Insiden ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak, mengingat Gereja Makam Kudus adalah salah satu situs paling sakral bagi umat Kristiani di seluruh dunia.
1. Dihadang Saat Menuju Gereja
Berdasarkan laporan yang beredar, Kardinal Pierbattista Pizzaballa bersama rombongan pemimpin gereja sedang berjalan menuju Gereja Makam Kudus untuk memimpin jalannya Misa Minggu Palma, sebuah ibadah penting menjelang Hari Paskah.
Namun, langkah mereka secara tiba-tiba dihentikan oleh barikade kepolisian Israel. Polisi berdalih bahwa rombongan pemimpin gereja tersebut berjalan tanpa bentuk prosesi atau seremoni resmi yang biasanya dilakukan, sehingga mereka dipaksa untuk berbalik arah dan dilarang masuk ke kompleks gereja.
2. Pertama Kalinya dalam Sejarah Berabad-abad
Pelarangan ini bukan sekadar masalah penutupan jalan biasa, melainkan sebuah kemunduran sejarah yang luar biasa. Pihak Patriarkat Latin Yerusalem mengeluarkan pernyataan bernada kecewa yang menyatakan bahwa insiden ini telah memutus tradisi keagamaan yang sudah berjalan sangat lama.
"Akibatnya, untuk pertama kalinya dalam berabad-abad, para pemimpin Gereja tidak dapat memimpin misa Minggu Palma di Gereja Makam Kudus," jelas pernyataan resmi tersebut.
3. Pukulan bagi Umat Kristiani di Tanah Suci
Insiden ini menambah panjang daftar panjang pembatasan yang dialami oleh umat beragama di Yerusalem di bawah kontrol keamanan Israel. Minggu Palma, yang seharusnya menjadi momen penuh suka cita untuk mengenang masuknya Yesus ke Yerusalem, justru berubah menjadi momen keprihatinan.
Tindakan penghadangan terhadap sosok setingkat Kardinal dinilai sebagai bentuk rasa tidak hormat terhadap kebebasan beragama dan menjaga status quo tempat-tempat suci di Yerusalem.
Kesimpulan
Peristiwa dihalanginya Kardinal Pierbattista Pizzaballa untuk memimpin misa di Gereja Makam Kudus adalah catatan kelam bagi toleransi umat beragama di Yerusalem. Dunia internasional kini kembali menyoroti kebijakan keamanan Israel yang kerap kali bersinggungan langsung dengan hak-hak beribadah umat beragama, baik itu Islam maupun Kristen, di kota suci tersebut.
Sumber Referensi: Diolah dari CNN Indonesia (29 Maret 2026).
