Wartanusantara.id – Menjelang berakhirnya semester ganjil tahun pelajaran 2026/2027, persiapan menghadapi Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) atau Penilaian Akhir Semester (PAS) menjadi agenda krusial di setiap satuan pendidikan SMP/MTs. Bagi Bapak/Ibu guru yang sedang menyusun instrumen evaluasi akhir semester, maupun siswa yang membutuhkan bahan latihan mandiri, kami telah menyiapkan Bank Soal ASAS/PAS IPS Kelas 7 Semester 1 Kurikulum Merdeka yang disusun 100% mengacu pada Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII Edisi Revisi 2023 karya Muhammad Nursa'ban dan Supardi (Kemendikbudristek RI).
Penyusunan naskah soal ini telah diselaraskan dengan Capaian
Pembelajaran (CP) dan Tujuan Pembelajaran (TP) terbaru Fase D berdasarkan Panduan
Mata Pelajaran IPS Revisi 2025 serta Inspirasi
ATP IPS Fase D Ruang GTK. Seluruh butir soal dirancang menggunakan
pendekatan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)—memadukan Literasi
Membaca (70%) dan Numerasi (30%)—serta berstandar HOTS (Higher
Order Thinking Skills) dengan proporsi kognitif berimbang: Level 1
(Pemahaman: 30%), Level 2 (Penerapan: 40%), dan Level 3
(Penalaran: 30%).
Kisi-Kisi Materi ASAS IPS Kelas 7 Semester 1 (Kurikulum
Merdeka)
Berdasarkan struktur materi semester ganjil pada Buku
Siswa IPS Kelas VII Edisi Revisi 2023 dan dokumen Kisi-Kisi
Bank Soal ASAS IPS Kelas VII (Paket A & Paket B), cakupan materi ujian
ASAS/PAS IPS Kelas 7 berfokus pada dua tema utama:
1. Tema I: Kehidupan Sosial dan Kondisi Lingkungan Sekitar
(Halaman 1–60)
- Mengenal
Lokasi Tempat Tinggal: Perbedaan lokasi absolut dan lokasi relatif,
fungsi garis lintang (zona iklim) dan garis bujur (zona waktu GMT), serta
perhitungan efisiensi rute pada peta digital.
- Konektivitas
Antarruang: Konsep interaksi wilayah menurut Edward Ullman (regional
complementarity, intervening opportunity, dan spatial
transfer ability) serta perbandingan karakteristik sosial-ekonomi
wilayah perdesaan dan perkotaan.
- Perubahan
Iklim dan Cuaca: Unsur cuaca dan iklim, pola pergerakan angin muson
dan curah hujan di Indonesia, serta dampak perubahan iklim terhadap sektor
pertanian, perhubungan, industri, dan nelayan.
- Potensi
Bencana Alam di Indonesia: Letak geologis Indonesia (pertemuan Lempeng
Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik serta jalur Sirkum Pasifik dan Sirkum
Mediterania), pemanfaatan sumber daya mineral/migas, serta mitigasi
bencana gempa bumi, tsunami, dan erupsi gunung api.
- Kegiatan
Ekonomi: Aktivitas produksi (faktor alam, tenaga kerja, modal,
keahlian), distribusi (langsung, semilangsung, tidak langsung), dan
konsumsi beserta faktor internal dan eksternalnya.
- Interaksi
Sosial: Syarat terjadinya interaksi sosial (kontak sosial dan
komunikasi), bentuk interaksi asosiatif (kerja sama/gotong royong,
akomodasi/mediasi, akulturasi) dan disosiatif (persaingan, kontravensi,
konflik).
- Konsep
Dasar Ilmu Sejarah: Unsur manusia, ruang, dan waktu dalam sejarah;
ciri sejarah sebagai peristiwa yang unik, abadi, dan penting; serta
klasifikasi sumber sejarah (tertulis, benda/artefak, dan tradisi
lisan/cerita rakyat).
2. Tema II: Keberagaman Lingkungan Sekitar (Halaman 61–102)
- Berkenalan
dengan Lingkungan Sekitar: Pembabakan zaman pembentukan bumi menurut
geologi (Arkaekum, Paleozoikum, Mesozoikum, dan Neozoikum/Kuarter) serta
dinamika interaksi sosial budaya (culture shock).
