pakai logo hijau, dan bawa-bawa tokoh agama buat jualan. Kecerdasan Finansial artinya bisa memisahkan antara SENTIMEN dan FUNDAMENTAL. Investasi Syariah itu bagus, TAPI harus tetap dicek:
- Bagaimana model bisnisnya?
- Siapa yang meminjam uangnya?
- Apakah terdaftar dan berizin (bukan cuma terdaftar) di OJK? Jangan karena ada label "Syariah", logika kritis kamu jadi mati.
3. Cek Legalitas: Logis dan Legal (2L)
Banyak korban DSI baru sadar belakangan kalau ada masalah dalam tata kelola dana. Biasakan cek legalitas di website resmi OJK atau SWI (Satgas Waspada Investasi). Jangan cuma percaya testimoni influencer atau grup Telegram. Ingat, influencer dibayar buat ngomong bagus, kalau rugi, mereka gak bakal ganti uangmu.
Kesimpulan
Skandal DSI di tahun 2026 ini adalah pengingat mahal. Memiliki uang itu satu hal, tapi memiliki Kecerdasan Finansial untuk menjaganya adalah hal lain. Jadilah investor yang skeptis, kritis, dan logis. Jangan biarkan keserakahan dan label agama mematikan akal sehatmu.
Sumber: Diolah dari RMOL.id (17/1/2026): "Skandal DSI Terbongkar: Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah"
