Download Soal ASAS/PAS IPS Kelas 7 Semester 1 Kurikulum Merdeka 2026/2027 (Lengkap Word)


Wartanusantara.id
– Menjelang berakhirnya semester ganjil tahun pelajaran 2026/2027, persiapan menghadapi Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) atau Penilaian Akhir Semester (PAS) menjadi agenda krusial di setiap satuan pendidikan SMP/MTs. Bagi Bapak/Ibu guru yang sedang menyusun instrumen evaluasi akhir semester, maupun siswa yang membutuhkan bahan latihan mandiri, kami telah menyiapkan Bank Soal ASAS/PAS IPS Kelas 7 Semester 1 Kurikulum Merdeka yang disusun 100% mengacu pada Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII Edisi Revisi 2023 karya Muhammad Nursa'ban dan Supardi (Kemendikbudristek RI).

Penyusunan naskah soal ini telah diselaraskan dengan Capaian Pembelajaran (CP) dan Tujuan Pembelajaran (TP) terbaru Fase D berdasarkan Panduan Mata Pelajaran IPS Revisi 2025 serta Inspirasi ATP IPS Fase D Ruang GTK. Seluruh butir soal dirancang menggunakan pendekatan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)—memadukan Literasi Membaca (70%) dan Numerasi (30%)—serta berstandar HOTS (Higher Order Thinking Skills) dengan proporsi kognitif berimbang: Level 1 (Pemahaman: 30%), Level 2 (Penerapan: 40%), dan Level 3 (Penalaran: 30%).

Kisi-Kisi Materi ASAS IPS Kelas 7 Semester 1 (Kurikulum Merdeka)

Berdasarkan struktur materi semester ganjil pada Buku Siswa IPS Kelas VII Edisi Revisi 2023 dan dokumen Kisi-Kisi Bank Soal ASAS IPS Kelas VII (Paket A & Paket B), cakupan materi ujian ASAS/PAS IPS Kelas 7 berfokus pada dua tema utama:

1. Tema I: Kehidupan Sosial dan Kondisi Lingkungan Sekitar (Halaman 1–60)

  • Mengenal Lokasi Tempat Tinggal: Perbedaan lokasi absolut dan lokasi relatif, fungsi garis lintang (zona iklim) dan garis bujur (zona waktu GMT), serta perhitungan efisiensi rute pada peta digital.
  • Konektivitas Antarruang: Konsep interaksi wilayah menurut Edward Ullman (regional complementarity, intervening opportunity, dan spatial transfer ability) serta perbandingan karakteristik sosial-ekonomi wilayah perdesaan dan perkotaan.
  • Perubahan Iklim dan Cuaca: Unsur cuaca dan iklim, pola pergerakan angin muson dan curah hujan di Indonesia, serta dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian, perhubungan, industri, dan nelayan.
  • Potensi Bencana Alam di Indonesia: Letak geologis Indonesia (pertemuan Lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik serta jalur Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania), pemanfaatan sumber daya mineral/migas, serta mitigasi bencana gempa bumi, tsunami, dan erupsi gunung api.
  • Kegiatan Ekonomi: Aktivitas produksi (faktor alam, tenaga kerja, modal, keahlian), distribusi (langsung, semilangsung, tidak langsung), dan konsumsi beserta faktor internal dan eksternalnya.
  • Interaksi Sosial: Syarat terjadinya interaksi sosial (kontak sosial dan komunikasi), bentuk interaksi asosiatif (kerja sama/gotong royong, akomodasi/mediasi, akulturasi) dan disosiatif (persaingan, kontravensi, konflik).
  • Konsep Dasar Ilmu Sejarah: Unsur manusia, ruang, dan waktu dalam sejarah; ciri sejarah sebagai peristiwa yang unik, abadi, dan penting; serta klasifikasi sumber sejarah (tertulis, benda/artefak, dan tradisi lisan/cerita rakyat).