- Pembiasaan
Diri untuk Melestarikan Lingkungan: Dampak pencemaran udara (partikel
COx, SOx, NOx), pencemaran air (eutrofikasi limbah domestik/pertanian),
pencemaran tanah (residu pestisida), serta solusi pelestarian seperti
bioremediasi dan transportasi ramah lingkungan.
- Masyarakat
Masa Praaksara di Indonesia: Perkembangan corak kehidupan dari masa
berburu dan mengumpulkan makanan (food gathering), bercocok tanam (food
producing), hingga masa perundagian (logam), lengkap dengan analisis
artefak (chopper Pacitan, flakes Ngandong, kjokkenmoddinger,
beliung persegi, menhir, dan nekara perunggu).
- Pembangunan
Berkelanjutan dan Kelangkaan: Faktor penyebab kelangkaan sumber daya,
penyusunan skala prioritas kebutuhan, masalah pokok ekonomi modern (What,
How, For Whom), serta pengelompokan 17 Tujuan Sustainable
Development Goals (SDGs) ke dalam 4 pilar pembangunan (Sosial,
Ekonomi, Lingkungan, dan Tata Kelola).
Bocoran Contoh Soal ASAS IPS Kelas 7 (Berbasis Literasi,
Numerasi & HOTS)
Sebagai gambaran kualitas instrumen di dalam paket dokumen,
berikut adalah cuplikan beberapa butir soal Pilihan Ganda, Benar-Salah, dan
Uraian HOTS yang diambil dari Naskah
Soal ASAS IPS Kelas 7 Paket A dan Naskah
Soal ASAS IPS Kelas 7 Paket B:
Contoh Soal 1 (Numerasi Geografi – Selisih Waktu & Garis
Bujur / Level L2)
Stimulus: Konferensi Internasional Meridian tahun
1884 di Washington DC menetapkan Royal Observatory di Greenwich, London (0°)
sebagai standar waktu internasional (Greenwich Mean Time / GMT). Setiap
pergeseran garis bujur sebesar 15° ke arah timur, waktu lokal akan lebih cepat
1 jam dibandingkan waktu di Greenwich.
Sebuah pesawat kargo berangkat dari Kota X yang berada pada
koordinat 105° BT menuju Kota Y yang terletak pada koordinat 135° BT. Jika saat
pesawat lepas landas waktu lokal di Kota X menunjukkan pukul 08.00, dan lama
perjalanan pesawat adalah 3 jam, maka pesawat tersebut akan mendarat di Kota Y
pada waktu lokal Kota Y pukul...
A. 11.00
B. 12.00
C. 13.00
D. 14.00
- Kunci
Jawaban: C
- Pembahasan
(Hlm. 6–7 Buku Teks): Selisih bujur Kota Y dan Kota X = 135° BT
dikurangi 105° BT = 30°. Karena setiap 15° setara dengan 1 jam, maka waktu
lokal Kota Y lebih cepat 30° dibagi 15° = 2 jam dari Kota X. Saat
berangkat pukul 08.00 waktu Kota X, waktu di Kota Y menunjukkan pukul 10.00.
Ditambah durasi penerbangan 3 jam, pesawat mendarat pukul 13.00 waktu Kota
Y.
Contoh Soal 2 (Numerasi & Literasi Peta Digital / Level
L3 - HOTS)
Stimulus: Keluarga Pak Iqbal hendak melakukan
perjalanan mudik dari Tasikmalaya menuju Pacitan sekaligus mengirimkan paket
barang pindahan melalui jasa ekspedisi. Sebelum berangkat, Pak Iqbal memeriksa
aplikasi peta digital di ponsel pintarnya dan memperoleh data perbandingan dua
rute berikut:
|
Parameter Rute |
Rute I (Jalur Pantai Utara / Pantura) |
Rute II (Jalur Selatan) |
|
Jarak Tempuh |
540 km |
410 km |
|
Estimasi Waktu Tempuh |
13 jam (terdapat beberapa titik kemacetan merah) |
8 jam (kondisi lalu lintas lancar hijau-biru) |
|
Tarif Ekspedisi Barang per km |
Rp4.000,00/km |
Rp4.000,00/km |
Berdasarkan data peta digital di atas, alasan Pak Iqbal
memilih Rute II (Jalur Selatan) ditinjau dari konsep lokasi relatif dan
efisiensi pemanfaatan peta digital adalah...
