Sejarah Baitul Hikmah: Perpustakaan Terbesar Dunia yang Berakhir Tragis di Sungai Tigris (1258 M)


Tahukah Anda, jauh sebelum Harvard atau Oxford berdiri, dunia pernah memiliki pusat ilmu pengetahuan termegah bernama Baitul Hikmah (The House of Wisdom) di Baghdad.

Di sinilah tempat berkumpulnya para jenius dunia. Di sinilah Al-Khawarizmi menemukan angka nol dan Aljabar. Di sinilah buku-buku Yunani kuno diterjemahkan. Saat Eropa masih dalam masa kegelapan (Dark Ages), Baghdad sudah terang benderang dengan lampu jalan dan ilmu pengetahuan.

Namun, semua kejayaan itu lenyap hanya dalam waktu singkat pada tahun 1258 M. Sebuah tragedi yang disebut sejarawan sebagai "Hari Paling Kelam bagi Ilmu Pengetahuan".

Berikut adalah kisah bangkit dan runtuhnya peradaban emas tersebut.

1. Baitul Hikmah: Jantung Peradaban Dunia

Didirikan oleh Khalifah Harun Ar-Rasyid dan disempurnakan oleh Al-Ma'mun (Dinasti Abbasiyah), Baitul Hikmah bukan sekadar perpustakaan. Ia adalah universitas, biro penerjemahan, dan observatorium.

  • Koleksi: Menyimpan ratusan ribu naskah kuno dari peradaban Yunani, Persia, hingga India.
  • Penghargaan Ilmu: Konon, Khalifah membayar penerjemah dengan emas seberat buku yang diterjemahkannya.
  • Output: Melahirkan ilmuwan legendaris seperti Ibnu Sina (Kedokteran), Al-Kindi (Filsafat), dan Al-Jazari (Teknologi).

2. Kedatangan Badai dari Timur (Mongol)

Pada pertengahan abad ke-13, ancaman datang dari bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan (cucu Genghis Khan).


Khalifah Al-Musta'shim Billah di Baghdad saat itu lengah. Ia meremehkan kekuatan Mongol dan mengabaikan pertahanan kota. Pasukan Mongol yang terkenal beringas mengepung Baghdad pada Januari 1258.

3. Sungai Tinta dan Darah

Pada 10 Februari 1258, benteng Baghdad jebol. Apa yang terjadi selanjutnya adalah mimpi buruk.


Pasukan Mongol tidak hanya membantai penduduk, tapi juga membantai "Ilmu Pengetahuan".

  • Penghancuran Buku: Perpustakaan Baitul Hikmah dibakar dan dijarah. Jutaan buku berharga dilempar ke Sungai Tigris.
  • Warna Sungai: Sejarawan mencatat, air Sungai Tigris berubah warna menjadi MERAH karena darah para ulama/ilmuwan yang dibantai, kemudian berubah menjadi HITAM pekat karena lunturnya tinta dari jutaan buku yang dibuang ke air.
  • Jembatan Buku: Saking banyaknya buku yang dibuang, konon pasukan Mongol bisa menyeberangi sungai dengan berkuda di atas tumpukan buku-buku tersebut.

4. Dampak Jangka Panjang

Runtuhnya Baghdad 1258 dianggap sebagai akhir dari The Golden Age of Islam. Banyak karya sains yang hilang selamanya tanpa sempat disalin. Dunia Islam kehilangan pusat gravitasinya, dan estafet ilmu pengetahuan perlahan berpindah ke Barat (Eropa) yang mulai mengalami Renaissance.

Kesimpulan

Kisah Baitul Hikmah adalah pengingat bahwa peradaban dibangun dengan tinta ulama, namun bisa hancur oleh kebodohan dan kelemahan pertahanan. Mengenang Baitul Hikmah bukan hanya meratapi masa lalu, tapi memantik semangat kita untuk kembali membangun peradaban ilmu: Iqra' (Bacalah).


(Internal Link - Cross Selling) Baca Juga Sejarah Kemenangan Islam: 👉 [Al-Fatih & Penaklukan Konstantinopel] 👉 [Thariq bin Ziyad & Penaklukan Andalusia]


Daftar Pustaka (Referensi)

  1. Hitti, Philip K. (2002). History of The Arabs. (Buku rujukan standar sejarah Arab/Islam).
  2. Al-Dzahabi. Siyar A'lam An-Nubala. (Biografi tokoh-tokoh Islam).
  3. Lyons, Jonathan. (2009). The House of Wisdom: How the Arabs Transformed Western Civilization. Bloomsbury Publishing.
  4. Syaikh Muhammad Al-Khudhari. (2018). Bangkit dan Runtuhnya Daulah Abbasiyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

0/Post a Comment/Comments