2. Tema II: Keberagaman Lingkungan Sekitar (Halaman 61–102)

  • Berkenalan dengan Lingkungan Sekitar: Pembabakan zaman pembentukan bumi menurut geologi (Arkaekum, Paleozoikum, Mesozoikum, dan Neozoikum/Kuarter) serta dinamika interaksi sosial budaya (culture shock).
  • Pembiasaan Diri untuk Melestarikan Lingkungan: Dampak pencemaran udara (partikel COx, SOx, NOx), pencemaran air (eutrofikasi limbah domestik/pertanian), pencemaran tanah (residu pestisida), serta solusi pelestarian seperti bioremediasi dan transportasi ramah lingkungan.
  • Masyarakat Masa Praaksara di Indonesia: Perkembangan corak kehidupan dari masa berburu dan mengumpulkan makanan (food gathering), bercocok tanam (food producing), hingga masa perundagian (logam), lengkap dengan analisis artefak (chopper Pacitan, flakes Ngandong, kjokkenmoddinger, beliung persegi, menhir, dan nekara perunggu).
  • Pembangunan Berkelanjutan dan Kelangkaan: Faktor penyebab kelangkaan sumber daya, penyusunan skala prioritas kebutuhan, masalah pokok ekonomi modern (What, How, For Whom), serta pengelompokan 17 Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) ke dalam 4 pilar pembangunan (Sosial, Ekonomi, Lingkungan, dan Tata Kelola).

Bocoran Contoh Soal ASAS IPS Kelas 7 (Berbasis Literasi, Numerasi & HOTS)

Sebagai gambaran kualitas instrumen di dalam paket dokumen, berikut adalah cuplikan beberapa butir soal Pilihan Ganda, Benar-Salah, dan Uraian HOTS yang diambil dari Naskah Soal ASAS IPS Kelas 7 Paket A dan Naskah Soal ASAS IPS Kelas 7 Paket B:

Contoh Soal 1 (Numerasi Geografi – Selisih Waktu & Garis Bujur / Level L2)

Stimulus: Konferensi Internasional Meridian tahun 1884 di Washington DC menetapkan Royal Observatory di Greenwich, London (0°) sebagai standar waktu internasional (Greenwich Mean Time / GMT). Setiap pergeseran garis bujur sebesar 15° ke arah timur, waktu lokal akan lebih cepat 1 jam dibandingkan waktu di Greenwich.

Sebuah pesawat kargo berangkat dari Kota X yang berada pada koordinat 105° BT menuju Kota Y yang terletak pada koordinat 135° BT. Jika saat pesawat lepas landas waktu lokal di Kota X menunjukkan pukul 08.00, dan lama perjalanan pesawat adalah 3 jam, maka pesawat tersebut akan mendarat di Kota Y pada waktu lokal Kota Y pukul...

A. 11.00

B. 12.00

C. 13.00

D. 14.00

  • Kunci Jawaban: C
  • Pembahasan (Hlm. 6–7 Buku Teks): Selisih bujur Kota Y dan Kota X = 135° BT dikurangi 105° BT = 30°. Karena setiap 15° setara dengan 1 jam, maka waktu lokal Kota Y lebih cepat 30° dibagi 15° = 2 jam dari Kota X. Saat berangkat pukul 08.00 waktu Kota X, waktu di Kota Y menunjukkan pukul 10.00. Ditambah durasi penerbangan 3 jam, pesawat mendarat pukul 13.00 waktu Kota Y.

Contoh Soal 2 (Numerasi & Literasi Peta Digital / Level L3 - HOTS)

Stimulus: Keluarga Pak Iqbal hendak melakukan perjalanan mudik dari Tasikmalaya menuju Pacitan sekaligus mengirimkan paket barang pindahan melalui jasa ekspedisi. Sebelum berangkat, Pak Iqbal memeriksa aplikasi peta digital di ponsel pintarnya dan memperoleh data perbandingan dua rute berikut:

Parameter Rute

Rute I (Jalur Pantai Utara / Pantura)

Rute II (Jalur Selatan)

Jarak Tempuh

540 km

410 km

Estimasi Waktu Tempuh

13 jam (terdapat beberapa titik kemacetan merah)

8 jam (kondisi lalu lintas lancar hijau-biru)

Tarif Ekspedisi Barang per km

Rp4.000,00/km

Rp4.000,00/km

Berdasarkan data peta digital di atas, alasan Pak Iqbal memilih Rute II (Jalur Selatan) ditinjau dari konsep lokasi relatif dan efisiensi pemanfaatan peta digital adalah...