A. Rute II memangkas waktu tempuh sebanyak 5 jam lebih
singkat serta menghemat estimasi biaya pengiriman ekspedisi sebesar
Rp520.000,00 karena jaraknya 130 km lebih dekat dibandingkan Rute I
B. Rute I memiliki waktu tempuh 5 jam lebih cepat
dibandingkan Rute II meskipun jarak tempuhnya lebih jauh
C. Peta digital mengubah koordinat lintang dan bujur Kota
Pacitan sehingga tarif ekspedisi di kedua jalur menjadi sama persis
D. Rute II dipilih karena pengguna jasa ekspedisi wajib
mendatangi kantor cabang secara langsung untuk bernegosiasi harga
- Kunci
Jawaban: A
- Pembahasan
(Hlm. 8–9 & 52 Buku Teks): Jalur Selatan lebih pendek 130 km (540
km dikurangi 410 km) dan lebih cepat 5 jam (13 jam dikurangi 8 jam).
Penghematan biaya ekspedisi mencapai 130 km × Rp4.000,00 = Rp520.000,00.
Contoh Soal 3 (Konektivitas Antarruang Edward Ullman / Level
L3 - HOTS)
Stimulus: Perhatikan tabel potensi sumber daya tiga
wilayah berikut!
|
Wilayah |
Kondisi Sumber Daya Sayuran |
Kondisi Sumber Daya Ikan Laut |
Jarak & Aksesibilitas |
|
Wilayah A |
Surplus (Berlebih) |
Minus (Kekurangan) |
Berjarak 120 km dari Wilayah B; 35 km dari Wilayah C |
|
Wilayah B |
Minus (Kekurangan) |
Surplus (Berlebih) |
Berjarak 120 km dari Wilayah A; 40 km dari Wilayah C |
|
Wilayah C |
Surplus (Berlebih) |
Surplus (Berlebih) |
Terletak di antara Wilayah A dan B dengan akses jalan tol
lancar |
Awalnya, Wilayah A dan Wilayah B berpotensi menjalin
interaksi perdagangan yang kuat. Namun setelah Wilayah C mengembangkan
pelabuhan perikanan sekaligus agrobisnis sayuran, interaksi antara Wilayah A
dan Wilayah B menjadi melemah. Analisis yang tepat mengenai fenomena tersebut
adalah...
A. Wilayah C berperan sebagai intervening opportunity
(kesempatan berintervensi) karena mampu menyuplai kebutuhan ikan bagi Wilayah A
dan sayuran bagi Wilayah B dengan jarak lebih dekat
B. Wilayah A dan Wilayah B mengalami regional
complementarity yang semakin menguat akibat hadirnya Wilayah C sebagai
konsumen tunggal
C. Wilayah B memutus hubungan dagang karena mengalami
kelebihan pasokan sayuran dan kekurangan ikan laut
D. Interaksi Wilayah A dan Wilayah C melemah karena keduanya
sama-sama kekurangan komoditas sayuran
- Kunci
Jawaban: A
- Pembahasan
(Hlm. 13 & 52 Buku Teks): Kehadiran pihak ketiga (Wilayah C) yang
memiliki kedua sumber daya dengan jarak lebih dekat menjadi perantara yang
melemahkan interaksi langsung antara Wilayah A dan Wilayah B (intervening
opportunity).
Contoh Soal 4 (Potensi Geologis & Mitigasi Bencana /
Level L3 - HOTS)
Stimulus: Wilayah kepulauan Indonesia terletak pada
pertemuan tiga lempeng tektonik besar dunia (Lempeng Eurasia, Lempeng
Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik) serta dilalui oleh dua jalur pegunungan
muda dunia (Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania) sehingga memiliki 127 gunung
api aktif. Di satu sisi, kondisi geologis ini memberikan berkah ekonomi yang
melimpah, namun di sisi lain menyimpan potensi bencana geologis.
Manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan
pemanfaatan potensi ekonomi geologis sekaligus kesadaran mitigasi bencana
masyarakat Indonesia?
A. Batuan metamorf menghasilkan mineral talk untuk bahan
baku kosmetik dan cekungan sedimen menghasilkan minyak/gas bumi, namun
masyarakat wajib mewaspadai risiko gempa tektonik, tsunami, dan erupsi gunung
api
B. Pertemuan lempeng tektonik membuat seluruh wilayah
Indonesia bebas dari gempa bumi namun miskin cadangan mineral tambang
C. Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania menyebabkan
Indonesia memiliki empat musim subtropis yang cocok untuk gandum
D. Aktivitas vulkanisme hanya membawa kerugian ekologis
tanpa memberikan kontribusi kesuburan tanah vulkanik bagi pertanian
- Kunci
Jawaban: A
- Pembahasan
(Hlm. 24–29 Buku Teks): Secara geologis, proses pembentukan batuan
metamorf dan cekungan migas menyediakan bahan tambang bernilai ekonomi
tinggi (seperti mineral talk untuk bedak/kosmetik, minyak bumi untuk
bensin/avtur, dan gas metana untuk LPG), sembari menuntut kesiapsiagaan
terhadap bencana geologis murni (gempa bumi, tsunami, dan gunung meletus).
