Sejarah Baru Tercipta! Prabowo Umumkan Stok Beras RI Tertinggi Sepanjang Masa, Jagung Siap Susul Swasembada

(Photo : Gemini AI)

JAKARTA, Wartanusantara.id – Presiden Prabowo Subianto membawa kabar gembira yang menyejukkan hati rakyat Indonesia di awal tahun 2026. Dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama, Kepala Negara dengan bangga mengumumkan bahwa Indonesia kini memiliki cadangan beras nasional tertinggi sepanjang sejarah Republik ini berdiri.

Capaian ini bukan sekadar klaim, melainkan didukung data konkret yang menunjukkan ketahanan pangan nasional semakin kokoh, tidak hanya pada komoditas beras tetapi juga jagung.

1. Rekor Stok Beras: Gudang Penuh, Hati Tenang

Presiden menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah bukti nyata dari strategi pangan yang dijalankan pemerintah. Berdasarkan data terbaru per awal 2026, stok beras yang dikuasai Perum Bulog tercatat mencapai angka fantastis, yakni di kisaran 3,3 juta ton.

"Ini stok tertinggi di awal tahun sepanjang Bulog berdiri dari tahun 1967 sampai sekarang," ungkap Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.

Jika ditotal secara nasional (termasuk yang ada di masyarakat dan penggilingan), Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat angka yang lebih mencengangkan, yakni mencapai 12,5 juta ton. Artinya, Indonesia tidak lagi berada dalam posisi "mengemis" impor beras karena kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi oleh hasil keringat petani sendiri.

2. Jagung Menyusul: "Goodbye" Impor Pakan

Tak hanya beras, Presiden Prabowo juga menyoroti komoditas strategis lainnya: Jagung. Dalam pidatonya, Prabowo optimistis bahwa swasembada jagung sudah di depan mata. "Insyaallah sebentar lagi kita swasembada jagung," tegas Prabowo.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mendukung optimisme ini. Produksi jagung nasional tercatat mengalami kenaikan signifikan sebesar 6,44% menembus angka 16,11 juta ton pada tahun 2025.

Kemandirian jagung ini krusial karena berdampak langsung pada harga pakan ternak. Jika jagung melimpah, harga telur dan daging ayam di pasaran bisa lebih stabil dan murah, yang ujung-ujungnya meringankan beban belanja emak-emak.

3. Misi Besar: Turunkan Harga Pangan

Dengan melimpahnya stok beras dan jagung, Presiden Prabowo memiliki satu target utama: Menurunkan harga pangan untuk rakyat. "Kita bertekad menurunkan harga pangan untuk seluruh rakyat Indonesia," ujar Prabowo.

Pemerintah juga memastikan ketersediaan pupuk yang terjangkau bagi petani agar tren positif produksi ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

Kesimpulan

Tahun 2026 menjadi titik balik sejarah pangan Indonesia. Rekor stok beras tertinggi dan lonjakan produksi jagung membuktikan bahwa cita-cita menjadi "Lumbung Pangan Dunia" bukan lagi sekadar mimpi. Kini, tantangan selanjutnya adalah menjaga stabilitas harga agar petani untung dan rakyat tersenyum.

Sumber: Diolah dari Republika, CNBC Indonesia, Detik Finance, dan Antara News (Februari 2026).

0/Post a Comment/Comments