A. Rute II memangkas waktu tempuh sebanyak 5 jam lebih singkat serta menghemat estimasi biaya pengiriman ekspedisi sebesar Rp520.000,00 karena jaraknya 130 km lebih dekat dibandingkan Rute I

B. Rute I memiliki waktu tempuh 5 jam lebih cepat dibandingkan Rute II meskipun jarak tempuhnya lebih jauh

C. Peta digital mengubah koordinat lintang dan bujur Kota Pacitan sehingga tarif ekspedisi di kedua jalur menjadi sama persis

D. Rute II dipilih karena pengguna jasa ekspedisi wajib mendatangi kantor cabang secara langsung untuk bernegosiasi harga

  • Kunci Jawaban: A
  • Pembahasan (Hlm. 8–9 & 52 Buku Teks): Jalur Selatan lebih pendek 130 km (540 km dikurangi 410 km) dan lebih cepat 5 jam (13 jam dikurangi 8 jam). Penghematan biaya ekspedisi mencapai 130 km × Rp4.000,00 = Rp520.000,00.

Contoh Soal 3 (Konektivitas Antarruang Edward Ullman / Level L3 - HOTS)

Stimulus: Perhatikan tabel potensi sumber daya tiga wilayah berikut!

Wilayah

Kondisi Sumber Daya Sayuran

Kondisi Sumber Daya Ikan Laut

Jarak & Aksesibilitas

Wilayah A

Surplus (Berlebih)

Minus (Kekurangan)

Berjarak 120 km dari Wilayah B; 35 km dari Wilayah C

Wilayah B

Minus (Kekurangan)

Surplus (Berlebih)

Berjarak 120 km dari Wilayah A; 40 km dari Wilayah C

Wilayah C

Surplus (Berlebih)

Surplus (Berlebih)

Terletak di antara Wilayah A dan B dengan akses jalan tol lancar

Awalnya, Wilayah A dan Wilayah B berpotensi menjalin interaksi perdagangan yang kuat. Namun setelah Wilayah C mengembangkan pelabuhan perikanan sekaligus agrobisnis sayuran, interaksi antara Wilayah A dan Wilayah B menjadi melemah. Analisis yang tepat mengenai fenomena tersebut adalah...

A. Wilayah C berperan sebagai intervening opportunity (kesempatan berintervensi) karena mampu menyuplai kebutuhan ikan bagi Wilayah A dan sayuran bagi Wilayah B dengan jarak lebih dekat

B. Wilayah A dan Wilayah B mengalami regional complementarity yang semakin menguat akibat hadirnya Wilayah C sebagai konsumen tunggal

C. Wilayah B memutus hubungan dagang karena mengalami kelebihan pasokan sayuran dan kekurangan ikan laut

D. Interaksi Wilayah A dan Wilayah C melemah karena keduanya sama-sama kekurangan komoditas sayuran

  • Kunci Jawaban: A
  • Pembahasan (Hlm. 13 & 52 Buku Teks): Kehadiran pihak ketiga (Wilayah C) yang memiliki kedua sumber daya dengan jarak lebih dekat menjadi perantara yang melemahkan interaksi langsung antara Wilayah A dan Wilayah B (intervening opportunity).

Contoh Soal 4 (Potensi Geologis & Mitigasi Bencana / Level L3 - HOTS)

Stimulus: Wilayah kepulauan Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik besar dunia (Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik) serta dilalui oleh dua jalur pegunungan muda dunia (Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania) sehingga memiliki 127 gunung api aktif. Di satu sisi, kondisi geologis ini memberikan berkah ekonomi yang melimpah, namun di sisi lain menyimpan potensi bencana geologis.

Manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan pemanfaatan potensi ekonomi geologis sekaligus kesadaran mitigasi bencana masyarakat Indonesia?

A. Batuan metamorf menghasilkan mineral talk untuk bahan baku kosmetik dan cekungan sedimen menghasilkan minyak/gas bumi, namun masyarakat wajib mewaspadai risiko gempa tektonik, tsunami, dan erupsi gunung api

B. Pertemuan lempeng tektonik membuat seluruh wilayah Indonesia bebas dari gempa bumi namun miskin cadangan mineral tambang

C. Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania menyebabkan Indonesia memiliki empat musim subtropis yang cocok untuk gandum

D. Aktivitas vulkanisme hanya membawa kerugian ekologis tanpa memberikan kontribusi kesuburan tanah vulkanik bagi pertanian

  • Kunci Jawaban: A
  • Pembahasan (Hlm. 24–29 Buku Teks): Secara geologis, proses pembentukan batuan metamorf dan cekungan migas menyediakan bahan tambang bernilai ekonomi tinggi (seperti mineral talk untuk bedak/kosmetik, minyak bumi untuk bensin/avtur, dan gas metana untuk LPG), sembari menuntut kesiapsiagaan terhadap bencana geologis murni (gempa bumi, tsunami, dan gunung meletus).