Contoh Soal 5 (Alur Kegiatan Ekonomi / Level L2)
Stimulus: Perhatikan tiga aktivitas ekonomi yang
dilakukan oleh warga masyarakat berikut!
- Sani
membeli dan meminum es kelapa muda di kantin sekolah saat jam istirahat
siang karena merasa haus seusai berolahraga.
- Ibu
Risa mengolah tepung terigu, telur, dan gula di dapur rumahnya menjadi kue
bolu panggang untuk dijual kembali.
- Kang
Rumi mengantarkan puluhan kotak kue bolu dari rumah Ibu Risa menuju
koperasi sekolah dan warung-warung sekitar menggunakan sepeda motor.
Urutan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi
yang tepat berdasarkan ketiga aktivitas di atas adalah...
A. (1) – (2) – (3)
B. (2) – (1) – (3)
C. (2) – (3) – (1)
D. (3) – (2) – (1)
- Kunci
Jawaban: C
- Pembahasan
(Hlm. 31–35 & 54 Buku Teks): Aktivitas (2) Ibu Risa membuat kue
adalah kegiatan produksi (menciptakan/menambah nilai guna barang);
aktivitas (3) Kang Rumi mengantar kue adalah kegiatan distribusi
(menyalurkan barang dari produsen ke konsumen); dan aktivitas (1) Sani
meminum es kelapa muda adalah kegiatan konsumsi
(menggunakan/menghabiskan nilai guna barang).
Contoh Soal 6 (Interaksi Sosial Asosiatif vs Disosiatif /
Level L2)
Stimulus: Di sebuah desa terjadi perselisihan
pendapat antara pemilik peternakan ayam dengan warga sekitar terkait bau
kandang yang mengganggu kenyamanan. Untuk mencegah konflik terbuka, Ketua RT
setempat mengundang kedua belah pihak untuk duduk bersama di balai warga. Dalam
pertemuan tersebut, Ketua RT bertindak sebagai penengah yang netral dan
membantu memfasilitasi dialog hingga tercapai kesepakatan pengelolaan limbah
kandang secara mandiri oleh kedua pihak.
Bentuk interaksi sosial asosiatif yang ditempuh oleh Ketua
RT dalam menyelesaikan perselisihan tersebut adalah...
A. Koersi (coercion)
B. Akomodasi dalam bentuk mediasi (mediation)
C. Kontravensi (contravention)
D. Ajudikasi (adjudication) di pengadilan
- Kunci
Jawaban: B
- Pembahasan
(Hlm. 40 Buku Teks): Upaya meredakan pertentangan untuk mencapai
kestabilan dinamakan akomodasi. Karena Ketua RT berperan sebagai pihak
ketiga yang netral untuk memfasilitasi kesepakatan damai tanpa memaksakan
putusan pengadilan, maka bentuk akomodasinya adalah mediasi.
Contoh Soal 7 (Numerasi Pencemaran Tanah & Ekologi /
Level L2)
Stimulus: Dalam kegiatan pertanian modern, penggunaan
pestisida kimia cair secara berlebihan justru menimbulkan pencemaran tanah dan
membunuh mikroorganisme penyubur tanah. Berdasarkan penelitian ekologis pada
buku teks IPS Kelas VII halaman 71, dari seluruh cairan pestisida yang
disemprotkan petani ke lahan pertanian, tercatat hanya sekitar 20% yang
efektif mengenai sasaran hama tanaman, sedangkan 80% sisanya jatuh ke
tanah dan terbawa aliran air irigasi sebagai residu pencemar.
Apabila sebuah kelompok tani menyemprotkan total 250
liter larutan pestisida kimia selama satu musim tanam, maka volume
pestisida yang efektif mengenai hama dan volume pestisida yang jatuh mencemari
tanah secara berturut-turut adalah...
