Rangkuman Materi Pendidikan Pancasila Kelas 10 Bab 4: Menjadi Warga Negara yang Baik & Sistem Pertahanan (NKRI)


Halo Sobat Pelajar!

Sudah sampai di Bab 4 ya? Di bab ini, topiknya agak berat tapi seru banget, yaitu tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kalian pasti sedang pegang LKPD Bab 4 yang isinya tabel-tabel "Audit Diri" dan simulasi diplomat PBB, kan?. Tenang, jangan panik dulu.

Artikel ini akan memberikan bekal materi lengkap supaya kalian lancar mengerjakan setiap aktivitas di LKPD tersebut tanpa perlu browsing sana-sini lagi. Yuk, simak poin kuncinya!

1. Keseimbangan Hak dan Kewajiban (Untuk Aktivitas 1)

Di Aktivitas 1 LKPD, kalian diminta melakukan "Self-Audit" atau evaluasi diri. Kuncinya ada di kata "Seimbang".

Banyak orang lantang menuntut Hak (apa yang didapat), tapi lupa Kewajiban (apa yang harus dilakukan).
  • Di Sekolah: Kita berhak dapat fasilitas (Wi-Fi/WC bersih), tapi wajib menjaganya.
  • Di Jalan Raya: Kita berhak lewat, tapi wajib punya SIM dan pakai helm.
  • Di Medsos: Kita berhak posting, tapi wajib menjaga etika (tidak menyebar hoaks/kebencian).
Tips Mengerjakan Bedah Kasus (Viral tapi Salah):  Saat menganalisis berita viral (seperti vandalisme atau bullying), cari tahu Pasal berapa yang dilanggar. Biasanya terkait Pasal 28J UUD 1945 (Wajib menghormati hak orang lain) atau UU ITE.

2. Sishankamrata: Kita Semua adalah "Komponen"! (Untuk Aktivitas 2)

Masuk ke Aktivitas 2, kalian akan ketemu istilah sulit: Sishankamrata (Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta).

Simpelnya, menjaga Indonesia itu bukan cuma tugas Tentara, tapi tugas Semesta (semua orang). Menurut UU Pengelolaan Sumber Daya Nasional, pertahanan dibagi tiga:
  • Komponen Utama: TNI (Siap tempur di garis depan).
  • Komponen Cadangan: Warga negara yang mendaftar dan dilatih militer (bisa dimobilisasi saat perang).
  • Komponen Pendukung: Warga sipil (kamu, guru, dokter, petani) dan sumber daya alam yang memperkuat pertahanan dari belakang.

Ancaman Zaman Now (Militer vs Non-Militer)  Perang zaman sekarang nggak selalu pakai pistol (Militer). Ada ancaman Non-Militer yang menyerang otak dan budaya, contohnya:
  • Ideologi: Paham radikal yang anti-Pancasila.
  • Ekonomi: Pencurian ikan di laut kita.
  • Sosial Budaya: Ketergantungan pada narkoba atau lunturnya budaya lokal karena "dijajah" budaya asing.

3. Politik Luar Negeri "Bebas Aktif" (Untuk Aktivitas 3)

Siap-siap jadi Diplomat Muda! Di Aktivitas 3, kalian akan simulasi sidang PBB membahas isu Palestina, Iklim, atau Laut China Selatan.

Supaya argumen kalian kuat, pegang prinsip Bebas Aktif:
  • Bebas: Indonesia tidak memihak blok kekuatan manapun (tidak jadi 'antek' negara adidaya).
  • Aktif: Indonesia tidak pasif/diam, tapi terus berkontribusi menyelesaikan konflik dunia demi perdamaian.
Bekal Debat: Jika kalian memilih isu Laut China Selatan, ingat posisi Indonesia adalah menjaga kedaulatan Natuna tapi tetap mengedepankan hukum internasional (UNCLOS 1982).

4. Profil Warga Negara yang Baik

Terakhir, untuk proyek "Citizen Project", ingatlah bahwa patriotisme itu tidak harus angkat senjata.
  • Pelajar yang belajar giat = Bela Negara (mencegah kebodohan).
  • Tidak nyampah sembarangan = Bela Negara (menjaga tanah air).
  • Membayar pajak = Bela Negara (pembangunan).
Penutup Menjadi warga negara yang baik (Good Citizen) dimulai dari hal kecil di sekitar kita. Sekarang, silakan kembali ke LKPD dan isi tabel analisisnya dengan pemikiran kritis kalian sendiri.

Selamat mengerjakan!

0/Post a Comment/Comments