Contoh Soal 5 (Alur Kegiatan Ekonomi / Level L2)

Stimulus: Perhatikan tiga aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh warga masyarakat berikut!

  1. Sani membeli dan meminum es kelapa muda di kantin sekolah saat jam istirahat siang karena merasa haus seusai berolahraga.
  2. Ibu Risa mengolah tepung terigu, telur, dan gula di dapur rumahnya menjadi kue bolu panggang untuk dijual kembali.
  3. Kang Rumi mengantarkan puluhan kotak kue bolu dari rumah Ibu Risa menuju koperasi sekolah dan warung-warung sekitar menggunakan sepeda motor.

Urutan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi yang tepat berdasarkan ketiga aktivitas di atas adalah...

A. (1) – (2) – (3)

B. (2) – (1) – (3)

C. (2) – (3) – (1)

D. (3) – (2) – (1)

  • Kunci Jawaban: C
  • Pembahasan (Hlm. 31–35 & 54 Buku Teks): Aktivitas (2) Ibu Risa membuat kue adalah kegiatan produksi (menciptakan/menambah nilai guna barang); aktivitas (3) Kang Rumi mengantar kue adalah kegiatan distribusi (menyalurkan barang dari produsen ke konsumen); dan aktivitas (1) Sani meminum es kelapa muda adalah kegiatan konsumsi (menggunakan/menghabiskan nilai guna barang).

Contoh Soal 6 (Interaksi Sosial Asosiatif vs Disosiatif / Level L2)

Stimulus: Di sebuah desa terjadi perselisihan pendapat antara pemilik peternakan ayam dengan warga sekitar terkait bau kandang yang mengganggu kenyamanan. Untuk mencegah konflik terbuka, Ketua RT setempat mengundang kedua belah pihak untuk duduk bersama di balai warga. Dalam pertemuan tersebut, Ketua RT bertindak sebagai penengah yang netral dan membantu memfasilitasi dialog hingga tercapai kesepakatan pengelolaan limbah kandang secara mandiri oleh kedua pihak.

Bentuk interaksi sosial asosiatif yang ditempuh oleh Ketua RT dalam menyelesaikan perselisihan tersebut adalah...

A. Koersi (coercion)

B. Akomodasi dalam bentuk mediasi (mediation)

C. Kontravensi (contravention)

D. Ajudikasi (adjudication) di pengadilan

  • Kunci Jawaban: B
  • Pembahasan (Hlm. 40 Buku Teks): Upaya meredakan pertentangan untuk mencapai kestabilan dinamakan akomodasi. Karena Ketua RT berperan sebagai pihak ketiga yang netral untuk memfasilitasi kesepakatan damai tanpa memaksakan putusan pengadilan, maka bentuk akomodasinya adalah mediasi.

Contoh Soal 7 (Numerasi Pencemaran Tanah & Ekologi / Level L2)

Stimulus: Dalam kegiatan pertanian modern, penggunaan pestisida kimia cair secara berlebihan justru menimbulkan pencemaran tanah dan membunuh mikroorganisme penyubur tanah. Berdasarkan penelitian ekologis pada buku teks IPS Kelas VII halaman 71, dari seluruh cairan pestisida yang disemprotkan petani ke lahan pertanian, tercatat hanya sekitar 20% yang efektif mengenai sasaran hama tanaman, sedangkan 80% sisanya jatuh ke tanah dan terbawa aliran air irigasi sebagai residu pencemar.

Apabila sebuah kelompok tani menyemprotkan total 250 liter larutan pestisida kimia selama satu musim tanam, maka volume pestisida yang efektif mengenai hama dan volume pestisida yang jatuh mencemari tanah secara berturut-turut adalah...