A. 20 liter mengenai hama dan 230 liter mencemari tanah
B. 50 liter mengenai hama dan 200 liter mencemari tanah
C. 80 liter mengenai hama dan 170 liter mencemari tanah
D. 200 liter mengenai hama dan 50 liter mencemari tanah
- Kunci
Jawaban: B
- Pembahasan
(Hlm. 71 Buku Teks): Volume pestisida yang efektif mengenai sasaran
hama = 20% × 250 liter = 50 liter. Adapun volume yang jatuh mencemari
tanah dan perairan = 80% × 250 liter = 200 liter. Solusi ramah
lingkungannya adalah beralih ke biopestisida nabati dan menerapkan bioremediasi.
Contoh Soal 8 (Jejak Kebudayaan Masa Praaksara / Level L2)
Stimulus: Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan
tingkat lanjut (Zaman Mesolitikum), sebagian masyarakat purba tinggal menetap
sementara di gua-gua payung (abris sous roche) dan di tepi pantai. Di
sepanjang pesisir timur Sumatra ditemukan tumpukan bukit kerang yang telah
membatu setinggi beberapa meter yang di dalamnya juga tersimpan alat kapak
genggam Sumatra (pebble).
Istilah arkeologis untuk menyebut tumpukan sampah dapur
kulit kerang peninggalan masyarakat praaksara di tepi pantai tersebut adalah...
A. Kjokkenmoddinger
B. Sarkofagus
C. Punden Berundak
D. Candrasa
- Kunci
Jawaban: A
- Pembahasan
(Hlm. 82–85 Buku Teks): Kjokkenmoddinger (berasal dari bahasa
Denmark: kjokken = dapur, modding = sampah) adalah bukit
atau tumpukan fosil sampah dapur berupa kulit kerang dan siput laut
peninggalan manusia purba masa Mesolitikum di tepi pantai.
Contoh Soal 9 (Format AKM Benar-Salah – 4 Pilar SDGs / Level
L2)
Stimulus: Pembangunan berkelanjutan (Sustainable
Development Goals / SDGs) memiliki 17 tujuan global yang dikelompokkan ke
dalam 4 pilar pembangunan utama berdasarkan Gambar 2.21 Buku
Siswa IPS Kelas VII Edisi Revisi 2023 halaman 91–92. Tentukan apakah
pernyataan berikut Benar atau Salah!
|
No. |
Pernyataan Analisis Pilar Pembangunan Berkelanjutan
(SDGs) |
Benar / Salah |
|
1. |
Tujuan Tanpa Kemiskinan (Tujuan 1), Tanpa Kelaparan
(Tujuan 2), Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Tujuan 3), Pendidikan Berkualitas
(Tujuan 4), dan Kesetaraan Gender (Tujuan 5) termasuk dalam Pilar
Pembangunan Sosial. |
Benar |
|
2. |
Penanganan Perubahan Iklim (Tujuan 13), Ekosistem Lautan
(Tujuan 14), dan Ekosistem Daratan (Tujuan 15) termasuk dalam Pilar
Pembangunan Hukum dan Tata Kelola, bukan Pilar Lingkungan. |
Salah |
- Kunci
Jawaban & Pembahasan: Pernyataan 1 Benar (Tujuan 1–5
merupakan cakupan Pilar Pembangunan Sosial). Pernyataan 2 Salah
karena Tujuan 6 serta Tujuan 11–15 merupakan cakupan Pilar Pembangunan
Lingkungan, sedangkan Pilar Pembangunan Hukum dan Tata Kelola mencakup
Tujuan 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh).
Contoh Soal 10 (Soal Uraian HOTS – Mitigasi Bencana &
Numerasi / Level L3)
Soal Uraian: Berdasarkan data BPBD Kota Padang pada
buku teks IPS Kelas VII halaman 30, peristiwa Gempa Bumi Sumatra Barat
berkekuatan 7,6 SR pada 30 September 2009 mengakibatkan kerusakan permukiman
warga dengan rincian: 135.448 unit rumah rusak berat, 65.380 unit
rumah rusak sedang, dan 78.604 unit rumah rusak ringan.
a) Hitunglah total keseluruhan unit rumah warga yang
mengalami kerusakan akibat gempa bumi tersebut!
b) Mengapa wilayah pantai barat Sumatra sangat rawan
mengalami gempa bumi tektonik, dan tuliskan 3 langkah mitigasi yang wajib
dilakukan pelajar apabila gempa terjadi saat sedang berada di dalam ruang
kelas!
