Siap bersaing di 2024, DPD Gelora Depok adakan diskusi bersama Indodata

[wartanusantara.id] Depok - Minggu 29 Agustus 2021, DPD Gelora Depok sukses menggelar acara diskusi santai bersama Direktur Indodata, Danis TS Wahidin. Diskusi yang dilaksanakan via zoom ini bertema "Membaca Peta Politik Kota Depok". Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh fungsionaris DPD beserta ketua-ketua PAC se-kota Depok.



Acara diskusi ini didahului oleh sambutan dari Ketua DPD Gelora Depok Subhan Rafei. Dalam sambutannya, politisi muda ini menyatakan bahwa Gelora Depok siap bersaing di 2024. Dukungan yang kuat dari semua pengurus, kader dan simpatisan partai Gelora Depok, adalah modal utama untuk bisa melaju dengan sukses dalam pertarungan politik di 2024 nanti. 


"Dalam 20 tahun terakhir tidak ada partai yang terlalu dominan di Depok. Politik di Depok sangat dinamis sehingga belum ada kekuatan absolute yang menguasai Depok. Dari total 1.235.232 pemilih di Depok, kami menargetkan 5000 KTA sampai 28 Oktober 2021, yaitu di hari milad ke-2 partai Gelora. Kami akan terus meningkatkan perolehan KTA ini hingga pemilu 2024. Seluruh kader dan simpatisan sangat semangat menjadikan Gelora Depok menjadi partai besar, minimal mempunyai fraksi di DPRD Kota Depok", paparnya.


Politisi yang sekaligus pengusaha ini juga sangat optimis bahwa partai yang digawangi Anis Matta ini punya peluang menjadi 5 besar di Depok, sebab Gelora Depok adalah rumah bagi banyak sumber daya manusia yang siap menjadi ujung tombak partai Gelora.


Sementara itu Kang Danis (Sapan akrab direktur Indodata) mengungkapkan bahwa peluang Gelora bersaing dengan partai lain di Depok sangat besar.


"Pada umumnya, ada tiga tipe pemilih di Indonesia. Yang pertama tipe pemilih sosiologis, yang kedua tipe pemilih psikologis dan yang ketiga tipe pemilih rasionalis. Mayoritas pemilih di Depok adalah pemilih rasional yang sangat terbuka pada pemikiran baru dan partai baru. Oleh karena itu tantangan ke depan bagi partai Gelora adalah bagaimana melakukan pendekatan yang tepat pada masyarakat Depok, kemudian aktif menemui simpul-simpul masyarakat lalu menawarkan program yang juga realistis".


Kang Danis menyarankan Gelora Depok harus punya tokoh-tokoh sentral yang bisa 'dijual' kepada masyarakat. Walaupun mayoritas penduduk Depok di huni oleh penduduk dengan suku asli Betawi, tapi dengan pemikiran rasionalis ini, penduduk Depok terbuka menerima tokoh dari suku lain, dengan catatan mampu membaca keinginan masyarakat Depok.


"Ada catatan penting lainnya dari saya yang harus di perhatikan partai Gelora Depok, bahwa dalam sejarah pemerintahan kota Depok dibawah komando walikota Idris, ini adalah pemerintahan terstabil sepanjang sejarah Depok berdiri. Tidak ada goncangan-goncangan yang berarti baik di eksekutif maupun legislatif. Dalam survey Indodata terakhir, masyarakat kota Depok juga menyatakan kepuasannya pada pemerintahan Idris. Entah puas karena benar-benar sudah puas, atau puas karena sudah apatis, kita juga tidak tahu. Karena itu Gelora sudah seyogyanya bisa berkolaborasi dengan baik dengan semua partai dan elemen masyarakat, termasuk dengan pemerintah kota Depok".

0/Post a Comment/Comments