A. 20 liter mengenai hama dan 230 liter mencemari tanah

B. 50 liter mengenai hama dan 200 liter mencemari tanah

C. 80 liter mengenai hama dan 170 liter mencemari tanah

D. 200 liter mengenai hama dan 50 liter mencemari tanah

  • Kunci Jawaban: B
  • Pembahasan (Hlm. 71 Buku Teks): Volume pestisida yang efektif mengenai sasaran hama = 20% × 250 liter = 50 liter. Adapun volume yang jatuh mencemari tanah dan perairan = 80% × 250 liter = 200 liter. Solusi ramah lingkungannya adalah beralih ke biopestisida nabati dan menerapkan bioremediasi.

Contoh Soal 8 (Jejak Kebudayaan Masa Praaksara / Level L2)

Stimulus: Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut (Zaman Mesolitikum), sebagian masyarakat purba tinggal menetap sementara di gua-gua payung (abris sous roche) dan di tepi pantai. Di sepanjang pesisir timur Sumatra ditemukan tumpukan bukit kerang yang telah membatu setinggi beberapa meter yang di dalamnya juga tersimpan alat kapak genggam Sumatra (pebble).

Istilah arkeologis untuk menyebut tumpukan sampah dapur kulit kerang peninggalan masyarakat praaksara di tepi pantai tersebut adalah...

A. Kjokkenmoddinger

B. Sarkofagus

C. Punden Berundak

D. Candrasa

  • Kunci Jawaban: A
  • Pembahasan (Hlm. 82–85 Buku Teks): Kjokkenmoddinger (berasal dari bahasa Denmark: kjokken = dapur, modding = sampah) adalah bukit atau tumpukan fosil sampah dapur berupa kulit kerang dan siput laut peninggalan manusia purba masa Mesolitikum di tepi pantai.

Contoh Soal 9 (Format AKM Benar-Salah – 4 Pilar SDGs / Level L2)

Stimulus: Pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs) memiliki 17 tujuan global yang dikelompokkan ke dalam 4 pilar pembangunan utama berdasarkan Gambar 2.21 Buku Siswa IPS Kelas VII Edisi Revisi 2023 halaman 91–92. Tentukan apakah pernyataan berikut Benar atau Salah!

No.

Pernyataan Analisis Pilar Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Benar / Salah

1.

Tujuan Tanpa Kemiskinan (Tujuan 1), Tanpa Kelaparan (Tujuan 2), Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Tujuan 3), Pendidikan Berkualitas (Tujuan 4), dan Kesetaraan Gender (Tujuan 5) termasuk dalam Pilar Pembangunan Sosial.

Benar

2.

Penanganan Perubahan Iklim (Tujuan 13), Ekosistem Lautan (Tujuan 14), dan Ekosistem Daratan (Tujuan 15) termasuk dalam Pilar Pembangunan Hukum dan Tata Kelola, bukan Pilar Lingkungan.

Salah

  • Kunci Jawaban & Pembahasan: Pernyataan 1 Benar (Tujuan 1–5 merupakan cakupan Pilar Pembangunan Sosial). Pernyataan 2 Salah karena Tujuan 6 serta Tujuan 11–15 merupakan cakupan Pilar Pembangunan Lingkungan, sedangkan Pilar Pembangunan Hukum dan Tata Kelola mencakup Tujuan 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh).

Contoh Soal 10 (Soal Uraian HOTS – Mitigasi Bencana & Numerasi / Level L3)

Soal Uraian: Berdasarkan data BPBD Kota Padang pada buku teks IPS Kelas VII halaman 30, peristiwa Gempa Bumi Sumatra Barat berkekuatan 7,6 SR pada 30 September 2009 mengakibatkan kerusakan permukiman warga dengan rincian: 135.448 unit rumah rusak berat, 65.380 unit rumah rusak sedang, dan 78.604 unit rumah rusak ringan.

a) Hitunglah total keseluruhan unit rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi tersebut!

b) Mengapa wilayah pantai barat Sumatra sangat rawan mengalami gempa bumi tektonik, dan tuliskan 3 langkah mitigasi yang wajib dilakukan pelajar apabila gempa terjadi saat sedang berada di dalam ruang kelas!

