Wartanusantara.id - Ketika mendengar nama keluarga Bupati Jepara, dunia langsung teringat pada sosok pahlawan emansipasi wanita, R.A. Kartini. Namun, tahukah Anda bahwa Kartini memiliki seorang kakak kandung yang kejeniusannya diakui oleh seluruh Eropa?
Namanya adalah Raden Mas Panji (R.M.P.) Sosrokartono. Jika Haji Agus Salim dijuluki polyglot karena menguasai 9 bahasa, maka Sosrokartono berada di level "dewa". Beliau menguasai 24 bahasa asing dan 10 bahasa daerah nusantara!
Bukan sekadar ahli bahasa, Sosrokartono adalah jurnalis perang tingkat dunia, intelijen tanpa tanda jasa, dan salah satu pemikir paling brilian yang pernah dilahirkan oleh tanah Jawa. Mari kita bedah rekam jejak epik dari The Smart Easterner (Si Timur yang Cerdas) ini.
1. Mahasiswa Indonesia Pertama di Leiden
Sosrokartono adalah pemuda Indonesia pertama yang berhasil menembus pendidikan tinggi di Universitas Leiden, Belanda. Di sana, kejeniusannya membuat para dosen dan mahasiswa Eropa tercengang. Ia mampu membaca, menulis, dan berdebat menggunakan bahasa Belanda, Inggris, Prancis, Jerman, Latin, Yunani Kuno, Rusia, hingga bahasa Basque (bahasa suku terasing di Spanyol).
Karena kepintarannya yang di luar akal sehat tersebut, mahasiswa Eropa menjulukinya "De Slimme Oosterling" atau Si Orang Timur yang Cerdas. Beliaulah yang sering mengirimi Kartini buku-buku progresif dari Eropa, yang kelak membentuk pola pikir kritis sang adik.
2. Jurnalis Perang Dunia I Bergaji Dolar
Ketika Perang Dunia I pecah, Eropa dilanda kekacauan informasi. Koran bergengsi Amerika, The New York Herald, mengadakan tes rahasia untuk mencari wartawan perang yang berani menembus garis pertahanan militer Eropa. Sosrokartono melamar dan memukau panitia karena kemampuannya merangkum berita perang dalam berbagai bahasa.
Ia terpilih menjadi koresponden perang. Berkat kejeniusan linguistiknya, ia diberi pangkat militer Mayor oleh blok Sekutu, hanya agar ia bebas keluar-masuk garis depan peperangan untuk meliput tanpa dicurigai sebagai mata-mata. Sosrokartono menjadi jurnalis dari Nusantara pertama yang meliput perang terbesar di dunia.
3. Menembus Dokumen Rahasia Perjanjian Versailles
Salah satu pencapaian paling legendaris Sosrokartono terjadi pasca-Perang Dunia I, tepatnya saat perundingan Perjanjian Versailles (1919). Sidang ini sangat tertutup, dan hasil perundingannya dirahasiakan rapat-rapat dari publik dunia.
Namun, keesokan harinya, The New York Herald secara mengejutkan menerbitkan draf lengkap perjanjian tersebut! Seluruh Eropa geger. Bagaimana sebuah koran Amerika bisa membocorkan dokumen paling rahasia di Eropa? Usut punya usut, Sosrokartono adalah sosok jenius di baliknya. Ia berhasil menembus keamanan tingkat tinggi berkat penguasaan bahasanya dan jaringan tingkat atas yang ia miliki.
4. Pulang Membawa "Alif" (Sang Mandor Klungsu)
Meski hidup bergelimang harta dan dihormati di Eropa, Sosrokartono memilih pulang ke Tanah Air pada tahun 1925. Ia melepaskan semua atribut kemewahannya. Di Bandung, ia mengabdi sebagai penyembuh rakyat kecil dan mendirikan klinik Darussalam.
Ia tidak menggunakan obat-obatan medis, melainkan hanya secarik kertas bertuliskan huruf Arab "Alif" dan air putih. Ia menyebut dirinya dengan nama samaran Mandor Klungsu (Klungsu berarti biji asam), sebuah filosofi kerendahan hati bahwa sehebat apa pun manusia, di hadapan Sang Pencipta ia hanyalah sebuah biji kecil yang tidak ada artinya.
Kesimpulan
Kisah R.M.P. Sosrokartono adalah bukti empiris bahwa kecerdasan intelektual bangsa Nusantara mampu berdiri lebih tinggi dari bangsa Eropa pada masa itu. Penguasaan 24 bahasanya adalah simbol kedaulatan pikiran, sementara akhir hidupnya yang sederhana adalah monumen tentang kerendahan hati. Bagi generasi muda, khususnya pelajar di tingkat SMP hingga SMA, sosok beliau adalah teladan abadi tentang literasi, keberanian, dan pengabdian.
Baca Juga Sejarah Epik Lainnya di Warta Nusantara:
👉 [Diplomasi Cerdik Haji Agus Salim: Senjata Polyglot The Grand Old Man]
👉 [Disrupsi Bisnis 1905: Taktik Haji Samanhudi Hancurkan Monopoli Asing]
👉 [Diplomasi Kultural Sunan Kudus: Alasan Jenius Ganti Sapi Jadi Kerbau]
Daftar Pustaka
- Ibad, Muhammad N. (2018). Sosrokartono: Hikmah, Ajaran, dan Kisah Hidup sang Wartawan Perang Dunia I. Yogyakarta: Pustaka Pesantren. (Buku yang membedah spesifik masa kecil, karir jurnalistik di Eropa, hingga masa spiritualnya di Bandung).
- Salam, Solichin. (1987). Drs. R.M.P. Sosrokartono: Sebuah Biografi. Jakarta: Yayasan Pendidikan Soekarno. (Rujukan biografi akademis yang merinci daftar 24 bahasa asing dan 10 bahasa daerah yang dikuasainya).
- Pramoedya Ananta Toer. (2003). Panggil Aku Kartini Saja. Jakarta: Hasta Mitra. (Mencatat peran krusial Sosrokartono dalam memasok literatur progresif Eropa untuk adiknya, R.A. Kartini).