- Kunci
Jawaban & Pedoman Penskoran:
- Jawaban
(a): Total rumah rusak = 135.448 + 65.380 + 78.604 = 279.432 unit
rumah.
- Jawaban
(b): Wilayah pantai barat Sumatra rawan gempa karena berada tepat di
zona tumbukan (subduksi) Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia serta
dilalui patahan aktif Sesar Semangko dan Patahan Mentawai. Langkah
mitigasi saat di ruang kelas: (1) Tetap tenang dan tidak panik, (2)
Berlindung di bawah meja yang kokoh sambil melindungi kepala dengan
tas/tangan (Drop, Cover, Hold On) serta menjauhi kaca jendela, (3)
Setelah guncangan mereda, segera berjalan tertib keluar ruangan melalui
jalur evakuasi menuju titik kumpul lapangan terbuka.
Spesifikasi Paket Lengkap Bank Soal ASAS IPS Kelas 7 (Paket
A & Paket B)
Menyusun puluhan butir soal AKM yang dilengkapi stimulus
tabel, wacana kontekstual, beserta matriks kisi-kisi dari nol tentu menyita
banyak waktu Bapak/Ibu guru di tengah padatnya administrasi akhir semester.
Untuk mempermudah tugas Bapak/Ibu, kami telah mengemas Paket Komplit Bank
Soal ASAS/PAS IPS Kelas 7 Semester Ganjil TP 2026/2027 dalam format Microsoft
Word (.docx) yang 100% bisa diedit, terdiri atas 5 dokumen siap pakai:
- 00-Kisi-Kisi
Bank Soal ASAS IPS Kelas VII (Paket A & Paket B):
Format matriks resmi Kurikulum Merdeka (mencakup Pemetaan Tema/Halaman
Buku, Muatan Literasi & Numerasi, Bentuk Stimulus, Indikator Soal,
Level Kognitif L1–L3, dan Bentuk Soal).
- 01-Naskah
Soal ASAS IPS Kelas 7 Paket A (40 Butir Soal): Terdiri atas
25 Pilihan Ganda, 5 Benar-Salah, 5 Menjodohkan, dan 5 Uraian HOTS lengkap
dengan Kop Identitas Ujian.
- 02-Kunci
Jawaban, Pembahasan & Skor Penilaian Paket A:
Dilengkapi pembahasan rinci per nomor beserta rujukan halaman Buku
Siswa IPS Kelas VII Edisi Revisi 2023 dan rubrik penskoran nilai akhir
skala 100.
- 03-Naskah
Soal ASAS IPS Kelas 7 Paket B (50 Butir Soal): Terdiri atas
35 Pilihan Ganda, 5 Benar-Salah, 5 Menjodohkan, dan 5 Uraian HOTS (sangat
cocok untuk sekolah yang menggunakan standar 50 soal atau membutuhkan Soal
Utama & Soal Susulan/Cadangan yang setara).
- 04-Kunci
Jawaban, Pembahasan & Skor Penilaian Paket B:
Pembahasan tuntas 50 butir soal Paket B beserta pedoman penskoran
analitik.
Link Download Paket Soal & Kisi-Kisi ASAS/PAS IPS Kelas
7 Kurikulum Merdeka (2026/2027)
Anda bisa mendapatkan paket lengkap evaluasi ASAS/PAS IPS
Kelas 7 Semester Ganjil (Paket A 40 Soal + Paket B 50 Soal + Kisi-Kisi + Kunci
Jawaban Format Word) melalui halaman resmi kami di bawah ini:
👉 📥 Akses Paket Lengkap
Bank Soal ASAS IPS Kelas 7 (Word + Kisi-Kisi) di Sini
Cara Akses & Download File:
- Klik
tautan di atas untuk langsung menuju ke halaman katalog resmi kami.
- Pilih
produk Bank Soal ASAS IPS Kelas 7 Semester Ganjil (Kurikulum Merdeka)
dan masukkan alamat email serta nomor WhatsApp aktif Anda pada kolom yang
disediakan.
- Klik
tombol Dapatkan Sekarang (atau Beli Sekarang) dan selesaikan
instruksi pembayaran cepat (QRIS / Virtual Account / E-Wallet) yang
tertera di layar.
- Akses unduhan seluruh file Word (.docx) akan langsung terbuka di layar dan otomatis terkirim juga ke alamat email Anda. Seluruh dokumen siap diedit menyesuaikan kop dan logo sekolah masing-masing!
