Duka dari Lebanon: Prajurit TNI Gugur Dihantam Proyektil di Markas Pasukan Perdamaian PBB

(Markas UNIFIL di Lebanon Selatan/Foto : Reuters)

JAKARTA, Wartanusantara.id – Bangsa Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) dilaporkan gugur secara tragis setelah markas mereka di Lebanon Selatan terkena serangan proyektil mematikan.

Insiden berdarah ini terjadi pada Minggu malam di tengah eskalasi konflik yang terus memanas antara militer Israel dan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

1. Dihantam Proyektil di Lebanon Selatan

Berdasarkan laporan yang diterima, markas pasukan Indonesia yang menjadi sasaran serangan berlokasi di Aadshit al-Qusayr, dekat wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan. Ledakan proyektil tersebut tidak hanya mengakibatkan satu prajurit TNI gugur, tetapi juga membuat satu prajurit lainnya mengalami luka-luka yang sangat kritis.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah prajurit yang gugur dikabarkan belum dapat dievakuasi dan masih berada di pos UNIFIL di Marjayoun. Sementara itu, prajurit yang kritis telah dilarikan dan sedang mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit St. George, Beirut.

2. Kemenlu dan Kemenhan Turun Tangan

Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut terus berkoordinasi erat dengan UNIFIL. Duta Besar RI untuk Lebanon, Dicky Komar, membenarkan adanya laporan ledakan maut di pos penjaga perdamaian tersebut.

"Seorang penjaga perdamaian tewas secara tragis tadi malam ketika sebuah proyektil meledak di posisi UNIFIL. Kami terus menelusuri kabar ini untuk memastikan detailnya," ujar Dicky seperti dikutip dari Republika, Senin (30/3/2026). Saat ini, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan Mabes TNI juga tengah mengumpulkan data komprehensif terkait kronologi dan pihak yang bertanggung jawab atas serangan ini.

3. PBB Kutuk Keras Serangan

Dalam pernyataan resminya, UNIFIL menyampaikan belasungkawa yang paling dalam atas hilangnya nyawa personel penjaga perdamaian tersebut. Pihak PBB menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan perdamaian, siapa pun pelakunya, merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter dan hukum perang internasional.

Penyelidikan mendalam kini tengah dilakukan oleh UNIFIL untuk menentukan dari arah mana proyektil tersebut ditembakkan. Serangan ini terjadi menyusul agresi darat yang makin intensif di perbatasan Lebanon-Israel.

Kesimpulan

Gugurnya prajurit TNI di tanah Lebanon adalah duka bagi seluruh rakyat Indonesia. Mereka berangkat bukan untuk berperang, melainkan untuk menjadi tameng perdamaian di tanah yang bergejolak. Semoga almarhum diterima di sisi-Nya sebagai pahlawan bangsa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Kita mendesak PBB untuk segera mengusut tuntas siapa dalang di balik serangan pengecut ini!

Sumber Referensi: Diolah dari laporan langsung Republika (30 Maret 2026).

0/Post a Comment/Comments