  • Kunci Jawaban & Pedoman Penskoran:
    • Jawaban (a): Total rumah rusak = 135.448 + 65.380 + 78.604 = 279.432 unit rumah.
    • Jawaban (b): Wilayah pantai barat Sumatra rawan gempa karena berada tepat di zona tumbukan (subduksi) Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia serta dilalui patahan aktif Sesar Semangko dan Patahan Mentawai. Langkah mitigasi saat di ruang kelas: (1) Tetap tenang dan tidak panik, (2) Berlindung di bawah meja yang kokoh sambil melindungi kepala dengan tas/tangan (Drop, Cover, Hold On) serta menjauhi kaca jendela, (3) Setelah guncangan mereda, segera berjalan tertib keluar ruangan melalui jalur evakuasi menuju titik kumpul lapangan terbuka.

Spesifikasi Paket Lengkap Bank Soal ASAS IPS Kelas 7 (Paket A & Paket B)

Menyusun puluhan butir soal AKM yang dilengkapi stimulus tabel, wacana kontekstual, beserta matriks kisi-kisi dari nol tentu menyita banyak waktu Bapak/Ibu guru di tengah padatnya administrasi akhir semester. Untuk mempermudah tugas Bapak/Ibu, kami telah mengemas Paket Komplit Bank Soal ASAS/PAS IPS Kelas 7 Semester Ganjil TP 2026/2027 dalam format Microsoft Word (.docx) yang 100% bisa diedit, terdiri atas 5 dokumen siap pakai:

  1. 00-Kisi-Kisi Bank Soal ASAS IPS Kelas VII (Paket A & Paket B): Format matriks resmi Kurikulum Merdeka (mencakup Pemetaan Tema/Halaman Buku, Muatan Literasi & Numerasi, Bentuk Stimulus, Indikator Soal, Level Kognitif L1–L3, dan Bentuk Soal).
  2. 01-Naskah Soal ASAS IPS Kelas 7 Paket A (40 Butir Soal): Terdiri atas 25 Pilihan Ganda, 5 Benar-Salah, 5 Menjodohkan, dan 5 Uraian HOTS lengkap dengan Kop Identitas Ujian.
  3. 02-Kunci Jawaban, Pembahasan & Skor Penilaian Paket A: Dilengkapi pembahasan rinci per nomor beserta rujukan halaman Buku Siswa IPS Kelas VII Edisi Revisi 2023 dan rubrik penskoran nilai akhir skala 100.
  4. 03-Naskah Soal ASAS IPS Kelas 7 Paket B (50 Butir Soal): Terdiri atas 35 Pilihan Ganda, 5 Benar-Salah, 5 Menjodohkan, dan 5 Uraian HOTS (sangat cocok untuk sekolah yang menggunakan standar 50 soal atau membutuhkan Soal Utama & Soal Susulan/Cadangan yang setara).
  5. 04-Kunci Jawaban, Pembahasan & Skor Penilaian Paket B: Pembahasan tuntas 50 butir soal Paket B beserta pedoman penskoran analitik.

Link Download Paket Soal & Kisi-Kisi ASAS/PAS IPS Kelas 7 Kurikulum Merdeka (2026/2027)

Anda bisa mendapatkan paket lengkap evaluasi ASAS/PAS IPS Kelas 7 Semester Ganjil (Paket A 40 Soal + Paket B 50 Soal + Kisi-Kisi + Kunci Jawaban Format Word) melalui halaman resmi kami di bawah ini:

👉 📥 Akses Paket Lengkap Bank Soal ASAS IPS Kelas 7 (Word + Kisi-Kisi) di Sini

Cara Akses & Download File:

  1. Klik tautan di atas untuk langsung menuju ke halaman katalog resmi kami.
  2. Pilih produk Bank Soal ASAS IPS Kelas 7 Semester Ganjil (Kurikulum Merdeka) dan masukkan alamat email serta nomor WhatsApp aktif Anda pada kolom yang disediakan.
  3. Klik tombol Dapatkan Sekarang (atau Beli Sekarang) dan selesaikan instruksi pembayaran cepat (QRIS / Virtual Account / E-Wallet) yang tertera di layar.
  4. Akses unduhan seluruh file Word (.docx) akan langsung terbuka di layar dan otomatis terkirim juga ke alamat email Anda. Seluruh dokumen siap diedit menyesuaikan kop dan logo sekolah masing-masing!

0/Post a Comment/Comments