Dokumen Asing Bocor! Erdogan Disebut "Bersih-Bersih" Antek Israel di Militer, Turki dan Qatar Banjir Pujian

Wartanusantara.id – Di tengah hiruk-pikuk terbukanya berbagai dokumen rahasia global yang menyeret banyak nama tokoh dunia dalam skandal memalukan (sering dikaitkan dengan Epstein files), dua nama pemimpin negara justru mencuat dengan citra positif: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al Thani.



Hal ini menjadi sorotan netizen di media sosial X (Twitter) setelah pengamat hubungan internasional, Hasmi Bakhtiar, mengunggah potongan dokumen berbahasa Inggris yang menganalisis manuver geopolitik Turki.

"Dua negara yang patut berbangga dengan munculnya files ini, Türkiye dan Qatar," tulis Hasmi dalam cuitannya.

Erdogan "Bersih-Bersih" Pengaruh Israel

Dalam potongan dokumen yang beredar tersebut, terungkap analisis intelijen mengenai sikap tegas Erdogan terhadap Israel. Dokumen itu menyebutkan bahwa Erdogan secara terbuka menunjukkan kekuatan "Neo-Ottoman"-nya karena kecewa dengan Uni Eropa dan merasa "jijik" (genuinely repulsed) dengan pemerintahan Benjamin Netanyahu yang dianggap tumpul secara diplomatis.

Poin paling menarik dalam dokumen itu adalah langkah berani Erdogan di internal militernya. Tertulis kalimat:

"Erdogan is cleaning house in the Turkish military of those who historically worked well with Israel."

Artinya, Erdogan melakukan "bersih-bersih" di tubuh militer Turki, menyingkirkan orang-orang atau faksi yang selama ini memiliki sejarah kerja sama erat dengan Israel. Langkah ini dinilai sebagai upaya Erdogan memutus rantai pengaruh Zionis di dalam angkatan bersenjata negaranya.

Qatar dan Integritas Moral

Selain Turki, Qatar juga disebut sebagai negara yang "selamat" dan bermartabat dalam dokumen-dokumen yang beredar. Hasmi Bakhtiar menyoroti bahwa Emir Qatar, Syekh Tamim, memiliki catatan bersih, bahkan secara spesifik disebut "tidak meminum alkohol"—sebuah detail kecil yang menunjukkan ketaatan pada prinsip syariah di tengah gaya hidup hedonisme para elit global yang sering terekspos dalam skandal internasional.

Respon Publik

Bocornya informasi ini seolah menjadi angin segar bagi dunia Islam. Di saat banyak pemimpin Barat tersandera skandal moral dan korupsi, sikap tegas Erdogan yang anti-Netanyahu dan integritas pribadi pemimpin Qatar menjadi bukti bahwa masih ada pemimpin yang memegang teguh prinsip.

Manuver Erdogan yang disebut "membuang Israel ke bawah bus" (throws Israel under the bus) dan membocorkan agen intelijen Israel, seperti tertulis dalam dokumen, menunjukkan bahwa Turki di bawah Erdogan adalah pemain kunci yang tidak bisa didikte oleh kekuatan asing.

0/Post a Comment/Comments